Special Chapter - Death And New Life

16.4K 2.5K 322
                                        

"Pengacara Zhang. Jangan memarahiku."

"Bagaimana aku tidak memarahimu jika nilaimu seperti ini? Kau tidak belajar ya?"

"Aku belajar. Iya belajar sambil ketiduran hahahaha."

"Sini kau!"

"Tidak! Tidak! aku bercanda!"

"Kemari Sena!"

"Apaaaaaaaa? Aku tidak dengar!"

"KEMARI!"

***

"Pengacara Zhang tidak punya kekasih? Tidak laku ya?"

"Jangan sembarangan bicara."

"Kenyataannya memang benar. Pengacara Zhang sepertinya tidak laku. Pengacara Zhang——"

"Bisa tidak jangan memanggilku Pengacara Zhang, Pengacara Zhang, dan Pengacara Zhang terus menerus?"

"Heol. Kau sendiri yang menyuruhku memanggilmu begitu. Kenapa sekarang protes?"

"Tapi telingaku pusing mendengarnya."

"Memangnya telinga bisa pusing? Bukannya kepala yang biasanya pusing?"

"Terserah kau saja lah."

"Yixing oppa! Aku akan memanggilmu seperti itu! Tapi imbalannya belikan aku es krim!"

***

"Berhenti bekerja. Sudah kubilang aku yang akan membiayai sekolahmu."

"Tidak usah oppa. Lagi pula aku senang bekerja."

"Tapi kau terlalu kecil untuk bekerja seperti ini."

"Terlalu kecil? Hey! Umurku sudah 18 tahun! Aku juga bisa menjaga diri. Jadi lebih baik kau tabung uangmu untuk menikah dan membiayai anak-anakmu nanti."

"Aigoo.....pikiranku saja tidak sejauh itu."

"Kenapa? Memangnya kau tidak akan menikah? Bagaimanapun juga seorang pria membutuhkan wanita dalam hidupnya. Maka dari itu kau harus mempersiapkannya sejak sekarang."

"Lihatlah siapa yang berbicara ini. Gadis 18 tahun menasihati pria 24 tahun."

"Aku ini memang sudah dewasa tau!"

***

"Sekarang apa yang membuatmu menangis lagi? Kau dicampakkan kekasihmu?"

"Apa-apaan aku tidak punya kekasih!"

"Lalu kenapa menangis?"

"Pusy....mati...."

"Siapa pusy? Temanmu? Lalu kenapa kau disini tidak ke pemakamannya? Ayo aku antar."

"Dia kucing milik tetangga di sebelah."

"Kucing?! Kau menangisi kucing yang mati?"

AnimosityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang