68. Salah paham itu?

717 106 1
                                        


.
.
.
.
.
Alta menghampiri Ares yang sedang duduk termenung di depan jendela kamar mereka, kebiasaan Ares jika sedang memikirkan sesuatu. Alta tahu jika Ares masih memikirkan kedatangan kedua orang tua nya, permintaan maaf yang kedua nya ucapkan sebenarnya cukup membuat Alta lega, namun dia juga paham jika Ares belum terlalu percaya.

Grep

"Res." Alta bisa merasakan tubuh Ares tersentak saat dia memeluk tubuh mungil itu.

"Altair." Alta berdehem saat Ares memanggil namanya.

"Hm?"

"Maaf, aku belum bisa bener-bener maafin ibu sama bapak." Alta tersenyum sendu.

"Gak papa, aku juga belum sepenuhnya bisa maafin mereka, tapi aku lega Res, dengan gini mereka gak akan misahin kita lagi." Ares ikut tersenyum dan mengangguk, seharusnya dia lega dengan kedatangan kedua mertua nya.

"Lintang gimana?" Alta kembali tersenyum.

"Gak usah khawatir, Lintang lagi sama Rion." Ares kembali termenung, dan Alta tidak suka melihat itu.

"Ares udah, jangan di pikirin lagi, aku gak suka." Ares merengkuh tubuh Alta dan meletakan kepalanya pada pundak lelaki itu.

"Selama ini aku selalu nyoba ngelupain kejadian dua puluh tahun lalu juga kejadian delapan belas tahun lalu, tapi aku selalu gagal Ta. Ngelihat ibu sama bapak di sini tadi, ngingetin aku waktu mereka maki-maki aku dan maksa aku buat cerai sama kamu." Alta memejamkan matanya erat, dia juga ikut merasa bersalah. Dua puluh tahun lalu, Alta diam saja saat orang tua nya menghancurkan mental Ares, dia ikut andil dalam jatuhnya Ares saat itu. Beruntung kebenaran ya cepat terungkap, namun yang Alta lewatkan adalah kedua orang tua nya terus menekan Ares di belakang nya.

"Maaf Res, maaf."
.
.
.
.
.
Candra termenung dia balkon kamar Jojo, dia baru saja menerima panggilan dari Lintang. Adiknya itu mengatakan bahwa kakek dan nenek mereka dari pihak sang bunda datang dan tiba-tiba meminta maaf padanya, Lintang juga mengatakan jika kedatangan mereka karena Reska telah menjelaskan semua nya.

"Om Reska yang bantu jelasin semua nya, tapi kenapa?" Candra memejamkan matanya, pemuda itu masih tidak percaya jika pemuda yang berstatus sebagai adik sang yanda itu membantu mereka.

"Pusing!"

Grep

Candra membuka matanya saat seseorang menghentikan tangannya yang akan mengacak rambut pink nya, Candra lagi-lagi melihat Jojo menatap nya khawatir.

"Mas Jojo." Jojo menghela nafas panjang saat mendengar suara lirih Candra.

"Kenapa Ndra? Ada yang sakit?" Candra menggeleng.

"Gak papa mas, cuma aku lagi bingung." Jojo mengernyit dan memutuskan duduk di hadapan Candra.

"Bingung kenapa? Mau cerita ke gue?"

"Lintang baru aja kasih kabar kalau nenek sama kakek dari pihak ibun dateng ke pare." Jojo mengernyit, apa mungkin ini yang membuat kedua orang tua nya ikut khawatir.

"Terus?"

"Mereka minta maaf, dan kata Lintang semua itu karena om Reska dateng ke mereka dan jelasin semuanya." Jojo akhirnya paham akan kebingungan Candra, tentu saja karena Reska. Sosok yang sejak awal pertemuan mereka selalu mengibarkan bendera perang justru membantu mereka.

"Mungkin Reska udah sadar Ndra, gimana pun dia adek dari om Ares." Candra mengangguk kecil, benar, bagaimana pun Reska tetap om nya, keluarganya.

"Mas, kalau seandainya om Reska minta maaf, mas Jojo mau maafin?" Jojo menatap lekat pada Candra.

Candra LintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang