63

251 48 5
                                        

Keesokan harinya.

Siang hari.

At kontrakan jihan.

Jihan dan renald sedang bersantai-santai di ruang tengah. Mereka berdua tidak melakukan apapun dikarenakan mereka tidak memiliki pekerjaan. Mereka berdua bangkrut karena renald sempat mengikuti judi online.

Sementara eden sedang makan roti yang diberikan oleh jihan. Eden sudah hampir 3 hari lebih tidak mandi dan tidak ganti pakaian. Ia hanya berdiam di kamar terus dan hanya termenung.

TOK.. TOKK.. TOKK

"PAKET" ucap kurir dari luar pintu.

"Iya.. bentar" jawab renald dan langsung berdiri dan mengecek orang yang mengetuk pintu itu.

Eden yang mendengar dari kamar ada seseorang yang mengetuk pintu depan masuk,  ia langsung berdiri dan menguping dari dalam kamar. Karena kamar yang ditempati eden hanya dekat pintu masuk.

CEKLEK.

"Permisi.. paket pak" ucap kurir itu setelah dibukakan pintu renald.

"Paket? Salah alamat kayaknya mas. Udah cari kesana aja" ucap renald yang hampir menutup kembali pintu itu.

"Ini Jalan Indah permai Lorong ke empat rumah ke enam kan pak?" Tanya kembai kurir itu.

Setelah mendengar itu, renald langsung membuka lebar pintu itu.

"Atas nama siapa mas?" Tanya renald.

"Jihan" jawab kurir itu.

"Sayang.. kamu pesen barang?" Tanya renald dan langsung menghadap ke belakang kearah jihan.

"Ohh iya aku lupa hehe. Aku pesen skincare sayang. COD sayang. Kamu ada duit gak?" Tanya jihan dan langsung berdiri.

"Berapa emang?" Tanya renald kepada jihan.

"Berapa mas? Lupa saya" ucap jihan yang bertanya kepada kurirnya.

"Dua ratus delepan puluh lima ribu buk" jawab kurir itu.

"Kamu gila ya? Mahal banget itu yang.. ga ada ga ada.. pokoknya aku gak bakal bayar.. BAYAR SENDIRI KAMU" balas renald dengan penekanan diakhir.

"Lohh .. kok kamu gitu? Aku ini istri kamu loh masa kamu gak mau biayain aku?" Tanya jihan.

"GAK BODO AMAT AKU. URUS DIRI SENDIRI" ucap renald yang sudah diselimuti emosi.

"OHHH JADI GITU KAMU SEKARANG HAAAA? OKEY KALAU GITU AKU PERGI AJA DARI SINI" ucap jihan sengaja mengucapkan hal itu agar renald mau membayarnya dan pura-pura mengeluarkan pergerakan untuk melangkah keluar rumah.

Renald yang mendengar itu, ia langsung teringat sesuatu dan langsung menahan jihan.

"Okeyy.. okey.. aku BAYAR" ucap renald dengan sangat terpaksa. Renald pun langsung mengeluarkan uangnya dari saku celananya.

"Ini mas.." ucapnya dan langsung memberikan uangnya kepada kurir itu.

"Oke pak makasih saya permisi" ucap kurir itu dan langsung pergi.

"Nah gitu kan enak. Kamu bayarin aku jadinya aku gak perlu keluar duit. Kamu tuh gimana si jadi suami" ucap jihan.

Renald terpaksa melakukan ini karena dirinya takut kalau jihan pergi meninggalkannya semua rencananya akn gagal untuk merebut harta khalifa.

Eden terus mendengar perbincangan antara jihan dan renalda dari dalam kamar. Ia mendengar semua percakapan, dan tiba-tiba saja ia mengambil sesuatu dan menulis sesuatu. Untungnya eden sudah boleh menulis walaupun tulisannya masih belum bagus.

...




.




.





TBC

LANJUTTT ??

OCCURSUM (KHALIFA & FABIOLA) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang