22 - Remaining Time

20.2K 2.7K 1.6K
                                        

1 bulan berlalu.

Itu berarti waktu Sena semakin berkurang. Hanya tinggal 4 bulan lagi.
Sena merasa hidup di penjara. Penjara yang dibuat oleh Byun Baekhyun. Dia tidak pernah pergi bekerja ataupun sekadar keluar rumah.

Sena bahkan sudah satu bulan tidak pernah lagi ke rumah sakit untuk check up mengenai penyakitnya.

Semakin hari, rasa bencinya semakin besar. Sena benar-benar semakin membenci Baekhyun. Pria itu benar-benar sudah berubah.

Sena tidak pernah memegang ponsel karena Baekhyun menyita ponselnya. Pernah sekali dia melakukan hal nekat dengan mencoba menghubungi daddy nya yang entah ada dimana.

Sena masih ingat nomor ayah kandungnya itu. Dan yang membuatnya terkejut adalah terdengar nada sambung saat Sena memanggil daddy nya itu. Tapi keberanian Sena tidak sejauh itu. Dia dengan cepat menutup panggilan tersebut sebelum daddy nya berhasil mengangkat panggilannya.

Jika daddy nya muncul kembali. Sudah pasti, Baekhyun akan lenyap di tangan daddy nya.

Sena selalu memikirkan hal itu. Tapi pada akhirnya dia ragu kembali.

Ada sedikit rasa egois dia tidak ingin kehilangan Baekhyun dalam hati kecilnya. Tapi logikanya selalu bilang, untuk apa memikirkan pria yang bahkan tidak pernah mencintaimu dan memikirkanmu?

Sena selalu meyakinkan dalam hatinya jika dia membenci Baekhyun. Sangat membenci Baekhyun.

Aku membencinya.

Aku membencinya.

Aku membencinya.

Sena selalu mengatakan itu dalam hatinya setiap harinya.

Tidak ada yang tau bagaimana penderitaannya di rumah ini. Yang ibunya tau, dia sudah hidup bahagia. Begitupun dengan Kyungsoo, yang adiknya tau Baekhyun akan selalu menjaganya. Dan Yuri sahabatnya pun pasti berpikiran seperti itu.

Dan soal Yixing. Sena berkali-kali selalu berusaha menghubunginya. Tetapi Baekhyun selalu menggagalkannya.

Sena menuruni anak tangga. Kamarnya hari ini tidak di kunci. Mungkin pria itu lupa mengunci pintu kamarnya.

"Nona sakit?" tanya Bibi Kim saat melihat Sena meminum obatnya.

Bibi Kim sangat baik. Dia tau betul apa yang terjadi pada Sena. Bahkan Sena ingat, 7 tahun yang lalu Sena pernah bertemu dengannya.

Di rumah, di tempat pria itu merenggut keperawanannya saat itu. Bahkan Bibi Kim lah yang membantunya untuk melarikan diri dulu.

"Ini vitamin," jawab Sena cepat dan segera meminum beberapa obat yang lainnya.

"Sebanyak itu?" tanya Bibi Kim bingung. Dan Sena hanya mengangguk.

"Nona Sena baik-baik saja?"

Sena tersenyum miris. "Bagaimana aku bisa baik-baik saja?"

Bibi Kim mendekat, menyentuh pipi Sena layaknya seorang ibu. "Apa Tuan selalu menyiksamu?"

"Lebih tepatnya menyiksa hatiku."

"Wajahmu selalu terlihat pucat," ujar Bibi Kim.

Sena menyentuh tangan Bibi Kim. "Aku tau."

"Terimakasih Bibi Kim."

Bibi Kim menatap Sena bingung. "Untuk apa?"

"7 tahun yang lalu sudah membantuku melarikan diri. Meskipun pada akhirnya sekarang aku tertangkap lagi."

Bibi Kim menatap Sena berkaca-kaca. "Kau mengingatku?"

Sena mengangguk. "Hm. Aku tidak mungkin melupakanmu."

AnimosityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang