Beberapa minggu kemudian.
Pagi hari di hari sabtu.
Jam 8 pagi.
Fabiola sedang berjalan-jalan di taman belakang rumahnya agar badanya tidak merasakan kaku. Dokter menyarankan kepadanya agar melakukan olahraga kecil agar bayi juga sehat.
Berbeda dengan khalifa yang sudah bersiap dengan baju yang rapih. Dari kejauhan fabiola melihat suami yang sudah bersiap dan membuat fabiola heran dan langsung menghampiri suaminya itu.
"Yang.." panggil fabiola dari jarak cukup jauh dan mencoba menghampiri.
"Yang.. hei.. kamu mau kemana?" Tanya fabiola. Khalifa pun menyadari suara istrinya dan menengok ke belakang.
"Aku mau ke tempatnya renald sama jihan yang. Kamu dirumah aja okey" ucap khalifa.
"Lohh.. kok kamu gak bilang aku dari kemarin?" Tanya balik fabiola.
"Aku minta maaf banget gak bilang dari kemarin. Jujur aku kepikiran terus soal surat itu. Aku butuh kebenaran yang.. jadi mohon kasih aku izin buat pergi nemuin mereka berdua" ucap khalifa.
"Gak aku gak izinin kamu kesana.." balas fabiola.
"Yang.. pliss sekali ini aja demi eden yang. Aku butuh kepastian. Aku gak mau nantinya mereka ambil eden diam-diam lagi" ucap khalifa yang bermohon sambil memegang tangan istrinya.
"Okey aku izinin asalkan aku ikut.." ucap fabiola.
"Jangan dong yang.. kamu lagi hamil gini. Justru tambah pikiran buat aku. Kamu tau sendiri gimana renald orangnya.." ucap khalifa.
"Engga pokoknya aku tetep ikut gimana pun caranya.. aku lebih gak tenang dirumah yang kalau kamu pergi sendiri. Aku takut kamu kenapa-napa" ucap fabiola.
"Sayang.. aku janji bakal jaga diri disana dan aku janji baka pulang cepet" ucap khalifa.
"Sayang.." sahut fabiola sambil menunjukkan muka cemberutnya.
"Okey.. okey.. kamu boleh ikut. Tapi janji sama aku kamu bakal di samping aku terus okey" ucap khalifa.
"Okey aku janji" bals fabiola.
Akhirnya fabiola diizinkan untuk menemani suaminya pergi menemui jihan dan renald.
...
Dipercepat >>>>
At Tempat Penjara.
Khalifa dan Fabiola sudah berada di Rutan Cipinang dimana tempat jihan dan renald di penjara.
At mobil.
"Yang.. kamu janji sama aku ya untuk tetep tenang dan jangan pake emosi" ucap fabiola di dalam mobil sebelum mereka turun.
"Aku gak bisa janji kalau udah ketemu mereka berdua yang.. tapi kamu tenang aja aku bakal berusaha sabar hadepin mereka berdua" ucap khalifa.
"Terserah kamu deh.. pokoknya kalau sampe kamu hilang kendali aku bakal pulang sendiri.." ucap fabiola.
"Iya iya okey istriku" ucap khalifa.
..
Beberapa menit kemudian.
Khalifa dan fabiola sudah berada di dalam dan langsung menuju ruang kunjungan. Mereka datang di jam yang tepat.
"Permisi pak.. kami berdua ingin bertemu dengan Bapak Renald dan Ibu jihan apakah bisa?" Tanya khalifa kepada polisi tersebut.
"Kalau untuk Ibu Jihan belum bisa bertemu dikarenakan dia baru saja membuat ulah pak kemarin di dalam sel. Jadi bapak hanya bisa bertemu dengan pak renald" jawan bapak polisi itu.
"Ohh oke baik pak" ucap khalifa.
"Tunggu sebentar pak saya panggilkan dahulu bapak renald" ucap bapak polisi itu.
"Oke baik pak.." balas khalifa.
Khalifa dan fabiola pun di tuntun ke suatu ruangan yang lebih privasi untuk nantinya bertemu dengan renald.
..
Beberapa menit kemudian.
Polisi tersebut sudah berada di depan sel dimana renald berada.
"Saudara renald keluar kamu.. ada yang ingin bertemu.." ucap bapak polisi itu.
Tanpa berkata-kata renald pun keluar dan sebelum ia berjalan tangannya sudah terlebih dahulu di borgol untuk menjaga agar dia tidak kabur.
..
Sesampainya di ruang kunjungan. Renald pun masuk dengan di kawal oleh dua orang polisi di belakangnya.
"Cepat masuk kamu.." ucap polisi itu.
"Ahhhhh bacot lu semua.. sabar elah" ucap renald.
Akhirnya renald pun masuk ke dalam ruangan itu yang didalamnya khalifa dan fabiola sudah menunnggu.
"Hmm jadi lo berdua yang dateng.. haa ada nyali juga lo berdua dateng kesini" ucap renalda dan langsung duduk di hadapan khalifa dan fabiola.
"Kita gak mau banyak basa-basi. Gua cuma mau tanga soal surat itu. Jadi bener lo kan yang kirim surat itu?" Tanya khalifa langsung kepada intinya.
"HAHAHAHA kaget kah kalian? Kalau pun gua yang kirim kenapa? Hahahhhahah" jawab renald dengan cara bicara yang sangat menantang khalifa.
"Gua dateng kesini baik-baik. Jadi apa bener yang ada di surat itu kalau sebenernya eden anak kalian berdua?" Tanya khalifa. Bukannya menjawab pertanyaan itu, renald malah melihat kearah fabiola dengan tatapan mesumnya.
"Btw istri lo cantik juga ya gua liat-liat" ucap renald dengan ekspresi sarkasnya. Khalifa yang mendengar itu langsung berdiri dan langsung mencengkram baju renald.
"JAGA MULUT YA. JANGAN PERNAH SEBUT NAMA ISTRI GUA DENGAN MULUT BRENGSEK LO ITU" ucap khalifa yang hampir memberi pukulan kepada renald.
"Sayang.. yang.. sabar yang. Udah aku gak papa kok. Kamu tenang nanti justru kita yang kena imbasnya" ucap fabiola yang menenangkan suaminya.
"Weiii santai bos.. gua aja daritadi santai.." ucap renald. Dan khalifa pun kembali duduk.
"Gua gak punya waktu banyak.. cepet lo jawab" ucap khalifa.
"Okey.. okey.. kalau lo berdua emang udah gak sabar.. bener eden itu anak gua sama jihan. Kenapa lo gak terima? Apa jangan-jangan lo mandul ya sampe gak bisa punya anak sama jihan dulu? Ahahahahhaa" ucap renald yang benar-benar memancing emosi khalifa.
Khalifa yang mendengar itu, langsung berjalan ke arah renald dan langsung mencengkram kembali baju renald hingga renald berdiri. Renald berdiam dan tetap memberi ekspresi menantangnya.
"SAYANG.. AKU BILANG CUKUP.." teriak fabiola. Tiba-tiba saja tangan khalifa seperti kaku untuk memukul renald. Dirinya seolah-olah ditahan untuk tidak melakukan hal yang melewati batas.
Karena mendengar suara teriakan fabiola, polisi yang mengawal renald pun masuk dan meleraikan keduanya.
"CUKUP.. HENTIKAN" teriak polisi itu. Khalifa langsung melepas cengkramannya.
"Liat aja lo.. sampai kapan pun kalian berdua gak akan bisa ambil edem kembali" ucap khalifa. Renald hanya memberi respon dengan tersenyum sarkas seperti menantang.
Khalifa pun pergi dan langsung membawa istrinya. Fabiola hanya bisa terdiam dan sudah merasa pusing dengan semua yang ia lihat dengan keadaan ia juga sedang hamil.
..
.
.
TBC
LANJUTTT????
KAMU SEDANG MEMBACA
OCCURSUM (KHALIFA & FABIOLA)
FanfictionPertemuan yang sangat tidak disengaja , dimana anak kecil yang sedang bermain dan terjatuh tiba2 bertemu dengan seorang malaikat yang membantunya. Apakah pertemuan ini akan berlanjut ataukah hanya sementara?
