Seoul, 7 tahun yang lalu.
"PERGI KAU!!"
"KAU SUDAH MEMBUAT PUTRAKU TIADA! ANAK TIDAK TAU DIUNTUNG!"
Nenek So Hee berteriak sambil terisak, mendorong-dorong tubuh Sena. Sena ikut menangis, "Ayah...."
"Dia bukan ayahmu!"
"Nenek. Kumohon, aku mau....melihat ayah..." Sena mengusap air matanya.
"Kau bahkan tidak merasa malu masih memanggil dia ayahmu? Sebenarnya apa yang kau lakukan? Kau menyuruhnya menemuimu dan pada akhirnya dia meninggal?! Kau anak pembawa sial!" teriak Nenek So Hee.
Nenek So Hee mendorong Sena ke luar dari funeral hall. Sena mencoba masuk kembali dan neneknya mendorongnya kembali, membuat dia jatuh tersungkur.
Sena memegangi lututnya yang terluka. Dia meringis, ditambah luka-luka di bagian tubuh lainnya juga terasa semakin sakit.
"Pergi! Jangan menampakkan lagi wajahmu di depanku! Mulai sekarang kau bukan bagian keluarga ini lagi! Pergi kau! Pergi!!!!!!"
Sena menatap ibunya yang ada di belakang neneknya. "Ibu...."
Ibunya menatapnya berkaca-kaca sebelum akhirnya mengusap air matanya dan lebih memilih memapah neneknya untuk masuk kembali.
Sena mengusap air matanya dan berusaha bangkit. Dia masih menangis. Karena jika dia sudah menangis, maka akan sulit untuk berhenti.
Dan Sena pada akhirnya menangis sendirian, dengan memeluk lututnya di tempat yang tidak jauh dengan funeral hall.
Tubuhnya bahkan terasa remuk, sudut bibirnya terasa perih. Dia menyentuh pipinya, pipinya juga sakit karena mendapatkan tamparan berkali-kali dari pria jahat yang tak dikenalnya itu.
Telapak kakinya juga terluka karena dia sama sekali tidak memakai alas kaki. Seragamnya kotor, tubuhnya juga kotor.
Tangisannya semakin kencang mengingat kembali apa yang dilakukan pria jahat itu padanya.
Di hari ulang tahunnya dia kembali merasakan kepahitan. Kegadisannya direnggut, ayah tirinya meninggal, dia diusir dan tidak diakui lagi.
Betapa menyedihkannya dirimu, Park Sena.
Sena mendongkak saat melihat kaki seseorang. Dan Kyungsoo berdiri di depannya sambil menatap matanya.
"Noona...."
Sena cukup terkejut mendengar panggilan Kyungsoo padanya. Selama ini Kyungsoo selalu mengacuhkannya dan tidak pernah mau mengakuinya sebagai kakaknya.
Tapi hari ini, anak itu memanggil dirinya dengan sebutan "Noona". Hal yang sudah dia nantikan selama ini.
"Noona...."
Dan mendengar itu kedua kalinya sukses membuat Sena semakin ingin menangis.
Kyungsoo menunduk. "Noona, apa yang terjadi pada ayah? Dan apa yang terjadi padamu?"
Sena tidak bisa menjawabnya. Dia hanya bisa menangis.
"Kenapa ayah tiba-tiba meninggal?" tanya Kyungsoo dengan matanya yang mulai terisi air mata.
"Ayo katakan padaku, noona."
Sena menggeleng. Mengatakan apa? Mengatakan jika ayahnya mati karena berusaha menolong dirinya yang sudah diperkosa?
"Noona...."
"Aku tidak tau....." Suara Sena tersenggal-senggal. "Aku benar-benar tidak tau, Kyung...."
KAMU SEDANG MEMBACA
Animosity
Fanfiction(COMPLETED) Byun Baekhyun, seorang jaksa tampan yang datang dalam kehidupan Park Sena secara tiba-tiba. Dengan semua perkataan dan tingkah manisnya, berhasil meluluhkan Sena. Pesona dan kebaikan pria itu berhasil menarik Sena untuk membuka ruang hat...
