Libur semester pun tiba walau tak lama. Namun, aku menikmatinya. Libur semester pertama ini hanya sekitar dua minggu dan aku harus kembali kuliah di semester baru yaitu semester dua.
Jujur, aku tidak menyangka bahwa aku bisa melalui satu semester dengan baik dan aku juga mendapatkan banyak teman sekarang. Mereka juga sangat baik padaku.
Libur semester pertama ini ku lalui tegang karena aku harus berkali-kali membuka web kampus untuk mengecek nilai padahal sebenarnya aku memiliki grup kelas. Salah satu dari temanku pasti akan memberitahu jika ada nilai yang keluar dan aku bisa mengeceknya.
Satu persatu nilai semester satu ku masuk. Aku sedikit sedih karena keinginanku mendapat IP (Indeks Prestasi) 4,00 harus kandas karena aku harus mendapatkan nilai sempurna. Nyatanya aku tidak bisa. Beberapa nilai yang ku dapat ada yang B. Namun, syukurnya aku masih bisa mendapatkan IP 3,5.
Berbeda dengan saat sekolah ternyata nilai kuliah ada perhitungannya sendiri. Nilai A ada yang - dan juga ada yang +. Nilai A+ itu dari 100-95 dan untuk nilai A- itu ada di 94-90. Begitu pula dengan nilai-nilai di bawahnya. Hal itulah yang mempengaruhi IP.
Tapi, semua juga tergantung pada berapa banyak mata kuliah yang kita ambil. Walau aku tidak terlalu paham mengenal hal tersebut. Namun, aku tetap bersyukur dapat nilai A dan B karena selain ingin mendapat IP 4,00. Aku juga ingin mendapatkan gelar cumlaude dan salah satu syaratnya adalah tidak ada nilai C atau mata kuliah mengulang di KHS.
***
Aku bergegas memberitahu teman-temanku mengenai keluarnya nilai terakhir di semester pertama ini. Aku cukup bersyukur karena teman-teman dekatku mendapat nilai yang cukup baik. Namun, tiba-tiba saja Bora mengirimiku pesan singkat yang membuatku tau sifat asli wanita tersebut.
Bora
Dee, kamu dapet nilai berapa?
86
Ih, kok tinggian kamu ya. Bukannya kita ngerjain sama-sama tugas itu.
Iya, tapi kan.
Ibunya mungkin
ngambil nilai yang lain.
Kaya pas presentasi.
Kan dinilai tuh.
Iya juga ya.
Emang kamu dapat nilai berapa
84
Bagus dongg. Beda dua angka doang kok.
Iya.
*
Aku memutar bola mataku dengan malas, sebelumnya aku merasa baik-baik saja dengan sifat Bora yang lain. Namun yang ini, tidak. Dia suka membandingkan dirinya dengan yang lain. Padahal kan, semua orang berbeda.
Tak lama kemudian, sebuah pesan masuk kembali ke ponselku dan pelakunya adalah Dira.
Dira
Dee, kamu dapet nilai berapa kalo boleh tau?
86, Dir.
Wih, tinggi banget ya.
Makasih. Kamu berapa?
81 hehe. Tapi, alhamdulillah banget. Kirain malah dapet 70.
Alhamdulillah dong kalau gitu.
*
Aku tersenyum diakhir pesanku dengan Dira. Wanita itu selalu menyebarkan kebahagiaan di setiap saat. Sangat berbanding terbalik dengan Bora. Namun, tidak ada yang perlu disesali. Namanya juga berteman. Pasti ada baik buruknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Manis Things (END)
Ficção AdolescenteNomor Peserta : 041 Tema yang diambil : Campus Universe Blurb : Siapa bilang kuliah itu mudah? Kuliah sangat menyita waktu dan juga perasaan. Nyaris seharian bahkan jika bisa bermalam di kampus, mungkin sebagian mahasiswa akan lakukan. Bergerak cepa...
