75. Menyerah?

660 100 7
                                        


.
.
.
.
.
Ares menatap lekat pada kedua mertua nya yang tengah menangis di hadapan mereka saat ini, mereka sama sekali tidak tau jika cucu mereka tengah sakit seperti ini, terutama sakitnya sama seperti sang ayah dulu.

"Kenapa?" Sukma merasa bersalah, jika saja dulu dia percaya pada penjelasan Alta dan Ares, mungkin cucu sulung nya tidak akan seperti ini.

"Maafin ibu Ta, maaf." Alta hanya diam, saat ini mereka tengah menunggu Azka melakukan test pada mereka, mereka cukup terkejut saat Alta meminta mereka datang ke rumah sakit.

"Udah aku maafin bu." Sukma bisa lega mendengar nya, meskipun dia tahu jika Alta belum sepenuhnya memaafkan dia dan suami nya.

"Candra pasti sembuh, ibu sama bapak pasti bantu kalian cari donor kalau salah satu diantara kita gak ada yang cocok."
.
.
.
.
.
Jojo menatap sendu pada Candra yang masih betah dengan tidur panjang nya, pemuda itu mendapat kesempatan menjaga Candra saat ini. Sedangkan Alta sudah di paksa Ares untuk pulang sebentar dan beristirahat, seharusnya Jojo bersama Lintang, tapi remaja itu sedang menjalani test dengan Regi juga Jeje, bahkan Lino dan Rafi juga ada di sana.

"Kapan mau bangun Ndra?" Jojo mengelus pelan kepala Candra.

"Lo tau kan kalau temen-temen gue mau main ke pare buat ketemu lo, beberapa dari mereka bahkan belum sempet kenalan secara langsung sama lo. Gue terpaksa bilang gimana keadaan lo sekarang ke mereka, karena gue gak bisa nolak mereka buat dateng apa lagi Septian. Lo udah baikan sama Tian kan?" Jojo menunduk, tangannya yang semula mngelus kepala Candra kini beralih menggenggam tangan Candra.

"Mereka bilang, mereka sayang sama lo meskipun baru ketemu sebentar, Sasa, Chaka, Riga, Kenan bahkan Ranti sama Vio nangis waktu gue kasih kabar tentang lo, merwka awalnya gak percaya Ndra, mereka bahkan maki-maki gue tapi Tian dengan paniknya bilang kalau dia bakal berangkat ke surabaya hari ini, baru mereka percaya." Jojo semakin menunduk setelah menceritakan itu.

"Gue....gue juga kangen sama lo Ndra, gue gak tau apa yang gue rasain ke lo ini. Gue dulu bisa dengan yakin kalau gue suka sama Lintang, tapi sekarang perasaan gue dominan ke lo Ndra, ayo bangun dan bantu gue jawab semua nya." Jojo yang semula menunduk langsung mengangkat kepalanya saat merasakan jemri Candra bergerak.

"Candra?" dengan cepat Jojo menekan tombol di samping ranjang, berharap Azka segera datang.

Brak

"Jojo, ada apa?" Jojo tersenyum lega saat melihat Azka dan Damar masuk kedalam kamar rawat Candra.

"Jarinya Candra gerak om." mendengar ucapan Jojo, Azka dan Damar dengan cepat memeriksa keadaan Candra.

"Kamu tunggu di luar sebentar ya Jo, sebentar lagi Lintang sama Regi bakal ke sini." Jojo mengangguk dan beranjak keluar, pemuda itu tidak ingin mengganggu Azka dan Damar yang tengah memeriksa Candra.

"Cepet bangun Ndra, kita semua nunggu lo di sini."
.
.
.
.
.
"Ta cepet ke rumah sakit, Candra udah sadar."

Bagi Alta dan Ares tidak ada kabar yang paling membahagiakan selain mendengar kabar jika putra sulung nya sudah membuka mata saat ini, kedua nya langsung bergegas ke rumah sakit bersama dengan penghuni rumah bintang yang lain.

Candra sudah sadar dan keadaan nya cukup stabil, hanya tinggal menunggu hasil yang cocok dan Candra bisa cepat melakukan oprasi.

"Candra udah bangun Ta, tenang sedikit." Alta mengangguk saat Area lagi-lagi mengelus punggung nya.

"Aku lega Res, paling gak aku tau kalau anak ku bangun." Ares tersenyum tipis dan mengangguk.

"Aku juga Ta, tapi inget jangan sampai kamu gak mau istirahat kayak kemarin, kalau kamu sakit aku gak akan bolehin kamu jaga Candra." Alta langsung merengut, dia kesal pada Ares, tapi juga tidak bisa melawan. Adik-adik mereka di rumah bintang juga hanya bisa terkikik saat melihat dua kakak tertua nya itu.

Candra LintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang