16- Painful Reality

9.7K 920 90
                                        

Kini perhatian seluruh keluarga berpusat pada Jiyong. Pertanyaan Siwon beberapa saat yang lalu membuat pria berwajah tegas itu menegakkan kepalanya. Menatap sang kakak jengah berharap ia tak akan membuat masalah malam ini.

"Kenapa kau tegang seperti itu? Atau mereka belum mengetahui apapun tentangnya?" Jiyong mengepal kedua tangannya geram, ia tahu maksud dan tujuan kalimat Siwon. Hanya saja sekarang bukanlah saat yang tepat untuk membicarakan hal ini.

"Hyung, sudah cukup. Kau akan merusak acara makan malam ini," Siwon terkekeh mendengar jawaban adiknya itu. Memilih bersender pada kursi, dan melipat kedua tangan tepat didepan dada bidangnya.

"Aku tidak merusak apapun, Jiyong-ah. Tapi kaulah yang menghancurkan nya," kalimat Siwon tentu menjadi tanda tanya bagi anak-anak park Jiyong. Mereka beralih menatap sang ayah, berharap ia akan memberikan jawaban pasti untuk mereka yang sedang kebingungan.

"Appa, siapa orang yang Siwon samchon maksud?" Jiyong menatap anak keduanya. Sedari tadi Jisoo tak mengerti maksud dari pembicaraan ayah dan juga pamannya itu. Bukan hanya ia, kakak sulung dan kedua adiknya juga kebingungan saat ini.

Jiyong mengusap wajahnya kasar, melihat tatapan anak-anak nya yang penuh tanda tanya tentu membuat ia tak tenang. Jiyong tak tau harus mengatakan apa karena sekarang situasi diantara mereka tidaklah mendukung saat ini.

"Siwon, berhentilah. Kau membuat mereka tidak nyaman," tak tahan dengan sikap anak sulung nya yang semena-mena, Daesung pun angkat suara. Padahal ia sudah memperingati Siwon untuk tak membuat masalah di acara malam ini. Tapi entah apa yang ada dipikiran Siwon hingga ia melanggar permintaan ayahnya sendiri.

Melihat sikap Jiyong dan juga ayahnya yang gusar, tentu saja mengundang tawa bagi Siwon. Karena demi apapun, inilah momen yang sedang ia tunggu-tunggu selama ini.

"Wae? Appa takut jika keburukan putra kesayangan mu itu diketahui oleh anak-anaknya?"

"Hyung!"

"Wah, lihatlah reaksi mu Jiyong-ah. Kenapa? Bukankah yang aku katakan memang benar?" Jiyong menggeram kesal. Sungguh jika tak mengingat ada ayah dan juga keluarga nya disini, mungkin kepalan tangan ini sudah melayang di wajah kakaknya yang memuakkan itu.

"Sudah cukup, kita pulang sekarang." Jiyong bangkit dari kursinya. Jika ia masih berlama-lama disini, tak bisa dipastikan kalau makan malam akan berlangsung dengan tenang.

Walau dalam kebingungan, keempat anaknya juga beranjak dari kursi menyusul sang ayah dan juga ibu.

"Jadi mereka belum tau bahwa kau memiliki seorang anak dari wanita lain, Jiyong-ah?"

Deg~

Suara bariton milik Siwon menggema di setiap sudut ruangan. Mampu menghentikan langkah pria bertubuh tegap itu dan juga istri beserta empat anaknya. Pernyataan Siwon seakan menyambar perasaan keluarga Jiyong. Hingga mereka saling terdiam dalam waktu yang cukup lama.

"Park Siwon! Sudah cukup, kau--"

"Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya, appa. Bukankah mereka juga berhak untuk mengetahui nya?" Jiyong mengepal kedua tangannya menahan emosi. Enggan untuk menatap wajah anak-anaknya yang kini memerah tak percaya atas semua yang terjadi.

"Apa maksud mu, Samchon? Appa tidak mungkin melakukan hal itu," tak tahan dengan semua pernyataan yang tak berujung ini, Jennie memberanikan diri untuk bertanya. Meski tak bisa dipungkiri bahwa kini wajahnya sudah memerah karena menahan emosi yang memuncak. Jika saja pernyataan pamannya itu hanyalah omong kosong, maka Jennie sudah siap dengan segala hujatan nya.

Alone[End]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang