Gadis berponi itu tampak berdiri didepan cermin lengkap dengan seragam sekolah yang dikenakan nya. Matanya tampak sedikit membengkak karena malam ini ia tak bisa tidur dengan nyenyak. Mungkin karena ia belum terbiasa dengan nuansa kamar yang memang dikategorikan terlalu mewah ini.
Saat pertama kali Lisa diantar oleh salah satu maid ke kamar aesthetic nya ini, ia hanya bisa terdiam dengan mulut yang terbuka. Kenapa tidak? Bahkan ukuran kamar ini setara dengan luasnya apartemen yang dulu ia tinggali, bahkan mungkin lebih luas lagi.
"Lisa?" gadis berponi itu tersentak kaget karena kehadiran sang ibu yang tiba-tiba. Yuri tersenyum diambang pintu ketika melihat si bungsu yang tengah merapikan rambutnya.
"Apa ini tidak terlalu cepat, Nak? Sekolah dimulai pukul 8 bukan?"
"Hm, aku terbangun lebih awal pagi ini. Jadi dari pada berdiam diri, lebih baik aku bersiap lebih cepat." Yuri mengangguk mengerti, kemudian ia mengambil tempat duduk di atas ranjang milik Lisa.
"Kemarilah," gadis berponi itu tersenyum tipis lalu duduk di samping sang ibu. Jika boleh jujur, sekarang ini rasa gugup masih menyelimuti Lisa. Bahkan ia terus memainkan jemarinya untuk menyembunyikan rasa gugup ini.
"Apa malam ini Lisa tidur dengan nyenyak?" gadis berponi itu tergagu, ia tak mungkin menjawab jujur bahwa tadi malam tidur nya selalu saja terusik. Hingga Lisa memilih mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.
"Syukur lah, katakan saja pada eomma jika ada sesuatu yang kau perlukan, hm?" Lisa kembali mengangguk. Meski tak bisa dipungkiri bahwa kini ia merasa tak enak hati karena mereka sudah menyiapkan segala keperluan nya.
"Kajja, kita sarapan bersama dibawah." Lisa terhenyak saat sang ibu mengajaknya untuk sarapan bersama. Ia masih belum siap untuk bertemu ketiga unnie nya. Tapi Lisa juga tak kuasa untuk menolak ajakan sang ibu, hal itu pasti akan menyakiti perasaan nya.
. . . . .
Mata hazel milik gadis berponi itu mengerjap ketika melihat tiga orang yeoja ternyata sudah duduk manis di ruang makan sambil menyantap sarapan mereka. Lisa menelan saliva nya gusar karena kini ia harus bertatap muka langsung dengan para unnie nya.
"Lisa-ya? Kenapa diam saja di sana?" gadis bertubuh jangkung itu terhenyak saat suara tegas milik sang ayah terdengar. Tentu saja seruan Jiyong akan menarik perhatian ketiga yeoja itu hingga kini mereka tampak menatap sang bungsu dengan sinis.
Lisa bergidik ngeri ketika tak sengaja beradu pandang dengan mereka, rasanya nyali Lisa seakan diuji pagi ini. Bahkan jantung nya terus berdegup heboh karena ia begitu gugup.
"Aku selesai," perhatian anggota keluarga park kini beralih pada gadis berpipi mandu yang tampak menyudahi sarapan nya. Ia juga mengemasi berbagai buku tebal di atas meja makan.
"Kau akan berangkat, Nak?"
"Hm."
"Jennie-ya, tidakkah kau melupakan sesuatu?" langkah gadis berpipi mandu itu terhenti saat mendengar ucapan Yuri. Ia menoleh, dan mendapati sang ibu yang terus menunjukkan pipi mulusnya. Jennie menghela napas kesal, melangkah menghampiri kedua orang tua dan juga kakeknya lalu mengecup pipi mereka satu persatu. Tidak lupa ia juga mengecup pipi sang kakak. Lalu gadis blonde yang memberikan kecupan manis pada nya sembari tersenyum.
"Sudah, kan? Aku pergi," Jennie melirik kearah gadis berponi yang tampak menundukkan kepalanya. Tak peduli, ia pun berlalu pergi meninggalkan ruang makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone[End]✔
Truyện NgắnAku ada tapi tiada. Kesepian telah menjadi temanku, dan hadirku hanya benalu. "Sebenarnya apa tujuan mu?" - Park Jisoo "Apa yang kau inginkan? Uang?" - Park Jennie "Kembalikan kebahagiaan keluarga ku!" - Park Chaeyoung "Aku hanya ingin diakui." - L...
![Alone[End]✔](https://img.wattpad.com/cover/234041397-64-k563732.jpg)