Kaelyn baru saja keluar dari kamarnya saat melihat Kyungsoo menuruni anak tangga lalu keluar dari apartemen.
Dia mau kemana? Bekerja? Tapi pria itu kan sudah mengambil cuti sejak 3 hari yang lalu dan besok mereka akan menikah.
Kaelyn mengikuti pria itu, bermaksud mengejarnya. Tetapi Kyungsoo sudah pergi dengan mobilnya sehingga dia tidak bisa mengejarnya.
Kaelyn mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi pria itu.
"Oppa, mau kemana?"
"Ada pekerjaan mendadak. Aku harus ke suatu tempat."
"Apa? Pekerjaan? Pekerjaan apa lagi? Berbahaya? Besok kita akan menikah, oppa. Jangan sampai aku ditinggal mati oleh calon suamiku dan tidak jadi menikah. Itu tidak lucu."
"Kau mendoakan aku mati?"
Kaelyn menghela napas. "Aku tidak bermaksud mendoakanmu mati. Tapi kau kan sudah mengambil cuti, kenapa harus bekerja sekarang?"
"Ini pekerjaan penting, Kaelyn. Aku benar-benar harus pergi."
"Tidak usah khawatir. Diam saja di apartemen. Aku tidak akan mati dan aku akan menikahimu besok."
Belum sempat Kaelyn berbicara lagi, pria itu sudah memutuskan sambungannya membuat Kaelyn menahan umpatannya di dalam hati.
Kaelyn menyetop taksi, dia segera menaiki taksi dan menyuruh supir taksi itu untuk mengikuti mobil Kyungsoo yang masih terlihat.
Kaelyn menyuruh sopir taksi itu untuk berhenti saat melihat mobil Kyungsoo berhenti di salah satu gedung.
Gedung....tempat penyimpanan abu?
Kaelyn turun dan mengikuti Kyungsoo yang memasuki gedung itu. Dia menoleh ke kanan dan kiri saat kehilangan jejak pria itu.
Namun terhenti saat matanya menatap ke depan dan melihat Kyungsoo tengah berdiri di depan salah satu rak abu. Abu siapa? Apa abu ayahnya?
Posisi Kyungsoo menyamping dari arah depannya, dan dia berdiri cukup jauh dari pria itu.
Kaelyn memperhatikan pria itu. Pria itu hanya diam, hanya memandangi foto di depannya. Tapi pancaran matanya menunjukkan raut kesedihan dan kerinduan.
Kyungsoo cukup lama hanya diam, sampai kaki Kaelyn pegal sendiri. Kaelyn melihat bibir pria itu bergerak seperti mengatakan sesuatu, namun Kaelyn tidak dapat mendengarnya dari jarak yang cukup jauh ini.
Setelah pria itu pergi, barulah Kaelyn mendekat ke arah abu itu. Dan betapa terkejutnya dia melihat dirinya sendiri ada di foto di samping abu itu.
Aah itu bukan dirinya. Itu Naomi.
Jadi Kyungsoo mengunjungi Naomi? Lalu kenapa tidak bilang yang sejujurnya padanya? Lagi pula Kaelyn tidak akan melarangnya.
Kaelyn perlahan tersenyum memandangi foto Naomi.
"Annyeong, Naomi-ya."
"Ternyata wajah kita benar-benar mirip ya?"
***
Kaki Kaelyn gemetar karena gugup. Jantungnya benar-benar berdebar bahkan disaat pintu belum dibuka. Seseorang meraih tangannya, membuat sekarang tangannya menggandeng lengan pria itu.
Kaelyn menoleh, dan dia mendapati senyuman lebar milik Baekhyun.
"Kau gugup?" tanya Baekhyun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Animosity
Fanfiction(COMPLETED) Byun Baekhyun, seorang jaksa tampan yang datang dalam kehidupan Park Sena secara tiba-tiba. Dengan semua perkataan dan tingkah manisnya, berhasil meluluhkan Sena. Pesona dan kebaikan pria itu berhasil menarik Sena untuk membuka ruang hat...
