Haloha Sahabat Nura balik lagi, gak sempet update mungkin bisanya sekarang karena lagi banyak keperluan di real life.
Happy reading
•••
"enak tidak ucapan kita gak didengar oleh orang lain?" Tandas Papi Isya tajam.
"Enggak." Geleng Ethan dengan suara lirihan.
"Seperti itu perasaan papi sama mami ucapannya gak didengar anaknya, papi kerja juga buat kamu, buat kemajuan kamu. Bagaimana mau dikatakan anak sukses disuruh belajar malah gamau, malah kelayapan."
Huft, Ethan hanya bisa menghela nafas. Sungguh diposisi ini berat banget apalagi papinya sudah sangkut pautkan kesuksesan dengan belajar, kalo saja Ethan berani bilang apa boleh saja sekali buat merefleksikan otak atau main sejenak, jangan sering didoktrin harus belajar belajar belajar tanpa kebebasan disana.
"Tugas kamu adalah belajar Ethan, bukan kelayapan, kamu itu tugasnya belajar sama belajar itu pun kamu sulit lakukan," ucap papi Isya panjang lebar dengan nada berapi-api.
Tidak lama Claudia sang mami datang sedikit tergopoh." Pi udah kita makan malam dulu, papi kan punya asam lambung jangan sampe telat bisa bahaya," tutur mami Claudia lembut sembari mengusap bahu sang suami untuk menenangkan.
Papi isya tidak banyak bicara langsung berdiri dan bergegas pergi ke ruang makan, sedangkan Ethan kaget mendengar penuturan maminya, kenapa sudah jam 10 belum makan malam berarti sudah lewat dua jam yang lalu.
"Ethan." Panggil mami Claudia lembut namun tegas.
"Kamu liat kan papimu marah besar, sampai melewatkan jam makan malam demi nunggu kamu."
"Maaf kan Ethan mi." Ethan langsung menunduk dan menciumi tangan sang ibu.
"Sekali aja kamu nurut sama orangtua, kalo papi kamu suruh belajar di rumah ya turuti." Tangan kirinya mami Claudia yang masih kosong dia gunakan untuk mengusap rambut anaknya yang tebal.
"Iya mi, tapi Ethan gak bisa janji," ucap Ethan dan diakhiri ucapannya didalam hati.
~•~
Langit membiru cantik sangat merona, angin segar bahkan terdengar hingga balkon, hordeng kamar menari seirama dengan alunan anginnya.
Anez sedang bersiap di kamarnya dia sedang mempersiapkan buku tulis dan alat tulis lainnya ke dalam buku.
Setelahnya dia bergegas turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuknya dan bekal untuk dibawa ke sekolah, karena Sahara atau sering dipanggil bi Ara datangnya jam 8 jadi pagi ini anez sendiri yang menyiapkan.
Nasi goreng kari, kebetulan kari ayam kemarin belum habis jadi dicampurkan kedalam nasi agar menjadi tim yang sempurna. Daripada dibuang jadi mubazir lebih baik dibuat untuk menu lain yang lebih sederhana dan enak.
Aroma nasi goreng tercium harum, nasi goreng itu dimasukkanlah kedalam kotak makan untuk dijadikan bekal nanti dan sisanya ditaru kedalam dua piring untuknya dan sang kakak.
Anez menaiki tangga satu persatu, lalu mengetuk pintu kamar Abram.
"Kak Al, ayo sarapan dulu atau mau aku bawa ke atas," ucapnya namun tidak ada jawaban dari sang pemilik kamar ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHENA
Fiksi RemajaKehilangan dan rahasia terus menghantui Anez. Dari kematian orang tuanya, hingga ia mengetahui rahasia tentang kematian ayahnya dan penyakit yang disembunyikan ibunya membuatnya meninggal. Namun, adanya Ethan memberikan warna dan arti cinta sesunggu...
