HALO SEMUANYA!
MAKASIH BANYAK BUAT YANG MASIH NUNGGU AKU BUAT UPDATE :)
~ HAPPY READING! ~
***
"Jumlah galaksi di seluruh jagad raya ini tak sebanding dengan jumlah cintaku padamu,"
***
TIGA puluh menit tepat tak ada yang bergeming. Kedua pihak sama-sama terdiam mendengar ceramahan panjang lebar dari Nila yang tiada berujung.
"Maaf, mungkin kalian sudah mulai bosan mendengar ceramahan saya. Langsung saja ke intinya untuk berdamai, apakah pihak keluarga Farasya memaafkan perilaku tidak baik dari anak keluarga Langit?" Tanya Nila to the point.
Tak ada yang bersuara. Hanya suara knalpot motor dari luar ruangan yang bersahut-sahutan.
"Saya memaafkan keluarga David. Hanya saja semua itu perlu waktu. Dan satu lagi, saya melarang anak-anak kamu untuk mendekati anak saya!" Jawab Laura seraya mengacungkan jari telunjuknya ke arah Marina.
David seketika terperanjat kaget dengan jawaban dari Laura. Cobaan apa lagi ini?! Mengapa perlahan-lahan yang ia inginkan semuanya menghilang?
Marina mengangguk dan tersenyum tipis. "Terima kasih atas kebaikannya. Saya akan me--"
"Permisi, saya harus kembali," pamit Laura keluar dari ruangan tersebut.
Marina menghela napas kasar sambil melihat punggung Laura yang perlahan-lahan menghilang. Tentu saja, ada perasaan tersinggung setelah Laura memotong ucapannya.
"Permisi, Buk," pamit Marina sembari menarik kasar David. Ia menyeret David hingga ke parkiran dan memasukannya dengan paksa ke dalam mobil.
"Kamu kenapa bisa bertindak sejahat itu sama anak cewek? Gimana kalau dia kenapa-kenapa terus meninggal? Kamu mau ngikutin jejak adik kamu yang gak berguna itu?!" Marina mengeluarkan semua ucapan yang ia pendam selama di kantor polisi tadi. Kecewa dan marah, perasaan tersebut campur aduk di hati Marina. Bagaimana bisa anak yang ia didik selama ini bertindak setega itu dengan Jessie yang hanya menyukai dirinya.
"Bukannya Mama sendiri yang sogok sekolah buat keluarin peraturan aneh buat ngelarang anak cewek suka sama aku. Jadi aku minta Jessie supaya gak suka sama aku lagi waktu itu," jawab David dengan intonasi tinggi mengikuti nada Marina.
"Tapi bisa kan kamu nolak dia dengan cara baik-baik? Bukannya dengan cara seperti orang gak ada hati begini David!" Jawab Marina berapi-api. Sebentar lagi akan ada perdebatan yang lebih menegangkan ketimbang debat calon presiden.
"David khilaf buat begitu sama Jessie. Tapi sekarang David suka sama Jessie, Ma,"
BOOM!! Jawaban dari David yang spontan tersebut membuat Marina terkejut bukan main. Ia menghentikan mobilnya dan menepi ke dekat trotoar.
Marina menarik napas panjang. "Kamu Mama larang buat suka sama dia. Mama nggak mau," ujarnya dingin.
David berdecih sambil tertawa miris, "Mama nggak pernah mau nurutin apa yang David mau. Bisa gak sih Mama dengar kemauan David itu apa? David suka sama Jessie. Apakah itu salah? Mama nggak bisa maksa David untuk nggak suka sama Jessie, kalau Mama di posisi David, pasti Mama juga bakal ngelakuin hal yang sama. Plis Ma, bantuin David buat dapetin hati Jessie,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Unforgettable Memories [END]
Novela JuvenilEND (TAMAT) PART MASIH LENGKAP ~~~ Jessie Adeline Farasya. Agak tomboi, tapi bisa feminim berhubung langsung dengan keadaan moodnya. Gadis biasa yang harus menerima sebuah konflik percintaan yang rumit dalam hidupnya setelah terlibat sebuah kecelak...
![Unforgettable Memories [END]](https://img.wattpad.com/cover/220541182-64-k747544.jpg)