63- Gift

4.9K 531 55
                                        

Pandangan gadis berponi itu kini tampak lurus ke depan. Tatapan nya juga terlihat kosong seakan ia sedang terhanyut dalam dunia nya sendiri. Sesekali Lisa pun menutup mata hazel nya untuk menikmati setiap belaian lembut dari angin yang berhembus pelan.

Rooftop di sekolah elite ini merupakan salah satu tempat favorit Lisa selain di perpustakaan. Tempat yang hening sangat cocok untuk nya, karena tak akan ada satupun orang yang akan memperhatikan nya.

"Ternyata kau disini," Lisa tersentak kaget. Bahkan mendadak jam yang ada di tangan kirinya berbunyi dengan cukup nyaring.

"Ah, maaf. Aku tidak bermaksud untuk mengejutkan mu," gadis berponi itu tak mengatakan apapun. Ia memilih untuk mengatur napasnya agar tetap tenang.

Setelah membaik, Lisa pun berbalik lalu menatap namja yang kini berdiri di hadapan nya. Jika dilihat dari raut wajah anak itu, sepertinya ia benar-benar takut sekarang.

"Aku baik-baik saja. Jadi berhentilah menatap ku seperti itu, Jungkook-ah." Namja itu tampak mengulum bibirnya yang kering. Ia benar-benar sangat panik setelah mendengar suara jam di tangan Lisa yang berbunyi.

Cukup lama keduanya saling terdiam. Lisa pun kembali berbalik sembari melihat pemandangan sekolah dari atas.

"Dari mana kau tau aku disini?"

"Feeling," Lisa hanya mengangguk. Sebenarnya ia sedang tak ingin berbicara pada siapapun saat ini karena pikiran nya yang sedang tertuju ke tempat lain. Tapi Lisa juga tidak bisa pergi begitu saja dan meninggalkan namja itu seorang diri.

"Apa yang sedang kau pikirkan?" gadis berponi itu menoleh ke arah Jungkook yang menatap nya cemas. Sebenarnya raut wajah Lisa saat ini sekacau apa sampai orang-orang selalu saja mengkhawatirkan nya?

Sejak tadi, Jungkook sudah merasa aneh dengan gadis di samping nya ini. Ia mengerti kenapa Lisa seorang diri, karena teman-teman sekelas gadis itu saat ini sedang berada di lapangan. Seperti biasa Lisa tak akan mengikuti pelajaran olahraga.

Saat Jungkook ingin ke perpustakaan, ia tak sengaja melihat Lisa yang menaiki tangga menuju rooftop. Itu sebabnya ia disini sekarang. Tapi Jungkook merasa ada sesuatu hal yang sedang dipikirkan Lisa karena raut wajahnya tampak begitu gusar.

"Apa terjadi sesuatu?" Lisa hanya diam. Namja bertubuh jangkung itu pun akhirnya menghela napas panjang karena Lisa tak juga menjawab pertanyaan nya.

"Kau terlihat sedang memikirkan sesuatu. Katakan saja, setidaknya kau akan merasa sedikit lega setelah berbagi masalah dengan ku." Gadis berponi itupun menoleh ke arah Jungkook. Ia menatap wajah namja di samping nya lekat. Tak lama, Lisa pun kembali menatap ke depan.

"Sepertinya aku sudah melewati banyak hal selama berada di rumah sakit," awalnya Jungkook bingung akan maksud ucapan gadis berponi itu. Tapi setelah dipikir lagi, sepertinya ia tau arah pembicaraan ini.

"Apa sekarang kau sedang memikirkan dua yeoja pembully itu, Lalice?" Lisa terhenyak, tentu saja karena ucapan Jungkook yang sangat tepat.

"Hm, apa kau bisa membaca pikiran orang lain?"

"Tidak, kecuali dirimu." Lisa mengernyit sembari menatap namja disamping nya bingung.

"Kau tidak percaya padaku? Ayolah, semuanya terlukis jelas dari raut wajahmu." Gadis berponi itu menekuk kan wajahnya kesal. Namja di samping nya ini mengingat kan Lisa dengan sang kakak yang akan selalu tau apa yang sedang ia pikirkan dan apa yang sedang disembunyikan nya.

"Kau benar, aku sedang memikirkan mereka."

"Wae? Bukankah ini bagus? Jika mereka pergi, maka tak akan ada yang bisa mengganggu mu lagi." Yang dikatakan Jungkook memang benar. Seharusnya sekarang Lisa merasa lega dan bahagia. Namun yang ia rasakan justru sebaliknya. Entah kenapa Lisa menjadi tak tenang.

Alone[End]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang