68

291 54 11
                                        

Keesokan harinya.

At kontrakan jihan dan renald.

"Sayang.. kamu bener kan kirim ke kantornya khalifa?" tanya jihan.

"Iya bener kok.. kemarin aja securitynya bilang kalau si khalifa ada di atas" jawan renald.

"Tapi kok sampe detik ini gak dateng-dateng juga dia ya. Apa jangan-jangan dia bawa polisi yang kesini?" tanya jihan.

"Halah kamu terlalu jauh pikirannya. Lagian mana mungkin dia bawa polisi, uang dua miliar bagi dia mah kecil yang palingin juga dia langsung kasih ke kita" ucap renald.

"Pokoknya kalau sampe dia bawa polisi, aku gak mau dipenjara. Kamu tanggung sendiri ya pokoknya aku gak mau hidup sengsara disana" ucap jihan.

"Lahh kamu juga yang mau kan, jadi tanggung sama-sama lah gimana sih" ucap renald yang menggerutu.

...

Back to khalifa.

Khalifa, fabiola dan ringgo sudah berada ditempat tujuan dimana lokasi eden diculik lebih tepatnya kontrakan yang ditempati oleh renald dan jihan. 

"Ini udah benerkan ini lokasinya?" tanya khalifa.

"Udah si khal. Yang gua liat di maps disini sih lokasinya. Dan kayaknya dilorong itu deh kontrakannya mereka" Jawab ringgo.

"Sayang.." panggil fabiola yang berada disamping khalifa yang sedari tadi menggenggam tangan khalifa.

"Kenapa yang?" tanya khalifa yang sedikit khawatir dengan fabiola karena tiba-tiba saja ekspresi wajah fabiola berubah.

"Kamu yakin kalau mereka itu gak bakal apa-apain kamu? Aku takut kamu kenapa-napa. Aku ikut aja ya kesana!" ucap fabiola.

"Sayang.. kan rencana kita diawal kalau kamu bakal tunggu disini. Lagian kan sebentar lagi polisi juga dateng. Dan kamu gak perlu khawatir, demi eden aku bakal jaga diri aku baik-baik dan juga diri untuk kamu juga" ucap khalifa yang langsung memeluk fabiola.

"Kalau kamu gak bisa nepatin janji kamu gimana?" tanay fabiola.

"Aku janji aku akan bawa eden dan aku bakal baik-baik aja. Kan kamu sendiri yang bilang kalau aku harus jadi khalifa yang kuat" Ucap khalifa dalam pelukan.

"Pokoknya kamu harus telepon aku kalau mereka berulah" ucap fabiola.

"EKHMM EKHMM" ringgo mengeluarkan suaranya menandakan seperti orang sedang dihiraukan oleh kedua sejoli itu.

"Panas banget ya siang ini.. berasa ada dua matahari nih" ucap ringgo. Khalifa dan fabiola menyadari itu dan langsung melepas pelukan satu sama lain.

"Emm khall.. gua mau kasih ini ke lu" ucap ringgo yang mengambil sesuatu di saku celananya.

"Apaan?" tanya khalifa.

"Ini.." ucap ringgo yang memberikan suatu barang berupa tombol.

"Apaan ini go?" tanya khalifa yang kebingungan.

"Jadi ini alat bisa bunyi kalau lu tindi tombol itu. Jadi nanti kalau semisalnya ada apa-apa lu langsung tindis tombol itu dan gua bakal kesana bareng sama polisi" jelas ringgo.

"Ohh oke. Thanks ya go" ucap khalifa.

"Ya udah, lu hati-hati okey" ucap ringgo.

"Siap-siap. Aku kesana dulu ya sayang. Doain aku" ucap khalifa yang memeluk fabiola kembali.

"Iya pasti yang" balas fabiola

...



.




.



TBC 


LANJUTT??

OCCURSUM (KHALIFA & FABIOLA) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang