"Aku dengar dari Jackson. Semalam kau di kejar oleh pria asing lagi, Rosé?" Perhatian mereka yang awalnya terfokus pada sarapan kini beralih menatap sang bungsu untuk meminta penjelasan. Gadis blonde itu mendesah kesal karena bodyguard nya tak bisa menepati janji untuk merahasiakan hal ini dari ketiga kakak nya.
"Lalu kenapa?"
"Jadi kau merahasiakan hal sebesar ini dari kami?" Gadis blonde itu mendelik ketika mendengar suara dingin dari seorang yeoja yang merupakan kakak perempuan nya.
"Jisoo unnie, aku tidak ingin--"
"Membuat kami khawatir? Ya! Kau pikir semua ini hanya main-main, hm? Sudah dua kali kau mengalami kejadian yang sama Rosé-ya!" Seketika suasana diruang makan mansion mewah itu mencekam. Rosé menunduk takut jika sudah mendengar suara meninggi dari seorang yeoja bermata kucing itu.
"Jennie-ya, tenang lah." Gadis berpipi mandu itu menghela napas kasar setelah mendengar suara bariton milik sang kakak sulung. Jennie memang mudah sekali tersulut emosi jika hal buruk terjadi pada keluarga nya. Namun meski semarah apapun ia sekarang, Jennie harus bersikap tenang.
Tiba-tiba suasana diruang makan kembali hening. Hingga tak lama suara helaan napas berat terdengar membuat perhatian ketiga yeoja itu beralih menatap sang kakak sulung.
"Appa dan eomma sekarang sedang berada di luar negeri. Keselamatan kalian telah menjadi tanggungjawab ku. Kalian bisa katakan padaku jika terjadi sesuatu." Rosé menggigit bibir bawahnya gusar, ia tahu ucapan kakak sulung nya itu tertuju padanya.
"Mianhae, sehun oppa." Gadis blonde itu tertunduk. Suara dingin milik kakak sulung nya benar-benar membuat ia merinding. Apalagi Rosé tak bisa membalas tatapan datar milik oppa nya itu.
Rosé kembali melirik kedua kakak perempuannya yang juga tampak kesal dengan sikapnya. Ayolah, siapa yang tidak kesal dan marah jika adik bungsu mu menyembunyikan hal yang menyangkut tentang keselamatan nya?
Bahkan mereka tak membiarkan siapapun menyakiti Rosé barang sehelai rambut pun. Dan sekarang, ia justru merahasiakan hal sebesar ini dari ketiga kakaknya.
Gadis bermata kucing itu tampak menghela napas gusar. Setelah pikiran nya tenang, ia menjadi merasa bersalah karena telah membentak sang adik yang bahkan tak pernah sekalipun ia memarahinya. Ia terlalu menyayangi Rosé, bahkan ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti adik bungsu nya itu.
"Kau baik-baik saja kan, Rosé? Apa kejadian malam tadi membuat mu terluka?" Gadis blonde itu mendongak ketika mendengar suara kakak ketiganya yang melembut. Ia menjadi merasa bersalah karena telah menyembunyikan hal ini dari ketiga kakak yang sangat mengkhawatirkan nya.
"Aniyo, unnie. Aku tak terluka sedikitpun." Jennie menghela napas lega setelah mendengar jawaban dari sang bungsu.
Sungguh, saat kakak sulung nya tadi mengatakan bahwa Rosé dikejar oleh orang-orang asing, perasaan Jennie menjadi sangat panik. Ia sangat takut jika adiknya itu terluka oleh mereka. Entah apa jadinya ia jika hal itu terjadi.
"Aku diselamatkan oleh seorang gadis."
"Mwo?" Gadis blonde itu terkekeh ketika mendapati wajah terkejut dari kedua kakaknya. Tidak dengan si sulung yang tampak biasa-biasa saja dan betah dengan wajah datarnya.
"Dia juga siswi di sekolah ku. Tapi..." Rosé tak melanjutkan ucapannya. Wajahnya yang tadi tersenyum kini berubah masam. Membuat kedua kakaknya bingung dengan perubahan ekspresi adik bungsu mereka yang mendadak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone[End]✔
Short StoryAku ada tapi tiada. Kesepian telah menjadi temanku, dan hadirku hanya benalu. "Sebenarnya apa tujuan mu?" - Park Jisoo "Apa yang kau inginkan? Uang?" - Park Jennie "Kembalikan kebahagiaan keluarga ku!" - Park Chaeyoung "Aku hanya ingin diakui." - L...
![Alone[End]✔](https://img.wattpad.com/cover/234041397-64-k563732.jpg)