Tidak ada siapapun yang bisa menghentikan waktu. Ia akan terus berputar, hingga siang dan malam saling bergantian. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan, tapi setidaknya kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan.
Matahari kini berada tepat di atas kepala, pertanda bahwa sudah memasuki tengah hari. Semakin hari, cuaca semakin panas. Mungkin karena sudah tiba saatnya mereka menyambut musim panas yang akan selalu dibanjiri oleh keringat.
Di koridor sekolah elite itu tampak seorang gadis berponi yang tengah membawa tumpukan buku menuju perpustakaan. Ia cukup kewalahan membawa buku yang tumpukan nya melebihi kepalanya itu.
Alasan kenapa ia membawa tumpukan buku ini, karena ia sedang mengisi waktu luang di jam olahraga. Guru nya tak mengizinkan Lisa untuk menyentuh lapangan sedikitpun karena perintah dari sang ayah, Jiyong. Lisa mengerti, tentu saja ini menyangkut tentang kesehatan nya. Jika Lisa tetap memaksa, maka ia akan kembali terbaring di rumah sakit.
"Apa yang kau lakukan?" langkah jenjang Lisa terhenti saat tiba-tiba mendengar suara seorang namja. Ia bisa menebak siapa orang yang kini sedang berdiri di depannya itu.
"Apa lagi, bukankah kau lihat sekarang aku sedang membawa buku?" namja itu tampak muram dengan jawaban ketus gadis berponi itu. Meski ia sudah cukup sering berbicara pada Lisa, gadis itu tetap saja bersikap dingin padanya.
"Biar aku bawakan," belum sempat Lisa menjawab namja itu sudah mengambil buku yang dibawa oleh nya.
"Apa yang kau lakukan, Jungkook-ssi. Berikan padaku, aku bisa membawanya."
"Aniyo, bagaimana jika kau membawa buku ini lalu terjatuh? Aku hanya sedang menghindari sesuatu terburuk yang akan terjadi padamu," Jungkook berujar sembari melangkah meninggalkan gadis berponi yang kini menatap nya jengah. Dibalik itu ia juga terkekeh pelan saat sekilas melihat wajah Lisa yang kesal.
"Kau hanya akan berdiri di situ?" Lisa terkesiap saat mendengar teriakan bariton namja itu yang menggema di koridor. Ia menghela napas berat dan segera menyusul Jungkook yang sudah melangkah jauh di depannya.
....
Perpustakaan yang luas itu tampak sepi, mungkin karena sekarang masih jam pelajaran dan tak memungkinkan siswa siswi untuk berada disini. Jungkook yang membawa tumpukan buku itu terlihat melangkah menuju ke salah satu rak untuk meletakkan buku-buku yang ia bawa.
"Lalice, kau yakin ini rak nya?" Lisa tampak mengangguk pelan. Namja itu pun meletakkan buku yang ia bawa ke salah satu kursi yang ada di dekat mereka.
"Gomawo, Jungkook-ssi. Kau bisa kembali ke kelas mu sekarang," Jungkook melirik kearah gadis berponi yang mulai merapikan buku-buku yang dibawa nya tadi. Tapi bukannya pergi, namja itu justru duduk di kursi lainnya sembari memperhatikan Lisa yang sibuk dengan tugasnya.
"Sepertinya di sini lebih nyaman," Lisa menoleh dan mendapati Jungkook yang tengah tersenyum kepadanya. Tapi bukannya membalas senyuman, Lisa justru mengabaikan nya dan kembali merapikan buku-buku itu.
"Mau sampai kapan kau akan mengabaikan ku?" Lisa tetap diam. Jungkook melemaskan bahunya karena gadis berponi itu tetap saja tak menggubris pertanyaan nya. Ia pun kembali berdiri dan meraih buku-buku itu untuk membantu Lisa merapikan nya.
"Kenapa kau yang harus membereskan buku-buku ini?"
"Tidak ada alasan khusus," Jungkook memiringkan bibirnya saat mendengar jawaban singkat dari gadis berponi di samping nya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone[End]✔
Historia CortaAku ada tapi tiada. Kesepian telah menjadi temanku, dan hadirku hanya benalu. "Sebenarnya apa tujuan mu?" - Park Jisoo "Apa yang kau inginkan? Uang?" - Park Jennie "Kembalikan kebahagiaan keluarga ku!" - Park Chaeyoung "Aku hanya ingin diakui." - L...
![Alone[End]✔](https://img.wattpad.com/cover/234041397-64-k563732.jpg)