FOLLOW NuraIleana
JANGAN LUPA VOTE, COMENT, AND SHARE
HAPPY READING
•••
Ethan yang mendengar jawaban Anez membuatnya mati kutu. Dia kelihatan banget kurang pemahaman agama, sedangkan yang dia deketin backingannya Allah.
"I-iya, sih. Jadi lo mau terima atau enggak, nih." Dahi Ethan mengernyit bingung.
"Ma-maksudnya bukan. Ayahku dulu pernah bilang sama aku, kalo aku udah mulai menyukai seseorang ingatlah bahwa keluargamu lebih menyayangimu. Aku gak paham saat itu, terus ayah bilang lagi bahwa tidak ada perintah untuk pacaran yang ada perintah untuk menikah sebagai bentuk ibadah. Dan aku sekarang paham maksud ayah." Gugup Anez.
"Jadi, lo maunya nikah sama gue?" Goda Ethan. Anez yang mendengarnya pipinya langsung memerah.
"Bu-bukan..."
"Jadi, lo juga suka sama gue?" Goda Ethan lagi.
Sedangkan Anez menunduk malu, dia tidak tahu harus bilang apa tiba-tiba mulutnya terkunci, dan jantungnya berdebar sangat kuat.
"Hanya Allah yang tahu tentang perasaanku," lirih Anez.
"Jadi, beneran? Lo juga suka sama gue." Girang Ethan. Namun, suara klakson mobil menyadarkan mereka berdua.
"Aku duluan. Assalamualaikum," ucap Anez. Dia berjalan dan masuk ke dalam mobilnya dengan wajah memerah.
"Tunggu gue lamar lo!" Teriak Ethan senang.
Di dalam mobil bibir Anez tidak bisa memudarkan senyum. Sungguh entah harus dibawa kemana mukanya dia malu dan senang sekaligus.
Apalagi teriakan Ethan tadi terdengar jelas olehnya. Apakah dia harus menari saat ini untuk menunjukkan bahwa dia sedang bahagia? Oh tidak, yang ada dirinya disebut orang gila.
"Neng Anez, Mang Adi lihat-lihat kayak lagi senang. Aya naon, Neng?" Tanya Mang Adi dari tempat kemudinya.
"Enggak, Mang Adi. Pingin senyum aja." Gugup Anez.
"Mang Adi mah bungah pisan, Neng Anez terus seperti ini, ya. Selalu tersenyum." Nasihat mang Adi.
~•~
Dari tadi Anez celingak- celinguk seolah-olah sedang mencari seseorang. Sekarang waktunya Nightshade tampil lagi, tapi diantara teman-temannya tidak ada Ethan. Bahkan mereka sudah memulai musiknya, apa Ethan benar-benar gak akan datang? Entahlah, Anez mencoba fokus dengan pekerjaannya.
"Anez, ini ada pesanan 500 porsi untuk minggu depan," ucap salah satu karyawan wanita yang bertugas sebagai admin.
"Eh, iya gimana?" Tanya Anez karena tadi dia kurang fokus.
"Ini ada pesanan atas nama Lidiawati untuk 500 porsi minggu depan," ulang karyawan itu.
"Alhamdulillah, untuk pengirimannya gimana. Kita yang kirim atau dia yang ambil sendiri?" Tanya Anez.
"Katanya dia ingin menyewa karyawan Kedai Setengah Hati untuk menyediakan makanannya disana, Bu Lidia juga sudah menyediakan tempat untuk memasak, katanya untuk acara ulang tahun anaknya." Jelas karyawan itu.
"Ya sudah, yang datang ke rumah Bu Lidia ini dua orang dari bagian dapur, gimana? Menurut kamu cukup gak?" Tanya Anez meminta saran.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHENA
Teen FictionKehilangan dan rahasia terus menghantui Anez. Dari kematian orang tuanya, hingga ia mengetahui rahasia tentang kematian ayahnya dan penyakit yang disembunyikan ibunya membuatnya meninggal. Namun, adanya Ethan memberikan warna dan arti cinta sesunggu...
