Baekhyun menyandarkan punggungnya di mobilnya. Kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celananya. Matanya kembali melirik ke arah rumah disebelahnya.
Sudah hampir setengah jam. Kenapa Sena belum juga keluar dari rumah? Bukankah dia harus pergi bekerja di restoran?
Baekhyun beralih pada jam tangannya. Jika seperti ini, dia yang akan terlambat.
Baekhyun hendak menelpon Sena, ekor matanya melirik ke arah wanita paruh baya yang melewatinya. Bahkan melewatinya begitu saja seolah dirinya tidak ada.
Namun langkah wanita itu terhenti. "Tidak usah menghubungi Sena. Dia sudah berangkat kerja diantar oleh Yixing."
Baekhyun menurunkan ponselnya dan menoleh ke arah wanita yang Sena perkenalkan sebagai bibi Camelia itu.
Pria itu hendak membuka mulutnya kembali, namun dengan cepat wanita itu menyela. "Jangan berani-beraninya mendekati putriku."
Baekhyun mengangkat satu alisnya dan menatap wanita itu bingung.
"Sena memang bukan putri kandungku. Tapi aku sudah menganggapnya sebagai putriku sendiri. Jangan mendekatinya dan mencelakainya. Aku tidak akan membiarkan satu jengkalpun bagian tubuh putriku terluka."
Baekhyun tersenyum samar. "Kenapa kau berpikiran aku akan mencelakai Sena?"
"Kau adalah pria jahat. Kau hanya mendekatinya untuk mencelakainya. Jadi jauhi dia atau kau akan tau akibatnya!" teriak wanita itu.
"Berhenti mendekati putriku dan menjebaknya untuk jatuh cinta padamu lalu pada akhirnya tidak bisa lepas darimu!"
Baekhyun menghela napas. "Tapi sepertinya dia benar-benar sudah jatuh cinta padaku. Dan aku tidak akan melepaskannya begitu saja."
"Lepaskan dia! Jauhi dia! Pergi dari hidupnya! Jangan pernah menyakiti dia!"
Baekhyun mendekat. "Kenapa kau harus setakut itu? Aku ini seorang jaksa. Kau tidak percaya pada seorang jaksa?"
"Untuk apa aku percaya pada jaksa jahat sepertimu."
Baekhyun tersenyum kecut. "Sena adalah gadis yang polos. Dia bahkan mudah percaya pada orang. Dia tidak akan tau jika seseorang akan menikamnya kapan saja."
"Dan kaulah orang yang akan menikamnya! Kau akan melenyapkannya bukan?"
Baekhyun menghembuskan napasnya. Menatap wanita itu cukup lama sebelum akhirnya masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi.
Camelia menatap mobil yang perlahan-lahan sudah tidak terlihat lagi olehnya.
"Tidak akan kubiarkan kau membunuh Sena putriku."
***
Sena merentangkan tangannya ke atas. Ini masih sore, dia pulang lebih cepat. Jarang-jarang dia bisa pulang lebih awal seperti ini.
Yang ada dipikirannya hanya satu. Tidur.
Tangannya membuka pagar rumah. Dia hampir terlonjak saat tiba-tiba ada sebuah tangan yang menyentuh lengannya.
"Aish. Kau mengagetkanku saja."
Baekhyun terkekeh. "Kau pulang lebih cepat?"
Sena mengangguk. "Ya. Kau juga pulang lebih cepat?"
Baekhyun ikut mengangguk. "Kenapa kau tidak memintaku untuk menjemputmu dan tadi pagi kau...."
KAMU SEDANG MEMBACA
Animosity
Fanfiction(COMPLETED) Byun Baekhyun, seorang jaksa tampan yang datang dalam kehidupan Park Sena secara tiba-tiba. Dengan semua perkataan dan tingkah manisnya, berhasil meluluhkan Sena. Pesona dan kebaikan pria itu berhasil menarik Sena untuk membuka ruang hat...
