74- Love you, Unnie

6.6K 531 52
                                        

Mata kucing milik gadis berpipi mandu itu bergetar hebat dengan genangan air mata yang menghalangi pandangan nya. Tangan nya terulur, mengusap lembut pipi sang bungsu yang kini berada tepat di hadapan nya.

Gadis berponi itu tersenyum hingga membuat perasaannya seakan tersayat. Hingga tetesan cairan bewarna merah pekat yang mengenai wajahnya membuat ia tersadar bahwa di balik senyuman itu, sang bungsu tengah menahan rasa sakit.

"Hei, a-apa yang kau lakukan?"

"Bukankah sudah ku katakan, unnie. Aku datang untuk melindungi mu," Jennie menggeleng cepat. Ia kembali mengerjap kan matanya saat darah itu kembali menetesi wajahnya.

"Jangan tersenyum di saat seperti ini. Kau terluka, Lisa-ya. Kau terluka," ucapan sang kakak menyadarkannya pada rasa sakit di kepala nya saat ini.

"Ah, gwenchana. Ini hanya luka kecil. Jangan khawatir, unnie." Jennie tidak mengatakan apapun lagi. Sekarang perasaan nya menjadi tidak karuan. Saat melihat wajah Lisa yang mulai dibaluti oleh darah benar-benar membuat Jennie panik.

Lisa tidak peduli dengan rasa sakit yang menguasai nya saat ini. Semua itu akan hilang jika ia sudah memastikan bahwa kakaknya baik-baik saja. Tidak ada yang lebih penting dari pada keselamatan Jennie saat ini. Itulah yang ada di pikiran nya sekarang.

"Dahyun, apa kau sudah kehilangan akal sehat mu? Apa yang kau lakukan?! Kau sudah melukainya. Lihatlah apa yang telah kau lakukan terhadap Lisa!" yeoja bersurai gelombang itu menjatuhkan balok kayu yang ia pegang lalu kembali menatap gadis berponi yang mulai bergetar menahan sakit.

Jessica tak kuasa menahan amarahnya. Sikap putrinya sudah melewati batas. Sekuat tenaga ia berusaha untuk melepaskan diri dari Gyeon. Tapi anehnya pria itu membiarkan ia pergi, Jessica dapat melihat bagaimana terkejut nya Gyeon menyaksikan semua yang ada di depan matanya sekarang.

"Kau sudah melewati batas, Dahyun. Sadarlah! Apa kau sudah termakan perkataan appa mu hingga melakukan semua ini?"

"Eomma?" Dahyun melirik kearah Gyeon yang mematung, lalu beralih menatap sang ibu yang kini menatap nya penuh dengan kemarahan.

"Apa yang dikatakan nya sampai kau melakukan hal gila seperti ini? Kau---"

"Yang kulakukan sudah benar, eomma. Kau tidak lupa bagaimana mereka yang selalu merendahkan keluarga kita, bukan? Sekarang aku membalasnya, mereka pantas mendapatkan semua ini. Aku---"

Plak~

Dahyun menegak saat sebuah tamparan keras dari sang ibu berhasil membekas di pipinya. Ia tidak percaya akan mendapatkan hal ini.

"Appa mu lah yang selama ini selalu bersikap sesuka hatinya. Dia telah mempermalukan keluarga park dengan kerakusan nya, seharusnya kau tahu itu."

"Apa yang eomma katakan?"

"Dia sudah berulang kali membuat kesalahan. Dan sekarang, ia justru membuat putrinya sendiri berada di jalan yang salah." Dahyun hanya diam saat mendengar setiap kalimat yang diucapkan oleh sang ibu.

Jessica, ia merasa bersalah atas semua yang terjadi saat ini. Ia tidak bisa menjaga putrinya. Ia merasa telah gagal menjadi seorang ibu. Dengan matanya sendiri ia melihat bagaimana putrinya melukai orang lain tanpa rasa bersalah.

"Perbuatan yang kau lakukan hari ini tidak dapat di maafkan, Dahyun."

"Apa yang eomma katakan? Aku melakukan semua ini untuk kita. Aku tidak ingin orang-orang yang sudah merendahkan kita justru masih bisa tersenyum dan tertawa!"

Alone[End]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang