**********Sorry For Typo**********#JungkookPOV
Wah- hari ini cuacanya luar biasa cerah, tidak seperti kemarin-kemarin yang selalu hujan.
Tapi sepertinya berbeda dengan hati seseorang dibelakangku, sejak pulang sekolah tadi gadis yang setahun lebih tua dariku itu tidak bicara sama sekali, biasanya ia banyak mengoceh tentang keluhan-keluhannya selama disekolah, atau membicarakan cuaca yang terbilang sangat terik, sehingga ia menyalahkanku. Kali ini gadis itu cukup diam, bukan hanya cukup tapi sangat pendiam.
"Nuna, gwaenchana? Apa kau sedang sakit gigi hingga diam seperti itu? Atau sariawan? Atau panas dalam hingga mulutmu bau," tanyaku berbalik menatapnya, ia mengangkat wajahnya menatapku sebentar lalu memalingkan wajahnya, terdengar dengusan dari bibirnya.
"Urus saja urusanmu, tidak usah so perduli!" Ketusnya padaku membuatku mengerutkan kening menatapnya heran, ada apa dengannya? Apa dia sedang datang bulan?
"Apa nuna masih marah padaku karna kemarin ku tinggalkan? Aku kan sudah minta maaf, lagipula nuna sudah besar, kenapa mesti marah hanya karna ku tinggalkan? Kecuali kalo nuna cemburu karna aku pulang dengan Nara kemarin," godaku, kini tanganku sudah dilipat sempurna didada menatapnya dengan tatapan intimidasi.
"Cemburu? Kenapa aku harus cemburu dengan bocah tengik sepertimu? bahkan Jin oppa lebih tampan darimu!" Pekiknya,
Tuh kan gadis ini memang aneh, aku kan hanya menggodanya tapi kenapa ia menjawab sampai mengeluarkan urat nadinya? Kecuali jika ia memang cemburu, Jadi? Ah- jika benar, bukankah ini bagus? Itu artinya perasaanku terbalaskan,
"Jadi nona benar cemburu eoh?"
"Aku tidak cemburu. Aish- lama-lama disini membuat kepalaku meledak saja," gerutunya lalu berjalan mendahului, Aku terkekeh melihat tingkahnya.
Gadis yang tadi berjalan dibelakangku, kini berjalan didepanku. Namanya Bae Suzy, gadis setahun lebih tua dariku namun tingkahnya lebih kekanakan. Ia memiliki hobi makan dan Tidur, lihat saja tubuhnya yang berbeda dari gadis SHS umumnya, dia tidak gendut hanya berisi, apalagi ia memiliki tinggi yang tidak umum sebagai seorang gadis. Tapi aku menyukainya, menyukai setiap tingkahnya, apapun itu, karna itu sangat menggemaskan untuk dilihat, kapan lagi aku bisa melihatnya bertingkah seperti bocah yang merajuk ingin es krim? Haha- entah sejak kapan, rasa sukaku juga berubah jadi cinta.
Brusss!
"Nuna!" Pekikku kaget melihat gadis itu terjerembab disungai, Aku segera berlari menghampirinya, berjongkok didepannya yang kini malah menangis
"Nuna, gwaenchana?"tanyaku kawatir, ini kali pertama juga aku melihatnya menangis.
"Ini semua gara-gara dirimu pabo!"
"Kenapa menyalahkanku? nuna yang jalannya tidak hati-hati," protesku, dia yang jatuh, kenapa aku yang disalahkan?
"Aish-Pabo!" Teriaknya
"Aish- jangan berteriak, bangunlah, nanti kau sakit," ucapku mengulurkan tangan
"Shireo, tanganmu kotor, tanganmu kan bekas pegang tangan Nara," ucapnya lalu menutup mulutnya, seperti ia barusaja mengatakan sebuah rahasia, matanya melotot dan ia mulai merutuki diri, mataku menyipit menatapnya lalu kedua sudut bibirku terangkat.
"Jadi nuna memang cemburu kan padaku?" Godaku
"Ani!" Pekiknya sambil memegang kedua pipinya, namun mataku lebih jeli melihat semburat merah muncul disana.
"Coba saja mengelak, aku takkan membiarkanmu pergi. Mengaku, nuna cemburukan?" Tanyaku lagi masih dengan suara menggodanya,
"Ani, minggir!"
