53. Kebingungan Altair

900 110 3
                                        


.
.
.
.
.
Candra sudah boleh keluar ruangan itu setelah dua hari, dengan syarat pemuda itu harus mematuhi semua yang di katakan oleh para orang dewasa. Candra hanya bisa menurut, dia tidak ingin membuat semua orang panik lagi karena dia yang tiba-tiba drop.

"Candra." Candra berjengkit kaget saat Alta menyentuh pundaknya tiba-tiba, bahkan pemuda itu tanpa sadar menarik tubuhnya menjauhi sang bunda. Alta yang melihat itu jelas saja mengernyit bingung.

"Acan, ini ibun nak."setelah mendengar ucapan lembut sang bunda barulah Candra menoleh dan bisa bernafas lega. Dia ingin menyembunyikan semuanya dari sang bunda, tapi jika tubuh nya selalu merespon seperti ini bisa-bisa sang bunda akan langsung tahu.

"Candra kenapa?" Alta yang melihat Candra memejamkan matanya langsung khawatir, terutama saat menyadari bahwa tangan putranya itu tremor.

"Mas kenapa?" Alden yang kebetulan ada di rumah menghampiri Alta saat mendengar pekikan Alta.

"Acan, ini ibun nak, jangan panik." Alta memeluk tubuh Candra erat, hal itu membuat Candra menyandar kepalanya pada pundak Alta.

"Ibun...maaf." Alta semakin mengernyit bingung saat Candra bergumam maaf. Alden yang melihat semua itu hanya bisa mengepalkan tangannya, dia tidak mendendam tapi jika melihat keponakannya, anak dari dua kakak kesayangan nya seperti ini dia marah.

"Mas Alta, Candra tidur?" Alta mengangguk, dia mendengar hembusan nafas teratur dari putra nya.

"Mau dipindahin mas?" Alta menggeleng, laki-laki itu merebahkan tubuh Candra di sofa bed kamar belakang. Setelah memastikan Candra lelap, Alta mengajak Alden keluar.

"Apa yang terjadi selama aku gak ada Den? Kenapa trauma Candra kembali?" Alden menunduk, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Alta.

"Maaf mas, maaf kita gak bisa jaga Candra, kita kecolongan." Alta menatap tidak mengerti pada Alden.

"Apa maksud kamu Den?" Alden semakin menunduk saat Alta menyentuh pundaknya.

"Nanti kita tunggu yang lain ya mas." Alta hanya bisa menghela nafas panjang, dia penasaran apa yang sudah dialami putra nya.

"Apa ini ada hubungannya dengan Reska?" Alden menegang saat Alta menyebut nama Reska. Melihat reapon Alden, Alta sudah yakin jika tebakannya benar.

"Aku mau denger semua nya nanti."
.
.
.
.
.
Alta meminta Lintang, Jojo dan Regi untuk membawa Candra keluar jalan-jalan. Alta juga meminta Lintang dan Regi membeli beberapa barang di supermarket, agar mereka tidak cepat pulang. Jojo yang paling dewasa diantar mereka sudah jelas mengerti maksud Alta, terutama saat melihat semua orang tua mereka di kumpulkan Alta di ruang tamu. Tapi Jojo memilih diam dan menuruti perintah Alta untuk membawa adik-adiknya jalan-jalan, biarkan urusan orang dewasa itu mereka selesaikan sendiri.

"Jadi sekarang jelasin ke aku, apa yang udah terjadi sama Candra selama aku gak ada?" meskipun Alden sudah memberi bocoran pada mereka tentang apa yang akan Alta tanyakan, mereka semua tetap saja tegang.

"Ares?" Ares menghela nafas sebelum menatap Alta dengan tatapan bersalah.

"Maaf Ta, maaf aku gak bisa jaga Candra dan membuat trauma nya bangkit." Alta yang mendengar ucapan lirih Ares menghela nafas panjang.

"Apa yang udah dilakuin Reska ke Candra?" semua sontak mengangkat kepala mereka, jelas saja mereka tidak menyangka bahwa Candra akan langsung tau itu semua berhubungan dengan Reska.

"Reska menghajar Candra dan melecehkan Candra." Alta jelas langsung terdiam mendengar jawaban Azka, laki-laki mengepalkan tangannya erat sembari menatap adik nya satu persatu.

Candra LintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang