88

1.6K 81 3
                                        

Kini tengah hari. Liora tengah duduk bersama kakek dan nenek angkatnya.

Suasana acara minum teh yang hangat. Hanya mereka bertiga.

Terlihat mereka sesekali tertawa bersama.

Liora yang terlihat antusias mendengarkan percakapan kedua manusia yabg sudah manula itu.

"Walau kita baru bertemu kembali di waktu sekarang. Percayalah Honey... kami selalu memantau tumbuh kembangmu". Ucap Merry yaitu sang nenek.

Raut wajah Liora terlihat bingung.

"Tapi aku diIndonesia Nek.. mmm... sampe hampir aku lupa nenek sm kakek itu orangnya gimana... aku juga gak pernah dengar kabar kakek nenek semenjak terakhir umur aku 5 tahun lalu. Kok nenek sama kakek tau tumbuh kembang aku ?".

Tuan Carrington terkekeh pelan. Lalu mengelus rambut Liora pelan.

"Sungguh menggemaskan cucuku ini. Apa kamu baru kalau kakek dan nenekmu ini orang kaya..? Memantau perkembanganmu adalah hal yang mudah untuk kami honey... semua berita tentangmu sampai pada kami.."

Liora baru mengetahui kalau selama ini ia di pantau oleh kakek dan neneknya.

"Saat kamu dipermalukan disekolah saat kelulusan kemarin saja kami tau. Kalau kakekmu tidak dihalangi oleh nenekmu ini. Sudah kakek lenyapkan orang yang memfitnahmu".Ucap Tuan Carrington dengan rahang yang mengeras.

Liora terdiam. Tak salah jika Lucas memiliki hati yang dingin dan memiliki sifat tega. Rupanya semua itu ialah sifat warisan yang diturunkan dari kakeknya.

"Gak anak. Gak bapaknya. Sama-sama kejam". Gumamnya.

"Ssshhhhttt.... tidak boleh berkata begitu sayang... mereka begitu karena sayang padamu....Oh iya honey... kalau kamu ingin bukti kalau kami itu benar memantaumu atau tidak, Pergilah ke paviliun sebelah barat. Disana ada satu ruangan dengan pintu berwarna pink. Nah didalamnya ada banyak sekali hal tentangmu. Jangan beritahu Lucas kalau nenek tau tentang Pintu itu. Karena nenek pernah diam-diam masuk kesana tanpa sepengetahuannya hihi..".

"Tentang aku ?".

Merry mengguk.

"Aku mau liat Nek". Jawabnya antusias bangkit dari tempat duduknya.

"Kamu bisa jalan ke arah barat sana. Saat sudah memasuki paviliun. Kamu hanya perlu mengambil jalan kanan lalu belok kiri. Disana kamu akan temukan pintu berwarna pink".

"Okeyyy.... aku kesana ya nek kek".

"Ingin diantar pelayan ?".

Liora menggelang cepat.

"Aku bisa kesana sendiri. Aku Permisi dulu nek kek".

"Hati-hati sweety". Balas keduanya.

Liora berjalan dengan perasaan penasaran dan juga senang.

Tidak menyangka kalau keluarga angkat Ibundanya sehangat ini.

Liora berjalan menuju paviliun barat. Saat hampir sampai dengan pintu.

Tiba -tiba sebuah tangan besar melingkar dipinggangnya.

"Mau kemana sendirian ?".

"iisshh Om Lucas.. kaget tau..!"

"I'm Sorry Lio.."

"Aku mau masuk paviliun Barat".

"Ngapain ?"

"Mau cari pintu warna pink ?". Ucap Liora santai.

Sesaat Lucas seperti berfikir.

"Oh.. nenek yang memberi tahumu ?".

We Are NOT Your UncleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang