Pagi ini Baekhyun kewalahan.
Sena pergi berbelanja dengan Seoyon dan Yuri. Itu otomatis Baekhyun yang harus mengurus Nathan dan Cheonsa. Itu tidak masalah.
Masalahnya Seoyon menitipkan William dan Aira yang usianya belum genap 2 tahun itu. Ditambah Yuri juga menitipkan Zian padanya.
Jadinya sekarang ada 5 anak yang harus dia jaga.
"Angkat tangan!" Zian berseru pada William sembari menodongkan pistol mainannya.
Mereka sedang bermain peran menjadi polisi dan penjahat. Penjahatnya adalah William, dan polisinya adalah Zian.
Cheonsa sedang menemani kucingnya makan. Aira pun ada di samping anak perempuannya itu yang sedari tadi tertawa-tawa sambil mengusap-usap bulu kucing putih itu.
Dan Baekhyun sedang mengganti popok Nathan. Baekhyun membaringkan bayinya di sofa.
"Ih! Auu!" terdengar seruan anak perempuan. Ternyata itu Aira yang menghampirinya.
Anak itu menutup hidungnya dengan tangannya sembari menatap Nathan dan popok bekasnya bergantian.
"Bukan au, tapi bau," ujar Baekhyun menimpali perkataan Aira tadi.
"Au..." ulang anak itu.
"Bau," ralat Baekhyun. "Poop Nathan bau."
"Poop Nathan bau," ujar Aira meniru perkataan Baekhyun.
Baekhyun terkekeh sembari memasangkan popok baru pada Nathan.
"Kau dengar Nathan? Kata Aira noona, poop Nathan bau."
"Iya! Au sekali!" Aira menutup hidungnya lagi.
"Aira, jaga dulu Nathan ya. Paman mau membuang dulu popok bekasnya," ujar Baekhyun segera bangkit.
"Siap aman Hyun!" serunya.
Baekhyun terkekeh lagi. Aira, anak itu, cara bicaranya memang menggemaskan.
Aira menyelipkan jari telunjuknya pada tangan Nathan, membuat bayi itu langsung menggenggamnya erat.
Anak itu menggoyang-goyangkan tangan Nathan. Lalu menunjukkan ekspresi-ekpresi lucu membuat Nathan tertawa.
"Aw!!" Aira berteriak saat secara tidak sengaja William menabraknya, membuat anak itu terjatuh dan pantatnya menghantam lantai. Itu terjadi saat William dan Zian sedang berlari-larian.
"Huaaaaa ibuu....."
William dan Zian langsung berhenti berlarian saat mendengar suara tangisan Aira.
"Eh? Kenapa sayang?" tanya Baekhyun yang datang dan langsung membantu Aira berdiri.
"Ibu....ibu...." ucapnya sembari menangis.
"Kenapa Aira bisa jatuh hm?"
Aira menunjuk ke arah kanannya dimana William dan Zian tengah mematung.
"Siapa? Zian oppa?"
"Bukan Zian! Tapi William!" seru Zian membela dirinya dan menunjuk William.
"Sudah, sudah. Jangan menangis, Aira mau susu?" tawar Baekhyun.
Aira menggeleng. "Ibu...."
"Kenapa?" tanya Cheonsa yang mendekat sembari membawa kucing putihnya.
"Aira-ya. Oppa tidak sengaja, maafkan oppa dan berhenti menangis ya." William memeluk adik perempuannya itu.
"AW!!!" William menjerit kencang saat merasakan cubitan di tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Animosity
Fanfiction(COMPLETED) Byun Baekhyun, seorang jaksa tampan yang datang dalam kehidupan Park Sena secara tiba-tiba. Dengan semua perkataan dan tingkah manisnya, berhasil meluluhkan Sena. Pesona dan kebaikan pria itu berhasil menarik Sena untuk membuka ruang hat...
