BAB 56 ; Seorang Penjahat

11 1 0
                                        

FOLOW NuraIleana
VOTE, COMENT, AND SHARE

HAPPY READING

•••

Baru saja Anez sampai di sekolah seluruh pasang mata seolah menghunjamnya. Anez bingung kenapa mereka seolah-olah merasa marah dan jijik secara bersamaan.

Perasaan Anez seketika tidak enak. Dia berjalan mengacuhkan setiap pandangan dari mereka. Namun, saat akan menaiki tangga langkahnya terhenti saat mendengar  sekumpulan siswi membicarakannya.

"Alim aja gak cukup, ya. Baru aja kemarin kakaknya kena kasus narkoba sekarang adiknya lebih parah," sinis salah satu dari mereka.

"Wow, kasus apa adiknya. Oh, gue ingat bukannya penusukan, ya." Bisik perempuan berambut keriting.

"Tapi kan dia mah udah biasa sama pisau, Lin. Tiap hari kan dia selalu masak ayam di kedainya..."

"Ouh, jangan bilang daging yang dia jual daging manusia? Iyuh."

Teori mereka salah bahkan lebih ke fitnah. Anez pergi dari sana bahkan telinganya sudah panas. Dia harus menemui Ethan, dia harus meluruskan masalahnya.

Anez menunggu di depan kelas, walaupun pandangan mereka pada Anez membuatnya risih tapi dia tidak memperdulikan itu. Anez berharap dia bisa bertemu dengan Ethan. Tapi suara bel terdengar Anez harus segera masuk kelas.

Biasanya Caramel dan Naomi menyapanya kali ini mereka seperti menghindarinya. Apalagi semenjak ujian kursinya berubah menyesuaikan nomor absen.

Rasanya Anez ingin menangis sepertinya berita tentang penusukan itu sudah menjadi rahasia umum. Tapi, Anez berusaha menahan air matanya dia harus meluruskan masalah ini.

~•~

Satu persatu orang keluar kelas karena ujian pertama sudah selesai tinggal menunggu satu jam lagi untuk mengerjakan ujian kedua.

Di kelas tinggallah Anez, Caramel dan Naomi. Anez menghampiri mereka berdua, ia berharap sahabatnya tidak percaya dengan issue yang sudah terjadi.

"Naomi, Kara. Kalian tidak percaya, kan, aku tidak mungkin melakukan itu, kalian tidak percaya, kan? Ku mohon kalian jawablah," lirih Anez.

"Gak ada yang harus dijelaskan lagi, Nez. Kara, kita keluar." Naomi menarik tangan Caramel.

Belum sampai pintu langkah Naomi sama Caramel terhenti oleh perkataan Anez. Mereka tidak berbalik sama sekali tapi telinganya jelas mendengarkan.

"Apa kalian juga menganggap aku orang jahat iya, kan? Aku emang orang jahat, jadi lebih baik kalian pergi aja percuma berteman dengan orang jahat sepertiku," lirih Anez. Setelahnya Naomi pergi sembari menarik tangan Caramel.

Hari ini Aldi tidak hadir untuk mengikuti ujian, ia masih di rumah sakit menunggu Aisyah sadar dari koma setelah berjam-jam operasi. Padahal Anez berharap bisa bertemu Aldi untuk meluruskan masalah kenarin bahwa bukan dia pelakunya.

Kaki Anez melangkah keluar, banyak siswa siswi yang sedang membaca materi yang akan diujiankan nanti. Biasanya mereka dengan ramah mengajaknya untuk belajar bersama, tapi kali ini pandangan mereka seperti menatapnya adalah seorang penjahat.

Mata Anez celingukan melirik kearah kanan dan kiri siapa tahu Ethan berada disana, tapi sudah beberapa menit dia sama sekali tidak melihat Ethan.

Tidak sengaja Anez melihat Carel, Ezra dan Le, ia langsung menghampiri mereka.

SHENATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang