*********Sorry for Typo********
*
*
Wanita itu terus berlari menyusuri koridor gedung, sesekali matanya melirik kearah jarum jam yang berada dipergelangan tangannya."Tsk! sial." Umpatnya dalam hati
BRAK
"Jweongsamnida-" ucapnya membungkuk minta maaf setelah membuka pintu keras hingga membuat siapapun yang berada diruangan menoleh, tentu saja hal itu membuat ia kikuk sendiri- memalukan, umpatnya."Hai dear, terimakasih sudah datang. Kau penyelamatku," kini seorang wanita memeluknya tiba-tiba, ia mendengus sebal jika mengingat kejadian pagi buta yang mengharuskannya berlari, padahal tadi masih menggulung diri bersama mimpinya.
"Tsk- eonni kurang kerjaan, lihatlah penampilanku? aish- aku bahkan hanya bisa menggosok gigi karna ancamanmu," gerutunya menunjukkan bahwa ia begitu berantakan karna masih memakai baju tidur spongebob,
"Kau masih tetap cantik dear," puji wanita itu
"Terserah, aku ingin.."
"Cepat ganti baju sana, kau kesini untuk membantuku. Sebentar lagi aktornya datang,"
"Nugu? apa aktor favoritku?" kini Suzy berubah antusias menatap kakak iparnya, Jiyeon
"Aku tak tahu apa dia favoritmu, yang pasti ia terkenal dikalangan para gadis, ia juga punya karisma sendiri dengan ketampanan diatas rata-rata, kurasa dia pujaan hatimu," Jiyeon mengusap dagunya, menerawang
"Assa! ku harap ia memang jodohku." Pekik Suzy berlari kearah ruang ganti
"Aku tak yakin, kau mengatakan itu setelah tahu siapa dia,"gumam Jiyeon lalu meletakkan ponsel ditelinganya
"Cepat bodoh! Dia sudah disini! Aish- bocah ini selalu seenaknya," gerutu Jiyeon mematikan kembali ponselnya.
*
*
Suzy menatap horor pemuda didepannya, ia menarik kembali kata-katanya saat mengatakan 'Semoga berjodoh', bahkan melihat pemuda angkuh itu saja tak sudi. Ia sudah merengek tak ingin melakukan pemotretan jika pemuda itu pasangannya, ia tidak suka atau bahkan sangat membencinya.
Pemuda itu.. pemuda yang sering membuatnya menangis saat SHS karna kejahilannya. Masalahnya bukan karna apa yang dilakukan pemuda itu, tapi.. pemuda itu tak pernah minta maaf setelahnya, menyebalkan."Sudahlah Zy, kalian kan hanya berfoto. Lagipula Jungkook terlihat ramah sekarang," ucap Jiyeon, Suzy hanya mampu mengembungkan kedua pipi bulatnya.
Ramah darimana nya? Sejak tadi pemuda itu tersenyum mengejek kearahnya, Wah- kenapa tema brand kakak iparnya harus baju couple? Suzy tak habis pikir harus terjebak dengan pemuda idiot seperti Jungkook.
"Kita mulai pemotretannya!" Intruksi Jiyeon menepuk bahu Suzy, menyadarkannya dari lamunan.
Suzy berdiri kaku, ia seolah lupa apa yang harus dilakukannya. Ia menoleh setelah merasakan seseorang menggenggam tangannya. Tersenyum? Pemuda itu tersenyum, kali ini terlihat seperti senyuman malaikat- bukan senyuman mengejek atau semacamnya.
"Kau masih sama seperti dulu, dengan pipi gembulmu," kekeh pemuda itu menarik pipi kanan Suzy dengan jarak wajah begitu dekat
"Lepaskan bodoh!" Desis Suzy dengan senyuman lebar karna ia harus ingat bahwa saat ini keduanya sedang dipemotretan
"Suzy berdiri didepan Jungkook! Jungkook, kau harus peluk pundaknya dengan kedua tanganmu!" Intruksi Jiyeon,
"Apa-apaan wanita itu? aish-" gerutu Suzy namun tetap patuh, dengan jarak lebih dekat seperti ini membuat Suzy menghirup aroma tubuh maskulin Jungkook, Sial- batinnya
