07 - Shocked

23.5K 3.2K 774
                                        

"Baekhyun-ssi kau tertidur?" tanya Sena, sementara matanya menatap langit-langit kamar--lebih tepatnya kamar Baekhyun.

Kenapa Sena tetap disini?

Dan kenapa dia tidur di kamar pria itu?

Tentu saja karena permintaan pria itu, dan Sena tidak bisa menolak setelah mendengar kata-kata pria itu.

"Bukankah kau merasa berhutang budi padaku? Aku akan menganggap hutangmu itu lunas jika kau menemaniku. Aku tidak ingin sendirian."

Ekor mata Sena melirik-lirik ke arah bawah dimana tempat pria itu tidur.

Ya, Sena tidur di ranjang dan pria itu tidur di bawah dengan memakai kasur lipat.

"Baekhyun-ssi bagaimana jika kau tidur di atas saja? Aku akan tidur di bawah."

"Tetaplah diam disitu. Kecuali jika kau mau tidur satu ranjang denganku," gumam Baekhyun.

"Apa lukamu masih terasa sakit?" tanya Sena.

"Hm, sedikit," jawab Baekhyun masih dengan mata terpejam.

"Besok kau harus segera ke rumah sakit."

"Hm."

"Baekhyun-ssi aku khawatir tubuhmu akan semakin terasa sakit. Jadi lebih baik kau tidur di atas dan biarkan aku yang tidur di bawah."

"Jadi ayo bangunlah dulu dan pindah ke--omo, omo kenapa kau tiba-tiba naik kesini?" tanya Sena saat melihat Baekhyun menaiki ranjang dan berbaring di sebelahnya.

"Bukankah kau yang menyuruhku untuk pindah ke atas?"

Sena mengerjap. "Ba..baiklah. Aku akan pindah ke bawah."

Tapi tangannya tertarik.

"Tidak. Tidur saja disini," ujar pria itu.

"A...pa?"

Dengan santai pria itu menarik tubuhnya dan memeluknya. "Biarkan seperti ini. Aku kedinginan."

"Apa ini? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau selalu bertindak tanpa aba-aba apapun?"

"Aku tidak suka basa-basi," balas pria itu.

"Maka dari itu aku langsung menciummu dari pada meminta izin padamu terlebih dahulu."

Mendadak Sena kembali teringat dengan kejadian beberapa jam yang lalu. Pipinya mendadak bersemu merah.

"Ke...napa kau melakukannya? Ke...napa kau menciumku?"

Bagus sekali. Pertanyaan yang sama untuk dua pria yang berbeda.

Astaga, bukankah tadi dia sedang berbicara dengan Yixing di telepon?

Bahkan Sena belum mendengar apa alasan pria itu se-enak jidat menciumnya begitu saja malam itu.

Memang, itu hanya ciuman. Seharusnya Sena tidak bersikap berlebihan seolah-olah Yixing melakukan hal lebih padanya.

Tapi bedanya, Yixing yang menciumnya.

Zhang Yixing yang merupakan penyelamatnya dan orang yang sudah dia anggap sebagai kakak.

Terasa aneh dan canggung saat pria itu melakulan hal itu padanya.

"Pertanyaan konyol, aku tidak perlu menjawabnya." Suara Baekhyun membuat Sena tersadar kembali dari lamunannya.

Sena berusaha melepaskan tubuhnya. Namun pria itu menahannya.

"Ingat hutangmu. Anggap ini sebagai penebusan hutangmu itu."

AnimosityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang