24 - He And His Warm Side Are Back

21.4K 2.7K 1.1K
                                        

Baekhyun terduduk di lantai kamarnya. Punggungnya bersandar pada ranjangnya.

Tangannya memegang selembar kertas yang sobek dari buku harian milik Naomi--adiknya. Baekhyun menemukan buku itu setelah selesai menghadiri pemakaman Naomi 7 tahun yang lalu.

Aku selalu ketakutan. Setiap hari dan setiap saat. Orang itu benar-benar jahat, berbeda sekali dengan wajahnya yang cantik. Setiap hari dia membullyku, mengguyurku dengan air dingin dan tak jarang menamparku beberapa kali.

Aku selalu ingin mengungkapkan ketakutakanku. Tapi aku tidak bisa. Baekhyun oppa masih terlalu berduka karena Alana eonni meninggal satu tahun yang lalu, begitupun dengan Yixing oppa. Hubungan ibu dan ayah tidak baik. Yang kutahu mereka menikah bukan karena cinta, ibu hanya mencintai ayah kandung Yixing oppa, namun dia terpaksa harus menikah dengan ayah karena perjodohan.

Lalu apa itu berarti aku dan Baekhyun oppa bukan terlahir karena cinta?

Aku tau, mereka semua menyayangiku. Tapi apa aku harus memberitahu apa yang terjadi padaku disaat semuanya masih berduka?

Hari ini ada beberapa preman yang memperkosaku. Aku ketakutan dan mencoba bersikap seperti biasa saat pulang ke rumah.

Tapi aku tidak bisa...

Semakin lama aku menahannya semakin aku merasa tertekan.

Aku ingin mati. Benar-benar ingin mati.

Baekhyun menyentuh selembar foto yang tertempel di kertas itu. Dibawahnya terdapat sebuah tulisan. Tentu saja tulisan tangan Naomi.

Dia Park Sena. Dia adalah yang sudah....

Kertas itu sobek pada bagian itu. Dan saat itu Baekhyun langsung tau dan mengambil kesimpulan jika Sena adalah orang yang membully Naomi.

Maka dari itu dia mencarinya dan melakukan hal yang membuat Sena merasakan apa yang dirasakan Naomi selama ini.

Karena selain kertas sobek itu, Baekhyun juga menemukan buku harian Naomi yang di dalamnya menceritakan tentang pembullyan yang dialaminya.

Merasa bersalah? Tentu saja. Jika saja Baekhyun tidak larut dalam kesedihannya karena duka yang dialaminya setelah ditinggalkan Alana, jika saja dia lebih memperhatikan adiknya, dan jika saja dia tidak sibuk berpesta dan minum-minum untuk menghilangkan kesedihannya saat itu.

Mungkin Naomi sekarang masih ada bersamanya.

"Maafkan oppa. Seharusnya oppa memperhatikanmu dan melindungimu. Maafkan oppa." Air matanya mulai mengalir, meluncur melewati pipinya.

"Semuanya pasti terasa sulit untukmu. Maafkan oppa." Baekhyun menunduk.

Ada yang mengetuk pintu kamarnya dan pintunya terbuka. Baekhyun dengan cepat memalingkan wajahnya, enggan memperlihatkan air matanya.

"Tuan?"

"Ya?" balas Baekhyun dengan suara serak habis menangis.

"Nona Sena masih mengunci dirinya di kamar. Ini sudah lebih dari 2 hari."

Benar. Ini sudah 2 hari sejak dia dan Sena terakhir kali berbicara. Saat itu Baekhyun berteriak memberitahu apa alasan dia melakukan hal keji itu pada Sena 7 tahun yang lalu. Dia juga memaksa Sena untuk memberitahu apa alasan Sena melakukan itu pada adiknya.

Tapi Sena tidak pernah menjawab. Bahkan disaat Baekhyun memaksanya untuk mengatakan tentang dirinya yang menjadi pelaku pembullyan Naomi.

Yang terjadi justru Sena mengunci dirinya sendiri di kamar. Jika selama ini Baekhyun yang mengurungnya, maka selama 2 hari ini wanita itu mengurung dirinya sendiri.

AnimosityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang