Tepat hari senin, aku dan juga Feni datang ke fakultas kami. Jadi, kampus kami itu seperti perumahan. Setiap fakultas memiliki tempat yang berbeda-beda walaupun dalam lingkungan yang sama.
Ternyata fakultas tempat aku belajar nanti cukup luas, terdiri dari 3 bangunan untuk belajar dan juga satu gedung Dekanat.
Sesampai di FEB, aku cukup terkejut karena melihat banyak orang tengah berdiri di depan pintu masuk gedung Dekanat, lokasi dimana MABA akan melalukan Validasi UKT.
"Rame banget, Fen," keluhku pada Feni.
Feni hanya terdiam tanpa menanggapi keluhanku.
"Ya sudah yuk, kita ke sana, sekalian tanya-tanya," ajak ku sembari menarik tangan kiri Feni.
Tentu dia tidak menolak dan tetap mengikutiku dari belakang.
"Hai, mau nanya dong , tempat Validasi UKT dimana ya?" tanyaku dengan ramah pada wanita yang tengah berdiri dekat pintu masuk dekanat.
"Validasi ya, di atas Mbak," jelas wanita itu.
"Oh di atas ya, Mbak sudah selesai Validasi?"
Wanita itu mengangguk, "Iya, baru aja selesai Mbak."
"Lama nggak, Mbak?" tanyaku dengan wajah penuh penasaran.
"Lumayan sih, Mbak kalau mau cepat. Naik aja ke atas terus kumpul berkas di meja, nanti Mbak liat aja di atas atau tanya sama orang-orang di atas. Terus nunggu deh."
"Oh gitu, ya sudah, Mbak. Makasih ya, saya naik ke atas dulu."
Aku kembali menarik Feni untuk naik ke lantai dua gedung Dekanat. Ternyata di atas ada lebih banyak orang yang tengah menunggu.
Mataku kemudian melihat sebuah tumpukan berkas dan berjalan ke arah tersebut.
Di belakang tumpukan berkas itu, ada seorang wanita paruh bayah dan aku segera bertanya pada beliau.
"Maaf, Bu. Mau nanya, ini tempat pengumpulan berkas Validasi UKT ya?" tanyaku dengan pelan karena ruangan tersebut cukup sunyi dan hanya ada suara beberapa orang yang tengah bertanya kepada MABA mengenai berkas Validasi UKTnya.
"Eh, iya Mbak. Silahkan dikumpulkan di sini ya," jelas wanita itu dengan ramah.
Aku segera mengeluarkan berkas di dalam tasku dan meletakkannya di atas tumpukan berkas lainnya.
"Fen, punya kamu mana?" tanyaku pada Feni.
Feni pun menyerahkan berkasnya dan aku taruh tepat di atas milikku.
"Makasih ya, Bu. Permisi."
Aku dan Feni pergi menjauh dari tempat sebelumnya, tak lama kemudian ada banyak mahasiswa lain yang ikut maju dan menaruh berkasnya.
"Lah, ternyata banyak yang belum ngumpul berkas ternyata," ucap Dee sedikit heran.
Satu jam terlewati, sudah banyak mahasiswa yang selesai Validasi. Kini, aku dan Feni sudah bisa duduk di kursi setelah sebelumnya kami hanya bisa berdiri sambil menyender di tembok salah satu ruangan di lantai dua dekanat tersebut.
Aku yang asik berbincang dengan Feni itu pun melihat beberapa mahasiswa yang baru datang, padahal sudah nyaris pukul 12 dan kegiatan Validasi tersebut harusnya akan berakhir.
Untungnya mereka masih diperbolehkan untuk mengumpulkan berkas.
Beberapa orang tersebut kemudian bingung harus kemana, aku pun memanggil mereka dengan suara yang cukup pelan.
"Hei, sini," panggilku sembari melambaikan tangannya.
Mereka datang mendekat ke arahku dan juga Feni.
KAMU SEDANG MEMBACA
Manis Things (END)
Fiksi RemajaNomor Peserta : 041 Tema yang diambil : Campus Universe Blurb : Siapa bilang kuliah itu mudah? Kuliah sangat menyita waktu dan juga perasaan. Nyaris seharian bahkan jika bisa bermalam di kampus, mungkin sebagian mahasiswa akan lakukan. Bergerak cepa...
