"Oh, oppa." Yeoja bersurai hitam itu tampak melambai sembari tersenyum. Setelah cukup lama mereka menunggu, akhirnya Sehun pun tiba di rumah sakit.
"Apa kau menungguku?"
"Eoh, oppa lama sekali. Rosé sudah mencari mu sejak siang tadi," Sehun terkekeh saat melihat wajah Jisoo yang kesal. Terlihat menggemaskan untuk nya, ia pun menoleh kearah sang ibu dan memeluk nya dengan sangat erat.
"Eomma sudah menunggu mu sedari tadi, Nak." Sehun melepas pelukannya dan menatap sang ibu lirih. Ia juga tidak ingin terlambat, tapi cuaca hari ini memang sangat tidak mendukung.
"Miane, eomma. Tapi, kenapa kalian ada diluar? Bukankah disini sangat dingin?" raut wajah Yuri berubah menjadi murung setelah mendengar pertanyaan putra nya.
Sejak tadi, perasaan nya tidak enak dan ia selalu saja merasa gelisah. Yuri tidak tau penyebabnya, padahal dihadapan nya sekarang sudah ada sang sulung yang datang dari tempat yang jauh dengan selamat. Tapi tetap saja perasaan gelisah itu masih menguasai nya hingga membuat Yuri tak nyaman.
"Kami sedang menunggu Lisa."
"Apa dia datang kesini?" perhatian mereka beralih menatap Jiyong dan juga Daesung yang datang bersamaan. Jisoo mengangguk pelan. Meski mereka tak terlalu banyak mengobrol, setidaknya Lisa sudah berkunjung ke rumah sakit malam ini.
"Hm, dia mengunjungi Rosé tadi."
"Lalu dimana Lisa sekarang?" kini yang bertanya adalah Daesung. Sebenarnya ia sangat ingin semua cucunya berkumpul di satu tempat karena ia sangat merindukan mereka. Tapi keinginannya pupus karena dua cucu nya itu tak bersamanya sekarang.
"Dia bilang ingin berbicara dengan Jennie. Tapi sampai saat ini pun, mereka belum kembali." Sehun menegak saat mendengar jawaban Jisoo yang terasa begitu janggal untuk nya. Apa terjadi sesuatu di antara mereka hingga perlu bicara berdua seperti itu?
"Apa mereka bertengkar?" yeoja bersurai hitam itu memilih diam. Tanpa dijawab pun, Sehun seakan sudah tau jawabannya. Padahal ia baru saja pergi selama beberapa bulan, tapi ternyata sudah terjadi pertengkaran diantara adiknya sekarang.
"Aku sudah mengatakan pada Lisa untuk segera kembali sebelum oppa dan kakek tiba, tapi sepertinya masih ada yang mereka bicara kan."
"Sejak kapan mereka pergi?"
"Ah, sekitar satu jam yang lalu."
Deg
Mendadak perasaan Sehun menjadi tidak enak. Apa yang mereka bicarakan hingga pergi dalam waktu yang cukup lama? Pria berwajah dingin itu berusaha untuk menghilangkan segala pikiran buruk nya, walau bagaimana pun. Ia harus tetap bersikap tenang sekarang.
"Jisoo-ya, telpon Jennie sekarang." Yeoja itu mengangguk saat mendengar perintah sang ayah.
Jiyong tampak begitu gusar, entahlah. Ada sesuatu yang membuat ia sulit untuk menenangkan diri.
"Appa, nomor Jennie tidak dapat dihubungi."
"Lisa. Cepat telpon Lisa. Dia pasti ada disekitar sini," dengan tangan yang gemetar, Jisoo pun menekan panggilan telepon atas nama sang bungsu. Tapi setelah ditelpon berkali-kali pun, Lisa tetap tidak mengangkat telponnya.
"Appa, Lisa tidak mengangkat nya." Jiyong mengusap wajahnya kasar. Sekarang apa lagi, kenapa di saat seperti ini putri-putri nya itu sangat sulit untuk dihubungi.
"Tenang lah, appa. Aku dan Jisoo akan mencari mereka sekarang."
"Sehun-ah, eomma akan ikut bersama mu." Langkah Sehun terhenti saat sang ibu menahan lengannya. Ia mendapati tatapan ibunya yang begitu lirih, dan hal itu membuat Sehun merasa sedih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone[End]✔
Short StoryAku ada tapi tiada. Kesepian telah menjadi temanku, dan hadirku hanya benalu. "Sebenarnya apa tujuan mu?" - Park Jisoo "Apa yang kau inginkan? Uang?" - Park Jennie "Kembalikan kebahagiaan keluarga ku!" - Park Chaeyoung "Aku hanya ingin diakui." - L...
![Alone[End]✔](https://img.wattpad.com/cover/234041397-64-k563732.jpg)