48 - Request Cheonsa or Sena?

27.2K 2.8K 774
                                        

Baekhyun keluar dari kamar mandi. Pria itu terlihat segar dengan air yang masih menetes dari rambutnya.

Sementara itu, Sena yang sedang duduk di meja rias, melepas handuk kecil di kepalanya dan mengambil sisir.

"Kemari, Sena," ujar Baekhyun membuat Sena menoleh bingung.

Baekhyun duduk di sisi ranjang, lalu menepuk sisi kosong di sebelahnya seolah menyuruh Sena duduk.

"Apa?" tanya Sena.

"Kemari, aku sisirkan rambutmu," balas pria itu. Sena hanya menurut dan duduk di samping pria itu.

"Berbalik." Baekhyun mengambil sisir di tangan Sena. Sena berbalik menjadi memunggungi Baekhyun.

Baekhyun mulai menyisir rambut Sena yang masih basah. "Aku sangat menyukai rambut panjangmu. Kau selalu terlihat cantik saat rambutmu terurai."

"Jika boleh jujur, aku sempat terpesona sesaat disaat pertemuan pertama kita di halte bus saat itu."

Pertemuan pertama mereka? Aah saat Sena sedang duduk di halte bus setelah pulang sekolah dan pria itu tiba-tiba muncul dengan penampilan berandalannya.

"Kau cantik. Sangat cantik. Aku tidak bohong. Dilihat dari arah manapun kau selalu terlihat cantik."

"Lebih cantik mana? Aku atau Alana?" balas Sena. Baekhyun berhenti menyisir rambut Sena. "Bukankah sudah kubilang jangan membahas Alana lagi?"

"Oh maaf...." jawab Sena pelan.

Baekhyun menghela napas dan melanjutkan lagi menyisir rambut Sena. "Sejak kapan kau mulai mencintaiku?"

Sena terlihat berpikir. "Mungkin sejak insiden kecelakaan bus? Saat kau melindungiku dan rela terluka. Lalu kau menghilang begitu saja membuatku khawatir. Aku pikir saat itu aku mulai jatuh cinta padamu."

"Saat itu aku tidak bersandiwara. Aku benar-benar ingin melindungimu," sela Baekhyun. Sena mengangguk.

"Kau mau tau sesuatu?" tanya Baekhyun.

"Apa?"

"Aku mungkin sudah terlalu lama menyangkalny. Aku baru menyadarinya saat kau sakit parah dan aku pikir aku akan kehilanganmu. Lalu saat aku tidak rela karena Daniel ingin mengambilmu."

"Aku mulai menyadari, jika aku sudah jatuh cinta padamu bahkan sejak lama. Jauh sebelum kita menikah. Hanya saja aku selalu terus-terusan menyangkalnya."

Dengan cepat Sena berbalik. Dia memandang Baekhyun penuh tanya.

"Dulu aku terkadang berkunjung ke Busan hanya untuk melihatmu. Aku selalu penasaran bagaimana keadaan gadis yang sudah aku hancurkan. Apa dia baik-baik saja atau tidak. Aku takut kau terus menerus menangis."

"Terkadang aku berjalan di belakangmu saat kau pulang sekolah. Untuk memastikan kau pulang dengan aman. Kau pasti tidak menyadarinya."

"Kau serius?" tanya Sena tidak percaya. Dan Baekhyun mengangguk. "Aku bahkan selalu pergi ke Busan hampir 3 minggu sekali untuk memastikan keadaanmu."

"Dan sepertinya sejak saat itu aku sudah mulai menyukaimu."

Sena terdiam.

AnimosityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang