FOLLOW NuraIleana
JANGAN LUPA VOTE, COMENT AND SHARE
HAPPY READING
•••
Anez dan teman-temannya sedang berada di kantin. Seperti biasa Anez selalu membawa bekal, hari ini dia bawa dimsum buatan Bi Ara yang dibuat saat sore kemarin Anez hanya menghangatkannya sebentar.
"Kalian mau gak? Aku bawa dimsum buatan Bi Ara." Tawar Anez.
"Mau, boleh Nez?" Izin Caramel.
"Boleh Kara ambil aja." Setelah dipersilahkan Caramel mengambilnya dan ternyata dimsumnya tidak kalah enak sama yang dijual di kantin.
"Itu ada rasa apa aja?" Tanya Naomi mulai tergiur.
"Ini rasa ayam, sampingnya rasa kornet, dan satu lagi rasa sosis." Tunjuk Anez mengenalkan semua rasa yang ada di dimsumnya.
"Enak banget saosnya, Nez. Tapi, rasanya ada yang beda dari saus biasanya." Komentar Caramel.
"Iya Kara, Bi Ara buat sendiri itu sausnya aku juga gak tahu cara membuatnya."
Tiba-tiba Mega dan kedua temannya datang ke meja mereka membuat nafsu makan Naomi berkurang.
"Nez, gue gabung sama teman-teman gue, ya." Mega langsung duduk begitu saja sebelum dipersilahkan.
"Boleh Mega."
Selama mereka makan Mega terus saja mengajak Anez berbicara, mau tidak mau Anez pun meresponnya yang sebenarnya dia tidak enak kedua temannya malah dicuekin oleh Mega. Tapi, selang beberapa menit Caramel duluan pergi dari kantin dia sudah kenyang, lagipula dia juga belum ganti baju olahraganya.
Naomi kesal dengan Mega yang cari muka dengan Anez, ia ingin sekali pergi meninggalkan kantin tapi dia tidak mau meninggalkan Anez sendiri.
Setelah menyelesaikan makanan mereka Mega dan teman-temannya berpisah di koridor sekolah mereka berbelok ke arah bangunan jurusan IPS. Tinggallah mereka berdua, Naomi yang sudah gatal ingin membicarakan sesuatu pada Anez.
"Nez, lebih baik lo jangan terlalu baik sama Mega," ungkap Naomi langsung.
"Memangnya kenapa, Nao. Lagipula dia baik," jawab Anez apa adanya.
"Nez, coba buka mata lo dia gak baik buat lo, Nez. Lo harus percaya sama gue." Kekeh Naomi.
"Naomi, aku gak tau kenapa kamu bilang gitu. Tapi, aku minta maaf kalo gara-gara tadi aku terlalu asik sama Mega sampai lupa ada kamu sama Caramel." Tegas Anez.
"Nez, gue gak masalah lo mau ngobrol sama siapapun terserah. Gue minta tolong lo jangan terlalu dekat dengan Mega." Putus Naomi.
"Maaf aku duluan Nao, sebentar lagi mau masuk kelas aku harus ambil buku paket dulu ke perpustakaan." Anez pergi begitu saja tanpa mau mendengar penjelasan Naomi.
Naomi yang melihat punggung Anez menjauh dengan tatapan sendu. Tapi, ekspresi itu berubah menjadi sinis. "Jangan merasa menang, lo bakal menyesal dengan tindakan lo."
~•~
Lembar demi lembar Anez cek tidak terlewat satu pun. Karena fokus dengan buku paket dia tidak menyadari ada yang menghampirinya diam-diam.
"Dor! Serius amat, Mbak." Kekeh Brayn.
Anez terjengkit, ia kaget dengan kehadiran Bryan yang mengagetkannya.
"Brayn, untung saja jantung aku masih di tempat." Kesal Anez.
"Habisnya fokus banget padahal dari tadi aku lihat kamu lewat ku kira bakal disapa ternyata lewat aja," cebik Brayn.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHENA
JugendliteraturKehilangan dan rahasia terus menghantui Anez. Dari kematian orang tuanya, hingga ia mengetahui rahasia tentang kematian ayahnya dan penyakit yang disembunyikan ibunya membuatnya meninggal. Namun, adanya Ethan memberikan warna dan arti cinta sesunggu...
