FOLLOW NuraIleana
VOTE, COMENT, AND SHARE
HAPPY READING
•••
Ethan berdiri terpaku di depan pintu lapas, perasaannya kacau. Rasa penyesalan yang mendalam menyelubungi dirinya. Setiap langkah yang ia ambil dalam kedekatannya dengan Anez terasa salah. Ia sudah terlalu terlambat menyadari betapa besar kesalahannya. Keputusannya untuk mempercayai orang lain, memandang Anez dengan curiga, dan membiarkan keraguan menghancurkan hubungan mereka kini menyesakkan dadanya.
Jika bisa memilih, Ethan ingin kembali ke saat-saat ketika semuanya berubah. Ia ingin menjadi orang pertama yang mempercayai Anez dan melindunginya. Namun, semuanya hanya menjadi angan belaka. Semua itu sudah terlambat.
Dengan perasaan yang hampa, Ethan bergegas menuju rumah Naomi dan Caramel, yang sebelumnya ia dapatkan alamatnya dari teman sekelasnya. Ia berharap mereka mengetahui keberadaan Anez-sahabat-sahabat Anez yang mungkin tahu lebih banyak.
Sedangkan di rumah Naomi, ia mendapatkan surat kaleng yang entah dari siapa pengirimnya.
"Non, ada surat katanya buat Non Naomi," ujar pelayan, memberitahukan Naomi.
"Dari siapa?" tanya Naomi dengan heran.
"Tidak tahu, tadi cuma ada kurir bilangnya untuk Non Naomi. Kalau ada hal-hal yang mencurigakan, biar saya buang saja suratnya," usul pelayan.
"Tidak perlu, terima kasih," jawab Naomi sambil mengambil amplop putih bertuliskan untuk Naomi.
________
Surat untuk Naomi
Naomi, kamu adalah teman dan sahabat satu-satunya yang aku idam-idamkan. Kamu punya jiwa pemberani dan tidak takut menegur orang kalau mereka melakukan kesalahan. Terimakasih sudah menerima aku apa adanya. Sebenarnya, tidak ada yang namanya mantan teman atau mantan sahabat, tapi kita lebih baik seperti ini saja. Aku sangat berterima kasih karena kamu mau menerima aku. Aku tahu, kamu menjauhiku bukan karena membenciku, tapi ada seseorang yang selalu mengawasi aku. Sudah cukup, Naomi, kamu sudah cukup membantuku dengan menjauhiku. Aku tidak mau kamu celaka atau terlalu dalam terlibat dengan masalah keluargaku. Aku pamit pergi, Naomi. Maaf kalau aku tidak bisa bertemu dan berpamitan dengan kalian. Semoga pesan ini bisa tersampaikan, dan kalian mengerti keadaanku. Jangan pernah lupakan aku. Selalu ada dalam doa kalian.
Salam sayang,
Anez
~•~
Sementara itu, di rumah Caramel, ia juga sedang membaca surat dari Anez sembari meneteskan air mata.
________
Surat untuk Caramel
Caramel, terima kasih sudah menjadi sahabat sejati bagi aku. Kalian memberiku keberanian untuk bertahan meskipun dunia terasa sangat berat. Terima kasih sudah menerima aku apa adanya. Sebenarnya, tidak ada yang namanya mantan teman atau mantan sahabat, tapi kita lebih baik seperti ini saja. Aku akan sangat merindukanmu, temanku yang polos, lemot, dan cengeng. Jangan terlalu lama menangisi aku, ya cantik. Mungkin dengan kepergianku ini adalah jalan terbaikku. Jangan pernah lupakan aku. Selalu ada dalam doa kalian.
Salam sayang,
Anez
______
Naomi membaca surat itu dengan hati yang berat. Caramel, di sisi lain, tak bisa menghentikan air matanya. Setiap kata yang tertulis seperti menyayat hati mereka. Mereka tahu betapa besar cinta Anez kepada mereka semua, namun kini Anez sudah pergi, dan mereka hanya bisa merasakan kehilangan yang begitu dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHENA
Novela JuvenilKehilangan dan rahasia terus menghantui Anez. Dari kematian orang tuanya, hingga ia mengetahui rahasia tentang kematian ayahnya dan penyakit yang disembunyikan ibunya membuatnya meninggal. Namun, adanya Ethan memberikan warna dan arti cinta sesunggu...
