70- Disappointed

5.4K 524 90
                                        

Siang ini langit tampak cerah dengan cahaya matahari yang menyilaukan. Sekarang sudah waktunya untuk makan siang, tapi gadis berpipi mandu itu hanya berdiam diri di taman dan terhanyut dengan segala pikiran nya.

Sebenarnya, ia tak ingin pergi ke kampus sekarang. Percuma jika ia datang tapi pikiran nya tidak berada di tempat ini, melainkan pada sang adik yang masih terbaring di rumah sakit. Tapi Rosé terus mendesaknya untuk tetap datang ke kampus karena tak ingin kakaknya ini ketinggalan materi lebih banyak lagi.

Bukan hanya itu, perasaan nya juga tak pernah tenang sejak kejadian mencekam di malam itu. Pikiran nya menjadi semakin kalut saat kembali mengingat raut wajah sang bungsu. Tatapan kesedihan, yang ditujukan padanya.

"Apa yang kau lakukan disini, Jennie?" perhatian gadis mandu itu teralihkan pada kehadiran seorang yeoja bersurai gelombang yang kini tengah tersenyum ramah padanya. Bukannya membalas, Jennie memilih untuk membuang pandangan nya karena ia benar-benar sudah muak dengan yeoja itu.

"Lagi-lagi kau mengabaikan ku, apa ini sudah menjadi kebiasaan mu?" Jennie mendesis kesal. Padahal ia disini ingin mencari ketenangan, tapi yang ia dapat justru sebaliknya.

"Bisakah sehari saja kau tidak mengganggu ku? Benar-benar membuat ku muak." Dahyun tertawa hambar. Seperti biasa ia hanya akan mendengar perkataan yang menyakitkan dari sepupunya itu. Tapi untuk sekarang ia tak harus bersikap baik lagi seperti dulu. Karena hal itu sudah tak ia butuhkan sekarang.

"Aku hanya ingin menyapamu, tapi ini balasan mu?"

"Ck." Yeoja bersurai gelombang itu tersenyum tipis. Ia kembali melangkah dan berdiri di hadapan Jennie.

"Karena aku sudah disini, sekarang aku jadi ingin menanyakan kabar adikmu. Apa dia baik-baik saja?" gadis bermata kucing itu mendongak, menatap jengah yeoja di hadapan nya yang masih setia dengan senyum menjengkelkan nya.

"Apa peduli mu?"

"Ya, dia adik sepupuku. Apa aku juga tidak berhak untuk menanyakan keadaan nya?"

"Kau terlihat menyeramkan jika bersikap peduli seperti ini," Dahyun menggeram kesal. Gadis dihadapannya ini memang tidak bisa diajak bicara baik-baik. Jika saja ia tak memikirkan dimana mereka sekarang, mungkin Dahyun sudah melakukan sesuatu pada Jennie.

Diantara semua anak dari keluarga Jiyong park, Dahyun memang sangat membenci Jennie. Alasannya sudah jelas, karena gadis mandu itu selalu mengatakan hal yang menyakitkan dan tak sesekali ia juga merendahkan keluarga sepupunya sendiri. Tapi itu semua ia lakukan bukan tanpa sebab, mereka memang pantas mendapatkan nya. Itulah yang Jennie pikir kan. Tidak ada gunanya ia bersikap baik pada orang yang gila harta seperti mereka.

"Jennie, apa perlu aku memberi mu satu saran yang akan berguna untuk mu?" gadis bermata kucing itu menghela napas berat. Ia bangkit dari tempat duduk dan meraih tas di samping nya.

"Aku tidak membutuhkan nya, terlebih dari mu."

"Kau akan menyesalinya," langkah Jennie terhenti. Perkataan itu mampu membuat perasaan nya gusar. Ia berbalik dan mendapati yeoja itu yang tengah tersenyum padanya.

"Kau tau? Semua perkataan mu itu sangat menyakitkan. Bahkan kau tak akan pernah sadar jika perkataan itu sudah menyakiti perasaan orang lain."

"Jangan bicara omong kosong, Dahyun."

"Aku mengatakan yang sejujurnya. Kau akan menyesali semua perkataan yang pernah kau ucapkan itu. Kau, akan sangat menyesal." Jennie terdiam. Untuk pertama kalinya ia mendengar ucapan Dahyun yang membuat perasaan nya tersayat. Kalimat itu, mengingatkan nya pada seseorang.

Alone[End]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang