Wanita paruh baya itu tampak menatap jengah pria tegap yang berdiri di depannya. Ada gurat wajah kemarahan darinya ketika melihat sikap wanita itu pada Lisa.
"Anda bisa berdiri, Nona?" Lisa mengangguk pelan. Namja itupun membantu gadis berponi itu berdiri, lalu meringis pelan saat melihat cairan bewarna merah pekat itu mengalir dari kening Lisa. Ia pun berbalik, menatap sinis wanita paruh baya di hadapannya itu.
"Apa yang sudah Anda lakukan?"
"Siapa kau dan apa peduli mu?" Sojung yang kesal pun membalas. Hingga suara helaan napas berat itu terdengar olehnya.
"Aku ditugaskan untuk menjaga Nona Lisa," Sojung tampak mengkerut kan kening nya bingung. Beralih menatap gadis berponi di belakang pria itu dan menyunggingkan senyum miring.
"Kau pasti salah orang. Nama gadis itu Lalice, bukan Lisa. Jadi berhenti ikut campur dan pergi sekarang juga," Ten memutar bola matanya jengah saat mendengar ujaran wanita di hadapan nya ini.
"Setelah apa yang Anda lakukan pada Nona Lisa, sekarang Anda ingin saya pergi dari sini? Jika saya mau, saat ini juga Anda pasti sudah berada di kantor polisi." Sojung terdiam, ia benar-benar tidak mengerti kenapa pria dihadapan nya itu terus saja menyebut nama Lisa.
"Apa kau tidak dengar? Nama gadis itu Lalice, lalu kenapa kau terus saja---"
"Mulai sekarang Anda akan mengenal nya dengan nama Lalisa park. Itu adalah namanya," Ten berujar dengan penuh penekanan. Tentu saja hal ini membuat Sojung bertambah bingung karena ia sama sekali tak mengetahui hal ini.
"Sekarang katakan apa yang Anda inginkan," namja itu kembali berucap. Saat ini dia benar-benar kesal.
"Hah, jadi kau bertanya apa yang aku inginkan? Memang nya kau siapa hingga bisa bersikap angkuh seperti ini?"
"Aku hanyalah seseorang yang ditugaskan untuk menjaga Nona Lisa. Tapi perlu Anda tau nyonya, gadis yang kau lukai saat ini adalah anak dari keluarga park. Sepertinya saya tidak perlu mengatakan lebih detail karena Anda pasti mengetahui nya bukan?" Sojung mengulum bibir nya yang kering karena gusar.
Meski ada begitu banyak nama keluarga dengan marga park, tapi ia tau bahwa maksud perkataan dari pria itu tertuju pada salah satu pasangan park yang telah menjadi ikonic di dalam maupun luar Korea.
Dengan panik, Sojung pun beralih menatap gadis berponi yang berdiri tak jauh dari tempatnya berada. Ia masih belum percaya akan semua ini, karena dia mengenal gadis berponi itu dengan nama Lalice, bukan Lisa dari keluarga park.
"Jangan bercanda, kau pikir aku bodoh? Aku tau bahwa mereka hanya memiliki empat orang anak, kau---"
"Anda tidak tau apapun tentang kehidupan keluarga park. Nona Lisa adalah putri bungsu mereka yang selama ini menghilang," bukan hanya Sojung. Lisa pun kini tampak menatap namja di depannya itu jengah.
"Sekarang cepat katakan apa yang Anda inginkan," wanita paruh baya itu tampak mengigit bibir bawahnya gusar. Ia tidak tau bahwa selama ini Lalice adalah bagian dari keluarga park. Dan sekarang ia seakan di tampar oleh kenyataan.
Sudah lama mereka terhening dalam diam, hingga Ten pun menghela napas panjang karena Sojung tak juga kunjung memberikan jawaban.
"Anda hanya akan diam seperti ini?"
"A-aniyo, aku tidak menginginkan apapun. Sungguh," Lisa melirik kearah ibu dari teman masa kecilnya itu. Mengkerut kan kening nya bingung karena tiba-tiba saja wanita itu berubah sikap.
"Ternyata Anda sadar karena salah dalam berurusan dengan seseorang?"
Deg
"Saya harap Anda tidak lagi mengganggu Nona Lisa seperti ini, Anda sudah membuat nya tidak nyaman." Sojung terdiam, ujaran pria tegap itu memang penuh dengan penekanan. Seolah memberikan nya peringatan untuk menjauh dari Lisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone[End]✔
NouvellesAku ada tapi tiada. Kesepian telah menjadi temanku, dan hadirku hanya benalu. "Sebenarnya apa tujuan mu?" - Park Jisoo "Apa yang kau inginkan? Uang?" - Park Jennie "Kembalikan kebahagiaan keluarga ku!" - Park Chaeyoung "Aku hanya ingin diakui." - L...
![Alone[End]✔](https://img.wattpad.com/cover/234041397-64-k563732.jpg)