58. Lintang sakit

811 109 15
                                        


.
.
.
.
.
Lintang marah saat melihat Jeje menangis di pelukan Rafi, terutama saat mengetahui bahwa Candra pergi setelah memarahi Jeje tadi. Lintang tidak suka ada yang mengusik kakak nya, terutama sampai membuat kakak nya marah.

"Dimana mas Candra?" Alta yang tahu jika Lintang marah segera mendekati dan memeluk tubuh mungil Lintang.

"Mas dimana bun?" Alta menggeleng.

"Ibun gak tau, kamu tau tempat yang biasa mas datengin kalau pergi dari sini?" Lintang mengangguk.

"Rumah sewa kita, biasanya mas ke sana." Alta kembali mengangguk.

"Sebenar nya apa yang terjadi kenapa mas Candra bisa marah sama kamu?!" Lintang menatap lekat Jeje yang masih sesenggukan.

"Kamu gak punya mulut buat jawab ya?!" kalimat ketus Lintang jelas membuat Rafi dan Lino terkejut.

"Jeje dorong teleskop om Ares sampai jatuh." bukan Jeje yang kasih jawaban tapi Jojo, pemuda itu merupakan saksi hidup saat Jeje berhasil memancing emosi Candra.

"KAMU GILA?!" Alta langsung mengelus punggung Lintang saat putra bungsunya itu berteriak.

"Dek udah, gak papa, sekarang ayo jemput Candra." Ares yang melihat kemarahan di mata Lintang langsung menagajak remaja itu pergi menjemput Candra.

"Sebentar nda." Lintang melepaskan tarikan Ares di tangannya.

"Denger ya Jeandra Adinata, aku paling gak suka sama orang yang udah ngusik mas ku apa lagi bikin dia marah. Aku tau kamu suka sama mas Candra, tapi perlu aku kasih tau mas Candra gak akan pernah suka sama kamu, karena apa? Karena kamu sepupu kita. Dan lagi mas Candra terganggu sama sikap mu yang terlalu nempel ke mas ku, jadi mulai sekarang jangan deketin mas ku lagi!" Jeje kembali terisak saat Lintang mengatakan itu.

"Kalau kamu gak suka lihat bintang, cukup jangan menganggu. Mas ku suka lihat bintang, dan kamu gak ada hak buat ngerusakin apa yang mas ku suka, ngerti kamu!" Ares langsung membawa Lintang pergi sebelum anak itu kembali mengucapkan kata-kata kasar nya.

"Maaf...hiks...maaf.." Alta menepuk kepala Jeje pelan.

"Minta maaf ke Candra nanti ya, Candra lagi badmood dari siang, jadi maaf kalau akhirnya dia marah ke kamau." berbeda dengan Alta, Lino justru tidak setuju.

"Biarin aja Ta, biar Jeje tau kalau dia gak bisa maksain rasa suka nya ke Candra."
.
.
.
.
.
Butuh waktu dua jam untuk membuat Candra mau di ajak pulang, pemuda itu benar-benar marah hingga membuat Lintang merengut kesal. Candra yang sudah benar-benar marah hanya akan diam tanpa mengeluarkan satu kata pun. Candra mengabaikan sepenuhnya atensi keberadaan Jeje di sana, pemuda itu hanya diam dan langsung naik ke lantai dua.

"Masih mau lihat bintang mas?" Candra hanya mengangguk kecil saat Ares bertanya. Pemuda itu terpaku pada teleskop milik Ares yang sebelumnya di jatuhkan oleh Jeje, Candra tau teleskop yanda nya sudah tidak bisa di gunakan lagi.

"Kalau gitu tunggu sini sebentar." Candra hanya diam dia balkon lantai dua sambil menatap ke arah langit. Sampai akhirnya Ares kembali dengan teleskop lain.

"Kamu mau pasang sendiri atau yanda yang pasangin?" Candra menatap lekat pada Ares, hal itu membuat Ares menepuk kepala Candra pelan.

"Yanda aja yang pasangin, gak usah di pikirin masalah teleskop yang tadi. Nanti yanda beliin lagi yang lebih bagus." Candra mengalihkan tatapannya pada teleskop yang baru saja Ares pasang.

"Nih, kamu lihat, yanda mau ambilin thai tea sama martabak kamu dulu." Candra mengangguk, pemuda itu mendekati teleskop dan mulai mencari sudut yang pas.

Candra LintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang