Seorang wanita dengan surai hitam tampak melangkah keluar dari sebuah mini market sambil menenteng beberapa kantung plastik di kedua tangannya. Ia sengaja singgah di sana untuk membeli bahan makanan yang telah habis. Namun ia harus berjalan kaki menuju apartemen karena bus yang ia naiki tadi telah pergi.
Jarak mini market dengan apartemen nya memang tidak terlalu jauh. Namun tetap saja akan menguras banyak tenaga karena kini kedua tangannya penuh dengan bahan belanjaan.
Hingga langkah kaki wanita itu terhenti ketika sebuah mobil bewarna putih tiba-tiba berhenti di samping nya. Sepasang mata cokelat itu mendapati seorang pria paruh baya yang tengah membuka kaca jendela mobil lalu tersenyum kearahnya.
"Minho-ya?" Mendengar namanya di sebut, pria bertubuh tegap itu tampak mengangguk dan tersenyum ramah.
"Pekerjaan mu sudah selesai, Seohyun?" Wanita bersurai hitam itu mengangguk pelan. Ia tak menyangka akan bertemu dengan teman sekaligus tetangganya ditempat seperti ini.
Minho menatap wajah temannya yang terlihat kewalahan. Apalagi ia baru saja selesai bekerja dan sekarang harus pulang berjalan kaki dengan tangan yang penuh dengan barang belanjaan.
"Kau ingin pulang, kan? Naiklah, aku akan mengantar mu." Dengan cepat Seohyun menggelengkan kepalanya. Tentu ia juga punya batas untuk menjadi seorang teman. Ia tak mau jika nanti nya kedekatan mereka malah jadi bahan cibiran oleh orang lain.
"Aniyo. Aku bisa pulang sendiri." Minho menghela napasnya kasar. Ia tahu saat ini Seohyun pasti tak nyaman dengan tawarannya. Tapi ia juga tak mungkin pergi begitu saja setelah melihat temannya sendiri sedang dalam keadaan kesulitan, kan?
Minho beralih keluar dari dalam mobil dan meraih kantung plastik yang dipegang oleh Seohyun. Tentu tindakan ini membuat wanita bermata cokelat itu terkejut bukan main.
"Apa yang kau lakukan? Sudah ku bilang, aku bisa sendiri." Seakan tak peduli dengan penolakan Seohyun, pria bertubuh tegap itu justru memasukkan barang belanjaan kedalam mobilnya.
Dengan wajah super santai nya, Minho kembali masuk kedalam mobil lalu menatap Seohyun dengan senyum khasnya.
"Hei, kau itu teman ku. Mana mungkin aku membiarkan mu kesulitan seorang diri. Cepat masuk."
Seohyun menggigit bibir bawahnya ragu. Ingin rasanya ia menolak tawaran temannya itu, tapi Minho akan selalu memaksanya.
"Gumawo."
.
.
.
Suasana di dalam kelas terasa sunyi. Jika murid lain fokus pada pembelajaran, tapi tidak dengan gadis bertubuh jangkung yang justru terlihat bosan dan mengantuk.
Pikiran nya tak tenang. Apalagi kalimat yang diucapkan oleh wali kelasnya saat jam makan siang tadi masih terngiang jelas di kepala Lalice.
"Sudah lah. Jangan dipikirkan." Gadis berponi itu menghela napas panjang. Mata hazel miliknya kembali menatap jendela di samping bangku dengan dagu bertumpu pada tangan kurusnya.
Lalice menatap langit yang mulai berubah menjadi jingga. Untuk kali ini saja, ia menghiraukan penjelasan guru di depan kelasnya dan memilih untuk menikmati keindahan senja.
"Pembelajaran hari ini selesai. Sampai jumpa besok."
Lamunan Lalice seketika buyar ketika mendengar suara bising di kelasnya. Sekarang ia sadar bahwa dirinya sudah cukup lama terhenyak dalam keindahan senja.
Gadis bersurai cokelat sebahu itu pun memilih membereskan peralatan sekolah nya. Lalice mengedarkan pandangan, ternyata sekarang ia tinggal seorang diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone[End]✔
Cerita PendekAku ada tapi tiada. Kesepian telah menjadi temanku, dan hadirku hanya benalu. "Sebenarnya apa tujuan mu?" - Park Jisoo "Apa yang kau inginkan? Uang?" - Park Jennie "Kembalikan kebahagiaan keluarga ku!" - Park Chaeyoung "Aku hanya ingin diakui." - L...
![Alone[End]✔](https://img.wattpad.com/cover/234041397-64-k563732.jpg)