7.

12.6K 843 9
                                        

Jam istirahat Liora memilih diam dikelas.

"Ra, ayo ke kantin". Ajak vino.  Dengan kepalanya yang masih tertunduk diatas meja Liora menolak ajakan vino.

"Gak, males".

Lula yang duduk sebangku dengan Liora pun ikut terdiam dengan wajah yang bengong.

"Lu  kenapa ?!". Ucap Novi sambil mendorong pelan jidat Lula. Namun Lula hanya mengedipkan mata lalu menggelengkan kepalannya.

"Guys,gw liat Om gans nya Liora tadi pagi dan.....".

Seketika Liora membungkam mulut Lemes Lula.

"Bacot bet sih,biasa lah".

" kan Liora emang dianterin Omnya mulai sekarang ". Novi mengurungkan niatnya ke kantin.

Lula melepaskan tangan Liora dari bibirnya.

"Ini beda !! Pagi ini dia di antar sama Omnya yang waktu itu di kafe !!".

"Oh ya ?!".

Vino yang berada diantara ciwi-ciwi,hanya bisa menyimak percakapan mereka.

"Yoooi, Nov. Dan lo tau ? Liora....."

"Berisik La !". Sembur Liora.

"Omnya minta Liora buat cium pipinya,dan diturutin sama Liora ". Ucap Lula sambil senyum-senyum gak jelasnya.

Liora kesal dibuatnya. Memilih untuk menutupi telinganya dengan buku.

"Waahh gilaa,ternyata lo juga doyan ya nyium pipi Om lu. Jadi jangan gak enakan deh. Muna tau gak."

"Sebentar, Om lo yang minta atau Lo sendiri yang lakuin ?". Tanya Vino mulai penasaran.

"Om gue yang minta". Ucap Liora dengan malas.

"Nah kan... kurang apa coba. Udah ganteng, baik, bisa jadi tempat manja pula".

"Genit banget sih loh jadi cewe". Maki Novi membuat Lula mencebbikan bibirnya.

"Emang lo sedimanja itu ya sama ke empat Om Lo Ra ?". Entah mengapa Vino terlihat ada sesuatu yang aneh terhadap Ke empat paman Liora.

Liora mengedikkan bahu.

"Maybe. Gue juga gak sadar kalo paman gue 'sayang' banget sama gue".

"Udah lah gapapa Ra. Om lo kan termasuknya sodara tiri nih. Gak sedarah. Siapa tau ada yang nyantol sama lo".

"Ya kali gue sama Om gue sendiri sih La !".

"Bego banget sih !". Novi menjitak Lula.

"Toh... dia juga bule sih Nov. Wajar lah kalo dia nyium Liora. Mungkin budaya mereka begitu untuk menunjukkan kasih sayang mereka ke Lo Ra. Kalo gue jadi Lo Ra. Beeuuuhhh... udah gue sikat tuh  Empat-empatnya.".

"Dah gak usah banyak basyooot, ayo anter gue ke kantin. Vin Lo ikut gak ?". Tanya Novi.

"Enggak Nov gue disini ajah sama Liora."

"Cie-cie". Goda Lula sambil berlalu bersama Novi.

" Ra, maaf sebelumnya gue gak bermaksud Lancang terhadap Om Lo. Tapi Menurut gue... ini gak wajar Ra".

Seketika Liora berfokus menghadap Vino. Dan memasang muka bingung.

"Ya maksud gue, sesayang-sayangnya seorang paman ke keponakannya. Gak sampai segitunya".

"Terus ?".

"Gue percaya kalo Om lo yang minta Lo buat cium dia. Tapi itu agak gimana buat kita sebagai orang Indo".

Liora terlihat berfikir lalu mengangguk.

"Gue juga kemarin Liat. Tangan Lo dicium sama Om Lo yang satunya".

"Hah ?,Lo liat ?".

Vino mengangguk.

"Dan kalo diliat dari reaksi Lo hari itu. Menurut gue Lo gak nyaman digituin".
Entah mengapa Vino sangat mengerti apa yang kini Liora rasakan.

"Lo juga jadi agak pendiem sejak Om Lo tinggal ditempat Lo Ra".

Liora menghela nafas panjang. Semua yang Vino katakan memang benar adanya.Tidak mengelak bahwa dirinya tidak nyaman dengan Ke empat Pamannya.

Karena semakin hari. Mereka semakin berani bertindak tak selayaknya hubungan seorang paman terhadap keponakannya.

Liora tersenyum. Walau bagaimanapun mereka adalah pamannya.

"Makasih ya Vin...Lo udah khawatirin gue. Tapi kekhawatiran Lo itu engga terjadi sama Gue.Gue sayang sama mereka berempat. Lo tenang aja. Gak bakal ada yang terjadi sama gue ". Ucap Liora sembari mengusap lengan kanan Vino.

Vino membalas senyuman Liora kemudian mengangguk.

"Maaf kalo gue udah lancang ya Ra".

"Selow aee Vin".

.......


"Deren. Kakak besok harus ke Amrik."
Bela memulai pembicaraan.

"Kok mendadak kak ?".

"Kakak udah Planing dari jauh-jauh hari.Harusnya bulan depan. Tapi kemarin Daddy telfon. Dia maksa kakak untuk ke Amrik besok. Kamu tau kan,Daddy orangnya gak menerima penolakan".

"Terus Liora ?".

"Oh iya kakak sengaja minta kalian kesini karena kakak mau minta tolong sama kalian untuk jagain Liora. Dia gak kami ajak, karena lagi persiapan ujian. kasian kan kalo sendirian ?".

"Ooh.. Kakak berapa lama di Amrik ?"

"Gak Lama cuma Seminggu".

"Ok Siap kak".

"Makasih ya, kamu memang adik yang bisa diandalkan". Puji Bella kemudian mengusap sayang rambut adiknya.

Tanpa mereka berdua sadari. Gio sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Dibalik dinding dapur.

Terlihat senyuman terukir diwajah tampannya.

"I'm waiting for this time".  Gumamnya dalam hati.



=》》》

We Are NOT Your UncleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang