.
.
.
.
.
Sudah tiga hari sejak kejadian pergi nya Candra dari cafe, saat ini pemuda itu sudah kembali menjadi Candra yang di kenal oleh seluruh penghuni rumah bintang. Candra mengabaikan Septian terang-terangan, bahkan hanya akan menanggapi ucapan pemuda itu di cafe.
Rion dan Alden yang melihat sikap Candra hanya bisa menghela nafas, mereka belum tahu apa yang terjadi di antara dua pemuda itu. Berbeda dengan Rius dan Leo yang sudah mengetahui semua nya dari Regi.
"Mas Candra, gak lagi sibuk kan?" Candra yang semula sedang diam di balkon di kejutkan oleh Regi yang mengintip dari pintu.
"Ngapain ngintip gitu, sini. Aku gak sibuk kok." Regi tersenyum senang mendengar jawaban Candra.
"Hehe, kirain mas Candra lagi sibuk ngerjain apa gitu." Candra tertawa kecil melihat tingkah Regi.
"Ada apa? Tumben gak main sama mas Jojo?" Regi menggeleng.
"Bang Jojo lagi keluar sama jelmaan lintah mas, katanya mau lihat-lihat pare sih." Candra mengangguk, dia kembali menatap Regi. Candra jelas tau ada yang di inginkan sahabat adik nya itu.
"Terus kamu mau apa? Jalan-jalan juga?" Regi tertawa kikuk saat niatnya terbaca oleh Candra.
"Hehehe...Iya, aku mau ngajak mas Candra jalan-jalan. Jajan aja atau kemana gitu mas, bosen dirumah." Candra kembali mengeluarkan tawa dan mengacak rambut Regi.
"Ya udah ayo, kamu siap-siap sana. Mas juga mau ganti baju." Regi mengangguk saat rambutnya kembali diacak oleh Candra. Setelah memastikan Candra masuk ke dalam kamar nya, Regis langsung memekik senang.
"Yayah, bubun....Hati Regi berantakan!" Regi menghembuskan nafas pelan.
"Hati ku ambyar padahal yang di acak-acak cuma rambut, aduh mas Candra." dengan cepat Regi berlari turun ke lantai bawah, berniat meminta ijin pada orang tua nya jika dia ingin pergi bersama Candra.
"Kamu ini kenapa lari-lari gitu?" Leo yang melihat Regi berlari menuruni tangga hanya bisa menggeleng heran, bahkan yang lain sudah tidak heran melihat tingkah Regi.
"Yayah, Regi mau keluar sama mas Candra." yang lain jelas mengernyit mendengar ucapan Regi yang terlampau semangat.
"Mau kemana?" Rion bertanya lembut.
"Jalan-jalan om, jajan sekalian mungkin." Rion hanya mengangguk paham, bertepatan dengan itu Candra sudah turun dari lantai dua.
"Om, Regi nya Candra ajak keluar dulu ya." anggukan jelas didapat Candra dari penghuni rumah bintang.
"Candra gak mau bawa mobil aja?" Candra menggeleng.
"Cuma deket-deket sini kok om, gak perlu bawa mobil."
"Ya udah hati-hati." para orang tua itu saling menatap saat Candra dan Regi sudah meninggalkan rumah dengan motor nya.
"Regi suka sama Candra ya?" pertanyaan spontan Igel membuat Leo dan Rius mengangguk.
"Iya Regi suka Candra, aku baru sadar waktu Candra keluar dari cafe sambil ngajak Astra. Malemnya Regi baru cerita kalau Candra itu orang yang dia suka." helaan nafas terdengar disana.
"Le, kenapa harus nurun sih?" Leo langsung memasang wajah masam saat Hadar mengatakan itu.
"Mana aku tau!"
.
.
.
.
.
Rion dan Igel jelas saja terkejut saat tiba-tiba kedua orang tua mereka sudah ada di depan pintu begitu mereka kembali dari dapur, bahkan Alden, Hadar, Leo dan Rius pun ikut keluar dari kamar mereka saat mendengar pekikan Rion.
Igel menatap lekat pada ayah juga papa nya, seingat nya dia belum memberitahu perihal Candra dan Lintang, tapi sepertinya mereka sudah harus bertemu dengan cucu mereka itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Candra Lintang
FanfictionMereka meninggalkan kota tempat mereka dibesarkan, menuju tempat mereka dilahirkan, kembali menyusuri jalan dimana kisah kedua orang tua mereka terjalin. Mencari keberadaan sisa konstelasi bintang yang dahulu sangat berharga untuk kedua orang tuany...
