Bab 13 - Ekonom Pt.2 -

13 13 0
                                        

Setelah nyaris satu jam, akhirnya aku dan kelompokku selesai berkeliling wilayan fakultas kami. Tentu ada rasa kagum setelahnya karena ternyata di fakultasku sudah cukup lengkap untuk bangunan dan berbagai macamnya.

Tidak hanya bangunan belajar yang kami datangi. Namun juga, beberapa ruangan seperti ruang dosen, ruang komputer hingga ruang seminar yang tempatnya berada di bangunan magister alias bangunan S2.

Jujur, aku ingin sekolah yang tinggi. Namun sebelum itu, aku harus menyelesaikan S1-ku dulu.

Setelah selesai, kami pun diberi waktu untuk beristirahat dan menunggu semua kelompok selesai berkeliling.

Kami kemudian diberi nasi kotak untuk kami makan. Aku segera mencari tempat kosong untuk makan, sembari makan mataku menatap sekeliling. Baru kali ini aku bertemu teman-teman yang mungkin adalah orang cina, untuk teman yang berbeda agama, aku sudah memiliki banyak karena saat SMA aku sekolah di sekolah Negeri dan juga di wilayahku banyak orang toraja. Namun disini, aku mungkin akhirnya bisa berteman dengan orang cina juga.

Jujur, aku sangat senang saat memikirkan hal itu karena memang aku suka berteman dengan siapa saja. Aku suka belajar bahasa orang lain atau kebiasaan mereka. Dari mereka, aku juga banyak mendapat masukkan dan kemudian menghargai perbedaan yang ada.

"Adik-adik, jam istirahatnya 10 menit lagi ya."

Pengumuman itu membuatku mendengus kesal. Kakiku rasanya akan patah sekarang. Namun, jam istirahat yang diberi sangatlah singkat.

Setelah selesai, akhirnya kami diajak bermain dan permainannya adalah mencari tempat. Kami akan diberi sebuah kertas dan di sana ada sebuah petunjuk yang mengarah ke sebuah ruangan di wilayah Fakultasku.

Aku tersenyum kesal. Namun, aku tetap menjalankannya dengan teman-teman sekelompokku. Akhirnya kami menemukannya, ruangan yang dipakai untuk seminar karena petunjuknya adalah Aku adalah tempat dimana kalian diuji.

***

Matahari sudah berganti dengan bulan, aku yang sudah sampai di rumah satu jam yang lalu pun menjatuhkan tubuhku ke atas kasur. Rasa penat kini menyerang ditambah lagi aku sangat ngantuk entah karena apa.

Aku akhirnya terlelap dan kemudian tak terasa hari pun telah berganti. Saat aku bangun, waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Aku tidak terkejut. Namun malah, bersyukur. Apalagi aku mendapatkan jadwal siang untuk Ekonom sehingga aku tidak perlu buru-buru.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 l, karena jadwal Ekonomku adalah pukul 1 siang maka aku pun segera pergi ke kampus tepatnya ke fakultasku.

Ayah yang mengantarku sampai di depan pintu masuk fakultas dan kemudian aku langsung masuk ke barisan. Ternyata acara Ekonom kali ini dipercepat masuknya sehingga saat sampai, sudah ada banyak MABA yang berbaris dilapangan.

Seperti hari sebelumnya, kami dicek seluruh atribut Ekonom kami. Oh iya, ada satu hal yang aku lupa jelaskan bahwa jika ada MABA yang merasa sakit akan diberi pita hijau di lengan atasnya sebagai pertanda. Walaupun, kini badanku tidak enak. Namun, aku memutuskan untuk tidak bicara. Aku tidak mau menjadi beban siapapun.

Tapi tenang, ketika aku semakin merasa tidak enak. Aku akan memberitahukan kepada salah satu kakak tingkat.

Acara kemudian dimulai. Kami diajak untuk naik ke lantai tiga bangunan dekanat dan kemudian duduk sesuai kelompok. Berbaris dari depan kebelakang sehingga satu barisan itu berarti satu kelompok.

"Assalamualaikum dan selamat siang semuanya, kali ini kita enggak bakal panas-panasan lagi karena kali ini kita akan membahas tentang perkuliahan bersama dengan dosen-dosen kesayangan kita. Mari kita panggil ya, Ibu Hilda, Ibu Rosa, Bapak Raka dan Bapak Deo."

Manis Things (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang