45

373 63 3
                                        

Malam hari telah tiba.

Jam 21.00

Fabiola sudah berada di ruang inap. Dan sekarang dia sudah dalam keadaan tangan di infus. Fabiola di temani oleh mamahnya.

TOK.. TOK..

CEKLEK.

"Permisi, buk.." ucap suster tersebut dan membawa beberapa keperluan untuk fabiola.

"Oh iya sus.." balas fabiola.

"Ini buk.. ada obat yang harus ibu minum untuk antibiotik sama vitamin" ucap suster itu.

"Ohh oke baik sus.." jawab fabiola.

Tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk dengan keadaan seperti habis di kerjar hantu dan dengan nafas tersengal-sengal.

Dan ternyata oranh itu adalah..

"Sayang.." panggil khalifa dengan nafasnya yanh tersengal-sengal.

"Gimana keadaan kamu? Baik-baik aja kan? Mana mana yang sakit? Bilang sama aku mana mana yang sakit?" Tanya khalifa dengan sangat khawatir sampai-sampai tidak menjeda perkataannya itu.

"Sayanh.. hei satu-satu dong nanyanya. Aku gpp sayang. Cuma sedikit salah urat di bagian pinggang kata dokter" jawab fabiola.

"Yah udah ini mah.. mamah jadi nyamuk lagi deh. Ya udah mamah pulang ya sayang. Kasian papah sendiri dirumah" ucap fabiola.

"Yahh mah kok pulang?" Tanya fabiola.

"Iya sayang.. mamah emang mesti pulang kasihan papah kamu sendirian. Udah mamah percaya kok khalifa yang jaga kamu" ucap mamahnya fabiola.

"Ya udah iya iya.. hati-hati mah dijalan. Telepon aku atau khalifa kalau ada apa-apa" ucap fabiola.

"Iya sayang. Khal jaga ya baik-baik anak tante. Inget jangan macem2 ya kalian" ucap mamahnya fabiola kepada khalifa.

"Iya siap tante.." balas khalifa.

"Oke deh. Mamah jalan dulu ya" ucap mamahnya fabiola.

"Bye mah" balas fabiola

Dan sekarang tersisa khalifa dan fabiola di dalam ruangan itu. Khalifa memang sengaja kembali hanya untuk mengecek keadaan fabiola. Dirinya begitu khawatir setelah mendengar informasi yang diberikan mamahnya fabiola.

"Yang.. kamu tuh bener-bener bikin aku khawatir banget tau gak. Aku tadi di pesawat sampe pusing gak tenang mikirin kamu" ucap khalifa yang terus mengoceh panjang lebar. Fabiola yang mendengar dengan setia dan tersenyum melihat kekasihnya.

"Kok kamu malah senyam-semyum liat aku? Bukannya sedih juga liat pacarnya khawatir" ucap khalifa.

"Hihi aku seneng ternyata sekarang ada yang khawatirin aku.. dan aku seneng kamu rela untuk pergi dari kerja kamu cuma buat aku. Ya walaupun aku gak ngasih sebenernya kalau kamu kayak gitu lagi karena itu gak bagus ya sayang. Kamu ini bos harus jadi contoh yang baik buat bawahan kamu. Tapi aku senenggggg bangettttt pokoknya hari ini. Rasanya sakit badan aku hilang seketika" jelas fabiola dengan penuh percaya dirinya.

Khalifa yang mendengar itu langsung memeluk fabiola dengan sangat tulusnya.

"Pokoknya kamu sekarang gak usah khawatir karena ada aku yang akan selalu jagain kamu dimana pun kamu berada. Muahh" ucap khalifa dengan diakhiri mencium pucuk kepala fabiola.

"Iya makasih banyak ya sayang" ucap fabiola.

"Ya udah kamu udah makan belum?" Tanya khalifa.

"Udah kok, tinggal minum obat aja ini aku" jawab fabiola.

"Ya udah yuk minum obatnya. Biar besok kamu udah bisa pulang" ucap khalifa.

"Emm engga ahh.." jawab fabiola.

"Lohh kok engga?" Tanya khalifa bingung.

"Udah kamu ribut ahh.. sini tiduran disebelah aku. Biar aku bisa meluk kamu.." ucap fabiola sambil menepuk bagian yang kosong disebelahnya.

"Kamu emang percaya sama aku?" Tanya khalifa.

"Ya aku percaya seratus persen kalau daddynya eden gak bakal macem-macem ke aku" jawab fabiola. Setelah mendengar itu khalifa langsung membaringkan badannya disebelah fabiola.

Fabiola pun langsung dengan cepat memeluk khalifa dari samping dengan sangat lembut.

"Kamu harum.. aku suka wanginya. Besok-besok jangan ganti parfume lagi oke" ucap fabiola

"Demi kamu apa si yang engga" balas khalifa.

"Aku bobo dulu ya. Kalau ada apa-apa bangunin aku" ucap fabiola dalam pelukan.

"Iya sayang iya. Good night mommynya eden" ucap khalifa.

Tidak lama kemudian akhirnya fabiola tertidur dengan masih memiliki kesadaran 25% yang menandakan masih bisa mendengar.

"Pokoknya aku bakal terus buat kamu bahagia sampe kita bisa layak bersatu. Dan aku janji akan selalu ada disamping kamu. Dan secepatnya nikahin kamu sayang. Pokoknya gak akan ada yang bisa pisahin kita berdua. Makasih udah hadir buat aku sama eden. Makasih udah jadi wanita yang paling kuat. Love you sayangku, muahh" ucap khalifa dengan suara pelannya dan diakhiri mencium pucuk kepala fabiola.

Fabiola yang ternyata masih bisa mendengar, ia pun merasa tenang setelah mendengar semua pernyataan khalifa dan semakin ia tenang semakin erat ia memeluk khalifa.

...



.



.



TBC

LNJUTT BESOK YA BESTIE-BESTIE KUHHHH. LUVLUVVVVV

OCCURSUM (KHALIFA & FABIOLA) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang