Tadinya minggu ini cuman mau up satu kali, tapi because aku pikir-pikir lagi, takutnya minggu depan gabisa up, but aku usahain kok kalau bisa curi-curi waktu luang.
Are you ready to read?
***
Baekhyun keluar dari mobil dan memasuki rumahnya. Jasnya sudah tersampir di lengannya. Pria itu melonggarkan dasinya dan membuka 3 kancing atas kemejanya sebelum benar-benar membuka pintu.
Sesekali memijit pelipisnya. Lelah karena seharian bekerja sampai larut malam seperti ini.
Langkahnya terhenti di ruang tengah. Dia melihat Sena tengah menonton televisi. Wanita itu sesekali tertawa kecil.
Baekhyun melirik ke arah televisi. Seketika dia tersenyum kecil. Kini dia tau apa yang membuat wanita itu tertawa.
Dia sedang menonton kartun pororo. Bahkan dia mengenakan piyama pororo.
Tumben sekali, biasanya dia selalu mengurung diri di kamar meskipun sekarang Baekhyun tidak pernah mengurungnya lagi.
Baekhyun tidak pernah berniat mengurung Sena. Dia hanya takut wanita itu melarikan diri dan semakin jauh darinya. Pada akhirnya dia akan gagal untuk melindungi Sena dari ayahnya.
Karena itulah, dia harus memainkan sandiwara. Di depan Sena dan juga ayahnya.
Karena cepat atau lambat, sepertinya ayahnya pasti akan mengetahui yang sebenarnya. Tentang sandiwaranya yang ingin membalaskan dendamnya kembali padahal sebenarnya dia ingin melindungi Sena.
Karena saat ini, Sena harus ada didekatnya. Agar dia bisa melindunginya dengan mudah.
Baekhyun mengangkat kedua sudut bibirnya saat melihat Sena terkekeh sendiri dengan matanya yang masih fokus ke televisi.
Manis sekali. Menggemaskan. Sudah lama dia tidak melihat senyuman wanita itu.
Seolah menyadari keberadaannya, Sena menoleh ke arahnya. Dan senyuman wanita itu perlahan memudar.
Berbeda dengan Sena, Baekhyun masih mempertahankan senyumnya. Dia mendekati Sena, menyelipkan sebagian rambut Sena ke belakang telinganya. "Kau menyukai kartun pororo?"
"Bukan urusanmu," balas Sena.
Baekhyun menghela napas, tangannya turun mengusap pipi Sena. "Sudah minum obat?"
"Aku membuangnya."
"Tidak masalah. Aku akan meminta resep obatnya lagi pada Sehun," ujar Baekhyun lembut.
"Dan aku akan membuangnya lagi."
"Lalu aku akan melakukan hal yang sama lagi. Meminta resep obat lagi."
Sena menatap tajam Baekhyun. "Aku membencimu."
"Baiklah. Benci saja aku. Tapi kau tidak boleh pergi dariku. Aku tidak akan membiarkannya."
"Memangnya kau bisa apa jika Tuhan mengambil diriku?" tanya Sena yang membuat Baekhyun diam.
Baekhyun mengusap rambut Sena. "Maka aku akan meminta Tuhan agar tidak mengambil dirimu dariku."
"Sebenarnya apa yang kau inginkan Baekhyun?"
"Sudah kubilang aku ingin melindungimu."
"Maksudmu, melindungi orang yang sudah membuat adikmu mati?"
Baekhyun menghela napas kembali lalu menggeleng pelan. "Setidaknya aku sekarang semakin yakin jika bukan kau pelakunya. Meskipun belum ada bukti yang membuktikannya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Animosity
Fiksi Penggemar(COMPLETED) Byun Baekhyun, seorang jaksa tampan yang datang dalam kehidupan Park Sena secara tiba-tiba. Dengan semua perkataan dan tingkah manisnya, berhasil meluluhkan Sena. Pesona dan kebaikan pria itu berhasil menarik Sena untuk membuka ruang hat...
