Sebuah mobil mewah bewarna putih mengkilap itu tampak berhenti di pinggir jalan yang sepi dan juga gelap. Disusul oleh beberapa mobil lain yang merupakan pengawal pribadi Jiyong yang ikut turun tangan mencari keberadaan Jennie. Pria berwajah tegas itupun keluar dari dalam mobil lalu memperhatikan sekeliling nya yang terasa begitu asing.
"Tempat seperti apa ini?" Jiyong menoleh kearah sang ayah yang juga ikut bersamanya. Lalu ia pun kembali menatap ke depan.
"Ini pertama kali nya kita kemari, appa."
"Tapi kenapa kita kesini? Bukankah kita pergi untuk mencari Lisa dan Jennie? Lalu," Daesung tidak melanjutkan ucapannya. Ia beralih menatap putranya yang tampak begitu gusar.
"Mereka pasti ada disini, aku sudah melacak ponsel Jennie. Dan tempat ini adalah lokasi terakhir nya, appa." Pria berumur lanjut itu terdiam. Bagaimana bisa cucunya berada di hutan yang gelap seperti ini? Ia benar-benar tidak habis pikir semua ini akan terjadi. Tidak pernah sekalipun ia dapat tenang karena ada saja hal yang selalu mengganggu kenyamanan keluarga nya.
"Tapi kenapa Jennie ada disini, appa? Apa yang dia lakukan hingga berada di tempat asing seperti ini?" Sehun hanya dapat mendengar suara helaan napas berat dari sang ayah. Sama sepertinya, Jiyong juga tampak bingung. Hanya saja ayahnya itu merasa sangat yakin akan menemukan Jennie ditempat ini.
Semua ini terjadi tanpa di duga, belakangan ini pun ada begitu banyak hal buruk yang menimpa keluarga Park. Sehun sangat khawatir akan keadaan adiknya sekarang. Jennie menghilang begitu saja, bahkan sampai saat ini pun mereka juga tidak mendapatkan tanda keberadaan Lisa.
Serayu angin dan suara gemuruh pun kembali terdengar. Jika mereka terlambat, maka hujan akan menghambat mereka untuk mencari keberadaan Jennie.
"Appa, sebaiknya kita cari Jennie sebelum hujan turun. Kita harus menemukan nya," Jiyong mengangguk. Saat ini keselamatan putrinya adalah yang paling penting.
"Kalian berpencar lah, jangan kembali sebelum membawa Jennie ke hadapan ku." Kelima pria yang mengenakan setelan jas rapi bewarna hitam itu pun mengangguk lalu pergi sesuai perintah Jiyong.
"Kita pasti akan menemukan nya."
...
Entah sudah sejauh apa mereka melangkah dan juga berlari hingga rasa lelah itupun hinggap. Ingin sekali mereka berhenti sekedar untuk mengistirahatkan diri, tapi mereka tidak kuasa. Karena sedetik saja mereka lengah, maka hal buruk bisa saja terjadi.
Mata hazel Lisa tampak melirik kearah sang kakak yang berada di samping nya. Ia tahu saat ini Jennie pasti merasa sangat lelah, dapat dilihat dari langkah nya yang semakin melambat.
"Unnie, sebaiknya kita berhenti saja. Kau terlihat sangat lelah."
"Aniyo, aku masih kuat. Jangan pikir kan aku, karena sekarang kau lah yang harus dikhawatirkan."
"Tapi aku baik-baik saja, unnie." Gadis berpipi mandu itu memilih diam. Ia tahu semua perkataan yang diucapkan Lisa itu hanyalah kebohongan. Bagaimana bisa adiknya itu akan baik-baik saja setelah apa yang terjadi padanya? Kalimat yang Lisa ucapkan, hanyalah untuk menenangkan Jennie. Dan ia yakin akan hal itu.
"Unnie, kau dengar aku kan? Jangan diam saja, aku---"
"Kemari lah! Kalian tidak akan bisa kabur dariku!"
Deg
Kedua yeoja itu menegak saat mendengar suara teriakan seorang pria yang membuat tubuh mereka bergemetar. Suara ini, mereka sangat mengenali nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone[End]✔
Historia CortaAku ada tapi tiada. Kesepian telah menjadi temanku, dan hadirku hanya benalu. "Sebenarnya apa tujuan mu?" - Park Jisoo "Apa yang kau inginkan? Uang?" - Park Jennie "Kembalikan kebahagiaan keluarga ku!" - Park Chaeyoung "Aku hanya ingin diakui." - L...
![Alone[End]✔](https://img.wattpad.com/cover/234041397-64-k563732.jpg)