Seorang gadis berponi tampak sudah rapi dengan seragam yang dikenakan nya. Rasanya sedikit aneh karena sudah sangat lama ia tak mengenakan seragam mahal ini. Tapi Lalice merasa senang karena akhirnya ia bisa kembali bersekolah dan tak akan merasa bosan lagi.
Namun di balik rasa senang nya, Lalice juga merasa gugup. Tentu saja, sudah hampir satu tahun ia tak menginjakkan kaki di sekolah elite itu. Entah respon apa yang akan ia dapatkan, Lalice mencoba untuk tak peduli.
Gadis bertubuh jangkung itu pun segera beranjak dari kamar. Kaki jenjangnya mulai menelusuri jalanan yang masih sepi. Sesekali menghirup udara segar dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan. Ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang menyelubungi hatinya. Lalice benar-benar merindukan semua ini.
"Ya! Lalice." Gadis dengan surai cokelat sebahu itu pun menoleh. Ia merasa mengenali suara ini, dan benar saja. Seorang namja menampakkan kepalanya dari jendela mobil. Menatap nya dengan raut wajah penuh kekesalan.
"Kenapa tak menunggu kami?" Lalice menghentikan langkahnya karena namja itu datang menghampiri nya. Ia dapat melihat wajah gusar dari teman masa kecilnya itu.
Sebenarnya Lalice sengaja berangkat lebih awal menuju sekolah. Seperti yang ia katakan, Lalice tak ingin merepotkan siapapun lagi. Apalagi orang itu adalah keluarga choi.
"Aku--"
"Lalice, kau baru saja keluar dari rumah sakit. Tidak seharusnya kau banyak aktivitas seperti ini, kan?" Gadis bermata hazel itu terdiam ketika pria paruh baya keluar dari mobil mewahnya. Kini ayah dan anak itu telah berdiri tepat di hadapan Lalice.
Lalice memainkan jemarinya gusar. Sebelum ini pun, ia sudah banyak melakukan aktivitas yang lain. Bahkan selepas pulang dari rumah sakit saja, ia langsung membersihkan apartemen nya yang termakan debu. Pergi ke mini market untuk membeli stok makanan, dan masih banyak lagi.
"Gwenchana. Aku tidak selemah itu, Ahjussi." Lalice berujar sambil menunjukkan senyum khasnya. Jujur, ia merasa baik-baik saja. Lalice tak ingin bergantung pada siapapun dan ia tak ingin terlihat lemah.
Sudah cukup satu tahun ia hanya terbaring diam di atas ranjang dan tak melakukan apapun. Lalice benar-benar tak bisa jika hanya harus diam saja. Seperti ada yang kurang dalam hidupnya, karena selama ini ia sudah terbiasa untuk bekerja meski ibunya melarang sekalipun.
"Tapi Lalice kau--"
"Aku tak ingin merepotkan kalian lagi." Dengan cepat Lalice menyela ucapan Bambam.
"Selama ini kalian sudah banyak membantuku dan eomma. Dan aku benar-benar berterima kasih pada mu, Minho Ahjussi. Jika kau membantu ku lebih dari ini, aku tidak tau akan bagaimana lagi cara untuk membalas kebaikan mu." Minho membulatkan kedua matanya mendengar ujaran Lalice. Ia tak percaya jika anak dari temannya itu mengatakan hal seperti ini.
"Ya! Apa yang kau katakan, eoh? Kau sudah seperti keluarga kami, Lalice. Jadi jangan mengatakan hal aneh seperti itu." Gadis berponi yang berdiri dihadapan Bambam tampak tersenyum.
Lalice bersyukur karena ia masih memiliki orang-orang yang begitu baik padanya. Tapi ia juga tidak bisa terus bergantung pada mereka. Lalice sadar dimana posisinya, dan ia tak ingin menyusahkan.
"Tolong mengerti lah, Bambam-ah. Jebal." Lalice menatap lirih teman masa kecil dihadapan nya itu. Sungguh, ia tak bermaksud untuk mengecewakan mereka. Hanya saja sudah cukup kehadiran nya menjadi beban bagi keluarga choi. Lalice tak ingin lagi.
"Baiklah, aku mengerti." Gadis berponi itu mendongak, menatap ayah dari teman masa kecilnya yang terlihat serius dengan ucapannya.
Minho mengerti bagaimana perasaan Lalice saat ini. Ia pasti merasa tidak enak jika terus bergantung pada keluarga choi. Minho juga tahu bahwa Lalice adalah anak yang kuat. Bahkan tak sekalipun gadis itu menunjukkan wajah lelah dan keadaan nya yang lemah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone[End]✔
Short StoryAku ada tapi tiada. Kesepian telah menjadi temanku, dan hadirku hanya benalu. "Sebenarnya apa tujuan mu?" - Park Jisoo "Apa yang kau inginkan? Uang?" - Park Jennie "Kembalikan kebahagiaan keluarga ku!" - Park Chaeyoung "Aku hanya ingin diakui." - L...
![Alone[End]✔](https://img.wattpad.com/cover/234041397-64-k563732.jpg)