Sena merasa terusik dalam tidurnya saat mendengar suara-suara——yang memang pelan tapi cukup membuatnya membuka matanya perlahan.
Dan yang dilihatnya pertama kali adalah suaminya yang tengah terduduk di sampingnya dengan bersandar pada dasboard ranjang. Di pangkuannya ada sebuah laptop dengan jari-jarinya yang bergerak lincah di atas keyboard.
Oh pria itu pasti sedang main game. Lagi.
Dan lupa waktu. Lagi.
Mungkin pria itu tidak sadar jika jam sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam.
Ya ampun, meskipun sudah punya anak satu dan juga akan segera punya anak kedua, pria itu masih saja suka bermain game dan lupa waktu.
Baekhyun terkejut saat tiba-tiba tangan seseorang menutup laptopnya dengan kencang. Dia langsung menoleh dan mendapatkan tatapan tajam dari Sena.
Oh dia ketauan. Seharusnya tadi dia jangan bermain game di kamar.
Dengan cepat pria itu tersenyum. Tersenyum tanpa dosa, seolah tidak melakukan hal salah.
Tangannya menyentuh puncak kepala Sena. "Kau terbangun, sayang?"
"Ada apa? Kau ingin aku mengambilkan sesuatu? Apa kau tiba-tiba lapar lagi di tengah malam? Atau perutmu sakit lagi?" tanya Baekhyun bertubi-tubi.
Melihat istrinya itu tidak menjawab dan dia sedikit takut karena mendapatkan tatapan tajam dari Sena, membuat Baekhyun buru-buru menyimpan laptopnya di sebelahnya.
"Oke. Sepertinya aku mengganggu tidurmu karena bermain game di sebelahmu. Aku akan pindah ke ruang tengah setelah menunggu kau sampai tidur lagi ya?"
Baekhyun membawa laptopnya lalu turun dari ranjang yang meletakkannya di meja. "Tenang saja. Aku tau kau pasti susah tidur lagi jika sudah terbangun, aku akan menemanimu sampai kau tidur lalu aku akan pindah ke ruang tengah dan——"
"Dan jangan harap di hari-hari selanjutnya kau bisa tidur di kamar ini lagi, Byun Baekhyun." Dengan cepat Sena menyela membuat Baekhyun terdiam seolah mati kutu.
Merasa sudah tidak ada pilihan lain, dan dia juga tidak bisa membayangkan jika di hari-hari selanjutnya dia harus tidur diluar, pria itu menghela napas lalu melesak masuk ke dalam selimut dan membaringkan dirinya di samping istrinya itu.
"Maafkan aku ya?" bujuk pria itu. Baekhyun tau betul, Sena bukan marah karena tidurnya terganggu, tapi karena tau Baekhyun masih bermain game bahkan disaat sudah tengah malam.
Baekhyun merapatkan tubuhnya, memeluk istrinya itu namun tetap sedikit menjaga jarak karena takut menekan perut Sena.
"Sayang, maafkan aku ya?"
Sena berdecak, tanpa berbicara apapun berbalik memunggungi Baekhyun.
Baekhyun dengan cepat memeluk lagi wanita itu dari belakang. "Ayolah, maafkan aku ya ya ya?" bujuk Baekhyun lagi.
"Kau meminta maaf cukup menggunakan mulutmu. Kenapa tanganmu malah merayap kemana-mana?"
Baekhyun terkekeh. "Aku hanya ingin menyentuh bayi kita, Sena. Memangnya salah?" tanyanya mengusap-usap perut Sena.
"Alasan," balas Sena ketus.
"Atau jangan-jangan kau memang berharap disentuh? Karena sudah lama aku tidak menyent——"
Dengan cepat Sena menyikut perut pria itu dengan sikunya. "Diam," ujar Sena pelan namun tegas.
Baekhyun kembali terkekeh. "Mengaku saja. Katanya kan kau paling suka saat aku di ranjang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Animosity
Fiksi Penggemar(COMPLETED) Byun Baekhyun, seorang jaksa tampan yang datang dalam kehidupan Park Sena secara tiba-tiba. Dengan semua perkataan dan tingkah manisnya, berhasil meluluhkan Sena. Pesona dan kebaikan pria itu berhasil menarik Sena untuk membuka ruang hat...
