35. Ribut di cafe

823 118 5
                                        


.
.
.
.
.
Tiga hari setelah Candra menceritakan semuanya, Rehan memberikan nomor ponselnya dan mengatakan bahwa Candra bisa menghubunginya kapan saja jika perlu cerita. Bahkan sejak saat itu Lintang tidak membiarkan Candra tidur sendirian, terkadang bahkan Lintang akan menyeret Candra untuk tidur bertiga bersama Ares.

Hari ini Rehan mengatakan bahwa dia harus pulang, ada yang harus dia urus bersama Azka di surabaya, tapi Rehan berjanji akan kembali dalam waktu dekat, tentu saja bersama Azka. Selama disana, baik Rehan atau pun Ares sama sekali tidak menyebut nama Reska, bahkan jika salah satu di antara mereka menyinggung nama Reska, Rion, Igel dan Rehan langsung mengalihkan topik pembicaraan mereka.

"Mas Candra, Reska itu siapa sih?" Candra yang sebelumnya sedang menatap ponselnya di balik meja kasir langsung mendongak.

"Reska?" Lintang mengangguk, hari ini Astra menutup bengkel karena dia ingin mengantar Erik mengurus sesuatu, jadi lah Lintang ada di cafe sejak pagi.

"Adik yanda." Lintang memasang wajah terkejut saat mendengar jawaban Candra yang singkat.

"Mas pernah ketemu dia waktu di surabaya ya?" Candra memberi anggukan.

"Kok yanda gak pernah cerita? Ibun dulu juga gak pernah cerita kalau yanda punya adik." Lintang tidak menyadari bahwa raut wajah Candra berubah.

"Dek, jangan terlalu deket dia kalau kamu ketemu nanti, mas gak suka dia." Lintang mengerjap saat Candra mengatakan hal itu, Lintang sangat tahu jika Candra mengatakan tidak suka berarti orang itu sudah pernah menyakiti dan menyinggung perasaan Candra.

"Dia yang bikin mas Candra marah waktu pulang dari surabaya kan?" tanpa Candra jawab pun Lintang sudah tau jawabannya.

"Mas tenang aja, Lintang akan selalu nurutin mas sama yanda." Candra tersenyum tipis.

"Terus ibun, papa sama ayah gimana?" Candra senang melihat wajah Lintang yang panik.

"Oh iya mereka juga."
.
.
.
.
.
Candra ingin sekali mengumpat pada perempuan dihadapannya ini, sudah sejak dua hari lalu dia selalu mencoba mendapat nomor ponsel Candra. Tentu saja Candra tidak memberikannya, bahkan Astra saja tidak mendapat nomor ponsel Candra.

Memang sejak dia bekerja di galaxy's cafe, banyak sekali perempuan atau pun laki-laki yang mencoba mendekatinya, di tambah Candra itu tampan dan terlihat dingin di luar. Bahkan beberapa dari mereka sengaja meninggalkan atau pun menitipkan hadiah untuk Candra, memberi tip untuk Candra yang sebenarnya tidak perlu di lakukan karena Candra lebih banyak berada di dapur.

"Mas Candra~" Candra sama sekali tidak melirik pada gadis yang duduk di samping kasir. Bahkan pegawai yang lain pun hanya menggeleng heran melihat sikap anti pati nya Candra.

"Mas Candra, makin hari makin ganteng aja, jadi pacar aku mau gak?" Candra masih tidak merespon pada ocehan perempuan itu.

"Mas Candra jangan diem aja dong, senyum dikit buat dede dong." Candra akhirnya menghela nafas kesal.

"Maaf ya mbak, selagi saya masih sopan jangan buat saya muak." perempuan itu merengut kesal saat Candra justru berkata seperti itu.

"Ih mas Candra kok gitu sih, aku kan suka sama mas Candra." Candra semakin di buat muak saat perempuan itu mencondongkan tubuhnya.

"Tapi saya gak mbak, jadi silakan pergi kalau mbak niatnya di sini cuma ganggu saya." Rion yang baru saja keluar dari dapur menghampiri Candra saat mendengar ucapan pemuda itu, cafe sedang ramai jadi tidak ada pegawai yang menganggur, sedangkan Ares dan Hadar sedang pergi keluar untuk membeli bahan yang kebetulan habis, sedangkan pesanan mereka baru datang dua hari lagi.

Candra LintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang