HAI GUYS! UPDATE NIHH!
OH IYA, AKU BARU SADAR KALAU PART AKU GAK BERURUTAN. PART 23 TIBA-TIBA AJA ADA SETELAH PART 29, TERUS PART 16 ADA SETELAH PART 20. KALIAN BISA LIHAT 😭😭
SEBENARNYA, AKU TAU CARA EDIT PARTNYA BIAR BERURUTAN LAGI, CUMA AJA, UDAH AKU EDIT BERKALI-KALI TETAP AJA GAK BERUBAH
YAUDAH, INI GAK TERLALU MASALAH KAN? MAAFIN AUTHOR YAA KALAU KALIAN KEBINGUNGAN 😭😭
~ HAPPY READING! ~
***
"Nyatanya, semua mimpi itu hanya menjadi angan-angan di angkasa,"
***
🎶Saat kau pergi meninggalkan diriku. Disini aku masih merindukanmu. Terus ku coba mencari penggantimu...
Petikan setiap gitar membuat alunan melodi lagu Gaby - Tinggal Kenangan yang dinyanyikan oleh Fatih itu menyejukkan hati seluruh teman-temannya yang masih nongkrong di kantin rumah sakit, tak terkecuali Jessie yang begitu takjub dengan lelaki di hadapannya.
Fatih itu sempurna. Otaknya mampu membawanya masuk ke olimpiade Matematika tingkat Internasional. Walaupun ia memang terkenal dengan sifat dinginnya serta kebengisannya saat melawan musuhnya, ia tetaplah idola bagi sebagian kaum hawa. Bahkan, Fatih lebih sempurna dibanding Wisnu.
(Sono, bungkusin si Fatih kalo mau. Lumayan gans kek gw :v)
Fatih memetik gitarnya untuk akhir pertunjukkannya. Tepuk tangan meriah langsung ditunjukkan teman-temannya sebagai tanda apresiasi.
"Bagus sih. Tapi lo nyanyi galau begitu kek do'ain Wisnu dah meninggal," celetuk Arya yang langsung mendapat toyoran dari Kinos.
"Bangsat. Mulut lo ya! Dah tau Wisnu lagi berjuang mati-matian disana. Fatih kan cuma nyanyi bego!" Jawab Kinos.
Arya hanya menyengir lebar. Ia menatap sejenak Fatih yang meliriknya datar. Seketika ia menjadi salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Jessie hanya geleng-geleng melihat tingkah Arya. Ia tersenyum seraya menatap Fatih berbinar-binar. "Suara lo bagus banget. Mending sama Dinda," godanya.
"Apaan sih," pipi gadis itu seketika bersemu merah yang menimbulkan gelak tawa mereka. Kecuali Fatih.
"Gak," jawab Fatih secara singkat, padat dan jelas. Seperti ajaran Bu Rina dalam setiap mengajarkan pelajaran Bahasa Indonesia.
"Aww, nyesek gak tuh?" Ejek Arya seraya menunjukkan ekspresi meledek.
"Hiks ..."
"Nah loh, anak orang nangis," Kinos mendekati Dinda lalu mengelus punggung gadis itu yang sedang menahan isak tangisnya. "Jailin cewek itu ada batasnya, Ar. Kelewatan banget lu."
"Apaan sih? Jangan nyempil-nyempil," Jessie mendorong paksa Kinos yang mengambil tempat duduknya. "Buaya banget."
"Eh, dah berani nih ya sama kita-kita," Kinos menatap tajam Jessie. Namun, Jessie malah menarik seulas senyum yang sulit di artikan.
"Iya lah! Kalau buaya mana takut gue," ledek Jessie seraya menarik senyum jahatnya.
"Untung cewek. Kalo cowok dah jadi pentol lo pasti," ujar Kinos seraya menjulurkan lidahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unforgettable Memories [END]
Novela JuvenilEND (TAMAT) PART MASIH LENGKAP ~~~ Jessie Adeline Farasya. Agak tomboi, tapi bisa feminim berhubung langsung dengan keadaan moodnya. Gadis biasa yang harus menerima sebuah konflik percintaan yang rumit dalam hidupnya setelah terlibat sebuah kecelak...
![Unforgettable Memories [END]](https://img.wattpad.com/cover/220541182-64-k747544.jpg)