Seoul, 19 tahun yang lalu
Gadis kecil itu menggeliat dalam tidurnya. Matanya perlahan terbuka. Selama beberapa saat hanya mengerjapkan matanya berusaha mengumpulkan kesadarannya kembali setelah semalaman merajut mimpi indah. Bermimpi mengenai masa depan yang sama sekali tidak dimengertinya.
Ada sosok pria tampan yang mengaku jaksa dan menikahinya. Wajahnya tidak terlihat, tetapi yang Sena tau pasti pria itu tampan.
Entahlah, yang pasti itu bukan hal yang harus dipikirkan oleh anak yang berumur 5 tahun.
"Selamat pagi."
Sena bangkit dan menyingkap selimutnya lalu berlari menuju pria yang berdiri di depan pintu dan langsung memeluk pinggang pria itu. Karena tingginya hanya sampai pinggang pria itu.
"Daddy! Selamat pagi!"
Pria di depannya yang merupakan ayah kandungnya menunduk, menyamakan tingginya dengan dirinya.
"Tidurmu nyenyak?"
Sena mengangguk. "Eoh. Sena bermimpi ada pria yang tampaaaan sekali. Tapi wajahnya tidak terlihat."
Nyatanya saat itu Sena terlalu kecil untuk menyadari raut wajah ayahnya yang terlihat marah dan penuh kecemburuan.
"Tampan? Bagaimana kau bisa tau jika wajahnya tidak terlihat?" tanya Park Hyun-ki——ayah kandung Sena.
Sena menatap ayahnya dengan mata bulatnya dan juga dengan raut wajahnya yang lucu. "Pokoknya Sena yakin pria itu tampan. Sangat tampan."
"Sena-ya kau putri daddy yang baik bukan?" Dan Sena hanya mengangguk.
"Kalau begitu jangan bermimpi lagi mengenai pria lain dan pria manapun. Kau mengerti?" Hyun-ki mengelus rambut panjang milik Sena.
"Waeyo? Apa bermimpi pria tampan itu hal tidak baik?" tanya Sena dengan suara lucunya.
"Ya itu tidak baik. Kau tidak boleh bermimpi lagi tentang pria tampan itu."
"Kalau Sena memimpikan Daniel? Boleh tidak?"
"Sena-ya!" Terdengar suara ibunya mendekat.
"Ibu? Kenapa membawa koper?"
Yang selanjutnya terjadi adalah tubuhnya terangkat dan di gendong oleh ayahnya.
"Daddy dan ibumu akan bercerai. Kau mau tinggal bersama daddy kan?"
"Bercerai? Seperti ibu dan ayah Daniel?"
Hyun-ki menggeleng. "Tidak sayang. Itu berbeda. Ayah dan ibu Daniel itu berpisah karena kematian. Daddy dan ibu bercerai karena kami merasa sudah tidak cocok."
"Tidak cocok kenapa?"
"Daddy-mu bilang dia sudah tidak mencintai ibu. Dia bilang dia mencintai wanita lain." Kali ini ibunya yang bersuara.
"Mencintai wanita lain?" tanya Sena bingung. Hyunji mengusap rambut putrinya. "Sudahlah. Kau terlalu kecil untuk mengerti. Saat sudah besar nanti kau akan mengerti."
"Ibu akan pergi?"
Hyunji mengangguk. "Kau ingin ikut ibu atau bersama daddy?"
Seandainya saja saat itu Sena lebih memilih ibunya.
"Sena ingin bersama daddy," rengek Sena sembari memeluk leher ayahnya.
Hyun-ki balas memeluk putri mungilnya. "Tentu saja kau akan bersama daddy. Kau akan tetap tinggal bersama daddy, sayang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Animosity
Hayran Kurgu(COMPLETED) Byun Baekhyun, seorang jaksa tampan yang datang dalam kehidupan Park Sena secara tiba-tiba. Dengan semua perkataan dan tingkah manisnya, berhasil meluluhkan Sena. Pesona dan kebaikan pria itu berhasil menarik Sena untuk membuka ruang hat...
