"Ada apa? Kenapa kau hanya diam saja?" tanya Baekhyun saat melihat Sena hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa berniat memakannya.
Sena mendongkak. "Baekhyun. Bagaimana jika kita putus saja?"
"Ada apa denganmu? Sejak satu bulan yang lalu setelah aku melamarmu, sikapmu berubah dan sekarang kau ingin mengakhiri hubungan kita? Kau pikir ini lelucon?"
Sena menghela napas. "Aku tau kau sangat ingin menikah dan memang sudah waktunya kau menikah. Jangan menungguku, karena sudah kubilang aku tidak bisa menikah denganmu."
"Masih banyak wanita yang lebih baik di luar sana untuk menjadi istrimu."
Baekhyun meletakkan sendoknya cukup kencang. "Tapi aku ingin menikah denganmu Sena."
Sena ikut menyimpan sendoknya dan memalingkan wajahnya. "Kurasa ini semua salahku. Seharusnya aku tetap menutup hatiku rapat-rapat. Seharusnya aku tidak membiarkanmu memasuki kehidupanku."
"Seharusnya aku tidak membiarkan perasaanmu padaku semakin jauh. Seharusnya aku menolakmu sejak awal."
"Tapi kenapa?! Apa alasannya?!" nada suara Baekhyun mulai meninggi membuat perhatian orang disekitar ini melirik ke arah mereka.
Baekhyun mengusap wajahnya gusar lalu bangkit dan menarik tangan Sena. "Kita bicarakan di mobil."
Kini mereka ada di dalam mobil dan sudah saling berdiam-diaman cukup lama sebelum akhirnya Baekhyun membuka suara.
Baekhyun meraih tangan Sena dan memasangkan cincin ke jari manisnya. "Menikahlah denganku dan jadi istriku hm?"
Sena menggeleng. "Aku tidak bisa."
"Kenapa? Apa alasannya? Katakan padaku!"
Sena tersenyum samar. "Banyak hal yang belum kau ketahui tentang diriku."
"Kalau begitu ceritakan padaku tentang dirimu. Lalu setelah itu menikah denganku."
"Bahkan setelah kau mendengar semuanya, aku ragu kau masih mau menikah denganku," jawab Sena.
"Kita akhiri saja. Aku tidak mau kau terluka karena diriku." Sena memalingkan wajahnya.
"Aku tidak mengerti jika kau tidak menceritakannya padaku. Ayolah, katakan alasannya Sena." Baekhyun menggenggam tangan Sena.
"Aku tidak ingin mengatakannya. Yang jelas aku tidak mau melanjutkan lagi hubungan ini denganmu."
Sena melepas cincin itu dan memberikannya pada Baekhyun. Saat dia hendak membuka pintu mobil, Baekhyun menahannya dan menutupnya kembali. Tanpa ragu langsung menginjak pedal gas.
Mobil yang dikendarai pria itu melaju sangat cepat. Emosi pria itu memuncak mendengar penolakan Sena yang tanpa alasan.
Sena berpegangan kuat. "Kau gila? Hentikan mobilnya!"
Baekhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan menggila. Rahangnya mengeras.
"Byun Baekhyun!" teriak Sena
Sena berpegangan semakin kuat, dan Baekhyun masih dikuasai amarah. Sena memejamkan matanya ketakutan. "Aku bilang hentikan!"
"Aku akan menghentikkan mobilnya jika kau mau menikah denganku."
Sena menoleh. "Jangan gila Byun Baekhyun! Kau ingin mati?!"
Baekhyun menyeringai. "Bagus, kita akan mati bersama."
"Dasar gila!" teriak Sena.
"Ya aku memang gila. Jika kau ingin aku menghentikkan mobilnya, katakanlah kau akan menikah denganku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Animosity
Fanfiction(COMPLETED) Byun Baekhyun, seorang jaksa tampan yang datang dalam kehidupan Park Sena secara tiba-tiba. Dengan semua perkataan dan tingkah manisnya, berhasil meluluhkan Sena. Pesona dan kebaikan pria itu berhasil menarik Sena untuk membuka ruang hat...
