21 - The Beginning Of Suffering

19.3K 2.6K 551
                                        

Sena meringis kesakitan saat pria yang kini berstatus menjadi suaminya mencengkram lengannya dan menariknya untuk mengikutinya.

Sena berontak, tentu saja. Beberapa kali Sena berusaha menghentikkan langkahnya dan berusaha melepaskan tangannya dari Baekhyun. Tapi sayangnya sia-sia.

"Lepaskan tanganku, aku tidak ingin bersamamu!"

Baekhyun menarik Sena untuk masuk ke kamar dan segera menutup pintu. Pegangannya terlepas dan Sena terduduk di tepi ranjang. Perlahan mulai beringsut mundur.

Baekhyun ikut duduk di hadapan Sena. "Kau takut?"

Sena memeluk dirinya sendiri, yang kini mulai kedinginan karena masih mengenakan gaun pengantinnya yang cukup sedikit terbuka.

Tangannya bahkan tidak berhenti gemetar sejak dia tau yang sebenarnya.

Baekhyun memajukan wajahnya. "Park Sena."

"Jangan sebut namaku."

Baekhyun semakin memajukan wajahnya. "Kenapa? Kau takut padaku sekarang?"

Kilasan-kilasan mengerikan yang terjadi padanya 7 tahun lalu kembali berputar-putar dalam pikirannya.

"Jangan sentuh aku," ujar Sena dengan suara yang hampir terkecat.

Baekhyun menyentuh lengan Sena. Membuat sekujur tubuh Sena langsung menegang dan merinding.

Tangan itu, tangan hangat yang selalu digenggamnya selama beberapa bulan ini. Tapi nyatanya, itu tangan yang sama dengan tangan yang sudah menjamah tubuhnya dengan kurang ajar 7 tahun yang lalu.

Sena masih ingat. Semuanya terekam dengan jelas dalam ingatannya. Dan bodohnya kau tidak mengenalinya, Park Sena.

"Jangan sentuh aku!" Sena menepis tangan Baekhyun membuat Baekhyun terkekeh.

Sekilas pandangannya teralih pada bekas luka di lengan Baekhyun yang mengintip dibalik kaos yang dikenakan pria itu.

"Kenapa? Merasa familiar dengan bekas lukaku? Jelas saja, kau pernah melihatnya 7 tahun yang lalu disaat kita sedang——"

"Hentikan!" Sena menutup kedua telinganya.

Lucu sekali. Sena pernah menolak pernikahan ini karena alasan kesuciannya. Nyatanya Sena mengatakan dirinya kotor pada pria yang sudah mengotorinya.

Begitu bodohnya kau, Park Sena.

Baekhyun menarik Sena untuk berbaring, otomatis kini dia setengah menindih Sena dalam posisi duduknya. "Kenapa juga kau harus repot-repot lari ke gedung tua itu? Bukankah ini malam pernikahan kita?"

Byun Baekhyun yang dikenalnya sebagai pria hangat, kini berubah dalam waktu sekejap.

Tatapannya begitu dingin, sedingin sikap dan perkataannya pada Sena sekarang.

"Kau...menipuku," lirih Sena.

"Benarkah? Dan aku berhasil bukan?" Baekhyun menarik tali gaun pengantin di pinggang Sena.

Dengan cepat Sena menahannya. "Bajingan."

"Dan kau kini sangat mencintai si bajingan ini bukan?" balas Baekhyun, menjauhkan kembali tangannya.

"Kau tau, kau benar-benar tumbuh menjadi wanita dewasa yang menawan. Aku akui, kau memang cantik dan banyak di luar sana para pria yang selalu mengejarmu. Bahkan ayah kandungmu sendiri."

"Tapi nyatanya kau sudah menjadi milikku bahkan sejak 7 tahun yang lalu bukan?" Baekhyun menyeringai.

"Aku bukan milikmu, bajingan." Sena memalingkan wajahnya.

AnimosityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang